Dibalik Kemiskinan Petani Indonesia: Analisis Determinan Rumah Tangga Agraris
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7628Keywords:
Kemiskinan Petani, Determinan Struktural, Rumah Tangga Agraris, Pemberdayaan MasyarakatAbstract
Kemiskinan di kalangan petani Indonesia menghadirkan paradoks: di tengah penurunan angka kemiskinan nasional, rumah tangga agraris justru menanggung beban tiga kali lebih berat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi akar struktural kemiskinan petani melalui analisis kesenjangan, pemetaan spasial, dan determinan. Dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2023 yang mencakup 139.290 rumah tangga petani, penelitian ini menggabungkan statistik deskriptif, pemetaan spasial, dan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) tingkat kemiskinan petani (28,4%) jauh melampaui rata-rata nasional (9,03%); (2) konsentrasi kemiskinan tertinggi di Indonesia Timur (Maluku-Papua 38,6%, Nusa Tenggara 34,2%); dan (3) faktor determinan utama adalah jumlah anggota rumah tangga (OR=1,328), rendahnya pendidikan (OR=0,689), akses kredit terbatas (OR=0,658), kurangnya diversifikasi pekerjaan (OR=0,593), dan lokasi di Indonesia Timur (OR=1,645). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemiskinan petani merupakan akumulasi dari keterbatasan modal manusia, akses pembiayaan, dan ketergantungan pada pertanian yang belum terdiversifikasi. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi kebijakan terarah, khususnya di Indonesia Timur.
References
Adomi, E. E., Ogbimi, G. E., & Akpojosevbe, O. (2023). Determinants of poverty among rural farming households in Nigeria. Journal of Rural Development, 42(1), 45–62.
Agyeman-Boaten, K. (2024). Household characteristics and poverty among smallholder farmers in Ghana. African Journal of Agricultural Research, 20(3), 112–128.
Ai, J., Wang, Q., & Chen, Z. (2023). Financial inclusion and rural poverty reduction in China. China Agricultural Economic Review, 15(2), 234–251.
Al Kindy, M. A. (2025). Determinants of agricultural household poverty in agroecological zones: Highlands vs. lowlands in East Java. SSRN Electronic Journal.
Arifin, H. S., & Nakagoshi, N. (2011). Landscape ecology and urban biodiversity in tropical regions. Springer.
Arifin, M. (2020). Pertanian berkelanjutan dan pembangunan desa. XYZ Press.
Badan Pusat Statistik. (2023). Penghitungan dan analisis kemiskinan makro Indonesia tahun 2023. Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2024). Profil kemiskinan Indonesia Maret 2024. Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2025). Profil kemiskinan Indonesia September 2024. Badan Pusat Statistik.
Becker, G. S. (1962). Investment in human capital: A theoretical analysis. Journal of Political Economy, 70(5), 9–49.
Departemen Pertanian Republik Indonesia. (2019). Pedoman pertanian berkelanjutan. Departemen Pertanian RI.
Fandeli, C. (2002). Perencanaan kepariwisataan alam. UGM Press.
Fauzi, A., Putri, D., & Santoso, H. (2022). Multidimensional poverty determinants in Indonesia. Indonesian Journal of Development Economics, 5(2), 145–162.
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2014). Multivariate data analysis (7th ed.). Pearson.
Hosmer, D. W., & Lemeshow, S. (2000). Applied logistic regression (2nd ed.). John Wiley & Sons.
Imai, K. S., & Azam, M. D. S. (2012). Does microfinance reduce poverty in Bangladesh? New evidence from household panel data. Journal of Development Studies, 48(5), 633–653.
Islam, A., Maitra, P., & Pakrashi, D. (2017). Diversification and poverty in rural Bangladesh. World Development, 95, 234–248.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2020). Pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Khoiruddin, M. A., Suman, A., Prasetyia, F., Susilo, & Yuniasri, E. (2025). Informality and multidimensional child poverty: Evidence from urban and rural Indonesia. Development Studies Research, 12(1).
