Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helminth dengan Anemia dan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

Penelitian

Authors

  • Atri Gustiana Gultom Universitas Senior Medan
  • Fani Nuryana Manihuruk Universitas Senior Medan

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7494

Keywords:

Soil Transmitted Helminth, Anemia, Prestasi Belajar

Abstract

Kecacingan atau infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan berpotensi menyebabkan gangguan status gizi, anemia, serta penurunan prestasi belajar pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara infeksi STH dengan kejadian anemia dan prestasi belajar siswa di SDN No. 047732 Kuta Kendit-Pola Tebu, Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 120 siswa kelas 1-5, dengan sampel sebanyak 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pemeriksaan feses dilakukan dengan metode natif, kadar hemoglobin diukur menggunakan alat digital, dan data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 sampel, sebanyak 9 siswa (30%) positif terinfeksi STH dan 21 siswa (70%) tidak terinfeksi. Uji korelasi antara infeksi STH dengan anemia diperoleh nilai P-value = 0,669 (>0,05), dan uji korelasi antara infeksi STH dengan prestasi belajar diperoleh nilai P-value = 0,521 (>0,05). Kedua hasil tersebut menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara infeksi STH dengan anemia maupun prestasi belajar siswa. Disimpulkan bahwa anemia dan prestasi belajar siswa di lokasi penelitian ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain seperti asupan gizi, higiene perorangan, dan motivasi belajar dibandingkan status infeksi STH.

References

Agustina, R., dkk. (2021). Hubungan kecacingan dengan kejadian anemia pada anak sekolah dasar di Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung. Mahesa: Malahayati Health Student Journal, 1(4).

Amran, P. (2017). Prevalensi penyakit kecacingan dan hubungannya dengan anemia pada anak sekolah dasar yang ada di Kota Makassar. Jurnal Media Analis Kesehatan, 8(2).

Bakta, I. M. (2006). Hematologi klinik ringkas. Jakarta: EGC.

Husjain. (2019). Analisis hubungan kadar haemoglobin dengan prestasi belajar. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 1(2).

Husniar, S., dkk. (2022). Hubungan kecacingan STH dengan kadar hemoglobin pada penambang pasir di Cempaka Kota Banjarbaru. Journal of Medical Laboratory and Science, 2(1).

Irawati, O., & Sartini. (2021). Infeksi cacing nematoda usus pada anak kelas 1 dan 2 sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA).

Irviani, A., & Ibrahim. (2020). [dikutip dalam pembahasan hasil penelitian].

Irwan, M. I. K., dkk. (2023). Faktor resiko infeksi kejadian kecacingan pada anak usia sekolah di wilayah kerja Puskesmas Penambungan Makassar. Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 3(4).

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Survei prevalensi kecacingan pada anak sekolah dasar Indonesia.

Mariani, K. R., & Kartini, K. (2018). Derajat merokok berhubungan dengan kadar hemoglobin pada pria usia 30-40 tahun. Jurnal Biomedika dan Kesehatan.

Novianty, S., dkk. (2018). Faktor risiko kejadian kecacingan pada anak usia pra sekolah. Jurnal Indon Med Assoc, 68(2).

Prastiono, A., & Hardono. (2020). Kecacingan sebagai salah satu faktor penyebab menurunnya prestasi belajar siswa.

Pratiwi, E. E., & Sofiana, L. (2019). Kecacingan sebagai faktor resiko kejadian anemia pada anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(2).

Purwaningsih, & Oktaviana. (2020). [prosedur pemeriksaan hemoglobin, dikutip dalam metode penelitian].

Rahma, N. A. (2020). Faktor resiko terjadinya kecacingan pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 25(2).

Ridwan, A., dkk. (2021). Identifikasi soil transmitted helminth pada anak usia 7-10 tahun menggunakan sampel feses dengan metode natif di wilayah TPA Kabupaten Bulukumba. Jurnal Biologi Makassar, 6(1).

Ritawani, E., & Liwanti, L. (2019). Hubungan kebiasaan sarapan pagi, infeksi kecacingan, kadar seng dan kadar hemoglobin pada anak usia sekolah dasar di Kota Makassar. Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition).

Setiyawati, D., dkk. (2023). Hubungan infeksi soil transmitted helminths (STH) dengan prestasi belajar anak SD Perguruan Pahlawan Nasional Medan. Jurnal Mitra Prima, 5(2).

Sinurat, T. S. (2019). Faktor risiko infeksi soil transmitted helminth (STH) pada anak usia prasekolah dan usia sekolah.

Sofiana, L., dkk. (2019). Hubungan antara kecacingan dengan anemia pada anak sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Moyudan, Sleman. Jurnal Medika Respati, 14(2).

Sumekar, A., dkk. (2019). Analisis soil transmitted helminth dan anemia dengan prestasi belajar pada anak di sekolah dasar Kecamatan Banguntapan Bantul Yogyakarta. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KesMas Respati, 4(2).

Susanto, J. I. (2019). Prevalensi dan hubungan infeksi soil transmitted helminth terhadap tingkat prestasi belajar anak SD Negeri 5 Gegelang. Jurnal Medika Udayana, 8(12).

Tapani, V. (2020). Hubungan infeksi soil transmitted helminth dengan kadar hemoglobin pada murid SDN 50 Kampung Jambak.

Downloads

Published

24-07-2026

How to Cite

Gustiana Gultom, A., & Nuryana Manihuruk, F. (2026). Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helminth dengan Anemia dan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 5(1), 1875–1882. https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7494

Most read articles by the same author(s)