Pendampingan Literasi Dasar Anak Melalui Program Calistung Berbasis Komunitas di Lingkungan Pengajian Kelurahan Banten

Pengabdian

Authors

  • Rodyah Widyarini Universitas Primagraha
  • Surya Alam Universitas Primagraha
  • Fitri Novitasari Universitas Primagraha
  • Siti Aisah Universitas Primagraha
  • Desni Safitri Universitas Primagraha

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7563

Keywords:

literasi dasar; calistung; pendampingan berbasis komunitas; pendidikan nonformal; lingkungan pengajian.

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan literasi dasar anak, melaksanakan pendampingan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) secara terstruktur, serta mengevaluasi keterlaksanaan, partisipasi, hasil awal, kendala, dan keberlanjutan program di lingkungan pengajian Kelurahan Banten, Kota Serang. Program menggunakan desain pendampingan partisipatif berbasis komunitas dengan evaluasi deskriptif terhadap proses dan hasil awal. Sebanyak 26 anak berusia 3–15 tahun mengikuti delapan pertemuan pada 3–30 Juli 2026, masing-masing selama 120 menit. Peserta dikelompokkan berdasarkan pemetaan kemampuan awal menjadi kelompok pengenalan huruf dan angka, membaca-menulis dasar, serta numerasi dasar. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara semi-terstruktur dengan mitra, portofolio lembar kerja, daftar hadir, catatan pelaksanaan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan frekuensi, persentase, kategorisasi tematik, dan triangulasi sumber serta metode. Hasil menunjukkan seluruh pertemuan terlaksana sesuai rencana, dengan rata-rata kehadiran 97%, penyelesaian tugas 100%, dan partisipasi aktif 95%. Portofolio memperlihatkan capaian awal yang beragam; sebagian besar peserta mampu menyelesaikan tugas sesuai instruksi, sedangkan pengenalan huruf, penulisan kata, dan pengenalan angka masih memerlukan bantuan bertingkat. Mitra menilai program relevan dan mendukung keberlanjutan melalui penggunaan bahan ajar, pencatatan perkembangan sederhana, pengelompokan berdasarkan kemampuan, serta penetapan penanggung jawab lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan pengajian dapat menjadi ekosistem pendukung pendampingan calistung, meskipun hasilnya belum dapat ditafsirkan sebagai peningkatan kemampuan terukur tanpa asesmen awal dan akhir yang setara.

References

Hafizha, N., & Rakhmania, R. (2024). Dampak program penguatan literasi pada hasil Asesmen Kompetensi Minimum di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 8(1), 171–179. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.6907

Harahap, D. G. S., Nasution, F., Nst, E. S., & Sormin, S. A. (2022). Analisis kemampuan literasi siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(2), 2089–2098. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i2.2400

Kartikasari, E. (2022). Faktor pendukung dan faktor penghambat Gerakan Literasi Sekolah. Jurnal Basicedu, 6(5), 8879–8885. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3959

Robiah, R., Hendarman, H., & Hidayat, R. (2023). Evaluasi program literasi anak dengan pendekatan model CIPPO. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 528–539. https://doi.org/10.37985/murhum.v4i1.262

Zukhrufurrohmah, Z., & Putri, O. R. U. (2021). Pendampingan pengembangan instrumen berciri literasi numerasi dalam menyiapkan AKM pada guru SD. JPMB: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Berkarakter, 4(2), 249–260.

Downloads

Published

01-08-2026

How to Cite

Rodyah Widyarini, Surya Alam, Fitri Novitasari, Siti Aisah, & Desni Safitri. (2026). Pendampingan Literasi Dasar Anak Melalui Program Calistung Berbasis Komunitas di Lingkungan Pengajian Kelurahan Banten: Pengabdian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 5(1), 2198–2211. https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7563