Tindak Tutur Ekspresif Guru dengan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar

Authors

  • Ike Ferawati Universitas Muhammadiyah Lampung
  • Rona Romadianthi Universitas Muhammadiyah Lampung
  • Edo Frandika Universitas Muhammadiyah Lampung

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7546

Abstract

Perkembangan kemampuan verbal siswa sekolah dasar masih menjadi perhatian karena rendahnya interaksi lisan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif guru, menganalisis pelaksanaannya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, serta mengidentifikasi potensi dampaknya terhadap kemampuan verbal siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian meliputi aktivitas pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VI SDN 2 Merak Batin Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 dengan subjek penelitian guru Bahasa Indonesia dan 22 siswa kelas VI.B. Instrumen penelitian berupa peneliti sebagai instrumen utama yang didukung pedoman observasi partisipatif, pedoman wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, klasifikasi, pengorganisasian, serta interpretasi secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 tindak tutur ekspresif guru yang terdiri atas berterima kasih, memberi selamat, meminta maaf, menyalahkan, memuji, dan berbelasungkawa, dengan bentuk memuji sebagai tuturan yang paling dominan. Penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan tindak tutur ekspresif berkontribusi terhadap terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif, meningkatnya motivasi belajar, serta berkembangnya kemampuan verbal siswa yang ditunjukkan oleh capaian aspek linguistik, aspek ekstralinguistik, dan refleksi hasil belajar siswa. Disimpulkan bahwa tindak tutur ekspresif guru berpotensi menjadi strategi komunikasi pembelajaran yang efektif untuk menstimulasi kemampuan verbal siswa sekolah dasar.

References

Amanda, C. P., & Tressyalina. (2024). Tindak tutur ekspresif guru Bahasa Indonesia dalam pembelajaran di SMP Negeri 11 Padang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 3833–3841. https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.12894

Anti. (2025). Tindak tutur guru pada pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMPN 2 Muara Wahau. Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH), 5(4). https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i4.32018

Ayu, C. M., & Lara. (2021). Bentuk-bentuk dan fungsi pragmatis tindak tutur ekspresif siswa kelas XI dengan guru Bahasa Indonesia dalam pembelajaran teks eksplanasi di SMA Islam Sultan Agung 1 Kota Semarang (Skripsi, Universitas Sultan Agung Semarang).

Cahyaningsih, E., & Rahmawati, L. E. (2022). Bentuk tindak tutur ekspresif antara tutor dengan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Litera, 21(2), 115–129. https://doi.org/10.21831/ltr.v21i1.44974

Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). SAGE Publications.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dahlan, A. (2025). Teori periode perkembangan anak. https://pendidikan.matamu.net/teori-periode-perkembangan-anak/

Dalman. (2024). Keterampilan berbicara. CV Azka Pustaka.

Daulay, M. (2025). Analisis tindak tutur ilokusi ekspresif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa di kelas VII MTs Al-Jumhuriyah. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 7369–7377. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/25681

Evandio. (2022). 20 persen anak Indonesia mengalami keterlambatan berbicara.

Fitria, A. (2025). Speech delay pada anak jaman now. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3925/speech-delay-pada-anak-jaman-now

Ikatan Dokter Anak Indonesia. (n.d.). Data keterlambatan berbicara pada anak prasekolah.

Kurniawan, dkk. (2019). Penelitian tentang keterlambatan berbicara pada anak usia 1–3 tahun.

Lestari, M. R. W. (2020). Pengembangan bahasa dan sastra kelas rendah sekolah dasar. Media Edukasi Indonesia.

Nur Fitriana, A. R., Ani, R., & Budi, W. (2020). Analisis tindak tutur guru dan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah atas. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(1). https://doi.org/10.20961/basastra.v8i1.41939

Salam, dkk. (2024). Upaya meningkatkan keterampilan berbicara siswa menggunakan metode pembelajaran show and tell.

Salma, A. F., Burhanuddin, & Rahmad, H. (2024). Tindak tutur ekspresif guru dan siswa dalam pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Widiyantara: Kajian Pendidikan dan Sastra Indonesia.

Sitanggang, A., Beatriz, M., Fakhira, A. S., Gustika, G., Ika, F., Luthfiah, A. R., & Yulenta, C. S. D. (2025). Dampak media digital terhadap kemampuan berbahasa Indonesia anak usia dini. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(2), 350–353. https://jurnal.penerbitdaarulhuda.my.id/index.php/MAJIM/article/view/3900/4123

Sugiono. (2017). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tarigan, H. G. (1986). Pengajaran pragmatik. Angkasa.

Yeti, M. (2021). PDGK4101: Modul keterampilan berbahasa Indonesia SD. Universitas Terbuka. https://www.studocu.id/id/document/universitas-terbuka/keterampilan-berbahasa-indonesia-sd/pdgk4101-m1-modul-keterampilan-berbahasa-untuk-guru-dan-siswa/124047996

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

Ike Ferawati, Rona Romadianthi, & Edo Frandika. (2026). Tindak Tutur Ekspresif Guru dengan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 5(1), 2157–2166. https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7546