Lal, R. (2015). Restoring soil quality to mitigate soil degradation. Sustainability, 7(5), 5875–5895.
Maitra, P. (2005). Intergenerational poverty in rural India. Journal of Development Economics, 78(2), 432–456.
Milyan, Rahmatyah, S., Wahyudi, I., & Saranani, M. (2026). Sosialisasi kewirausahaan petani muda dan peningkatan jiwa wirausaha melalui pengembangan agribisnis inovatif. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 5(1), 1945–1949.
Muneer, S., & Khan, F. (2022). Gender and poverty in Bangladesh: Exploring the linkages. Asian Journal of Women's Studies, 28(3), 289–306.
Myrdal, G. (1957). Economic theory and underdeveloped regions. Duckworth.
Nasution, R., & Wahyuni, S. (2018). Pemanfaatan pupuk organik dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 6(2), 45–53.
Perserikatan Bangsa-Bangsa. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. United Nations.
Risky, & Natalia, D. A. (2024). Faktor sosial demografi sebagai penentu kemiskinan pada rumah tangga pertanian di Kalimantan Barat tahun 2023. Jurnal Khatulistiwa, 5(2).
Sari, S. K., & Projo, N. W. K. (2025). Variables affecting extreme poverty of agricultural sector households in Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan, 17(1).
Satria, D., Natalia, C., & Permani, R. (2025). Bridging the digital divide: Internet access and farmer poverty in East Java. Agrisocionomics.
Septya, M. (2024). Determinan kemiskinan multidimensi rumah tangga sektor pertanian di Indonesia tahun 2017–2021 [Tesis Magister, Universitas Andalas].
Setyawan, D., Rahayu, S., & Widodo, T. (2022). Determinan kemiskinan rumah tangga pertanian di Kabupaten Rembang. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis.
Sjafrizal. (2018). Analisis ekonomi regional dan penerapannya di Indonesia. PT RajaGrafindo Persada.
Sukarma, I. W., Pramudita, L. R., & Arianti, R. (2023). Mengurangi ketimpangan sosial: Program bantuan pendidikan. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 1(3), 110–118.
Suparta, I. W., Hasanah, N. R., Lestari, I. D., Pratiwi, D., Ramadhani, S., Laurensia, J., & Putri, A. Z. D. (2026). Analisis struktur ekonomi, daya saing sektoral, dan ketimpangan wilayah di Provinsi Banten tahun 2020–2024. Jurnal Edu Research, 7(2), 2889–2903.
Suryani, L. (2019). Agroeduekotourism sebagai strategi pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 45–52.
Sutanto, R. (2002). Pertanian organik. Kanisius.
Tanjung, A. F., Nurhayati, Dirhamsyah, Nurdiansyah, H., Sianturi, R. H., Cen, C. C., & Khairunnisa, L. (2026). Pengadaan barang dan jasa pupuk pertanian mendukung agroeduekotourism Desa Tumpatan Nibung. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(3), 18676–18680.
Tanjung, Y. N. A., & Sukamdi. (2025). Determinan kemiskinan rumah tangga yang dikepalai perempuan di Daerah Istimewa Yogyakarta: Analisis data Susenas Maret 2023 [Skripsi, Universitas Gadjah Mada].
Tilak, J. B. G. (2002). Education and poverty. Journal of Human Development, 3(2), 191–207.
UNDP. (2024). Human development report 2024. United Nations Development Programme.
Wang, X., Xu, J., & Zhang, H. (2021). Rural poverty and agricultural transformation in China. Food Policy, 102, 102–116.
Wiguno, H., Mahendra, M. O., & Zakiudin, M. A. (2026). Mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi melalui program bantuan pendidikan di Provinsi Banten. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 5(1), 1607–1615.
Yoeti, O. A. (2008). Perencanaan dan pengembangan pariwisata. Pradnya Paramita.
Yu, C., Li, W., & Zhang, Y. (2025). Intergenerational poverty and education in rural China. Journal of Rural Studies, 107, 92–104.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ratna Wulandari, Moh. Unis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












