Implikasi Hukum Tata Negara Terhadap Peran Saniri Negeri dalam Pemerintahan Adat di Maluku Studi Pemerintahan Negeri Sameth

Penelitian

Authors

  • Reksi Giovani Amahoru Universitas Pattimura Ambon
  • Fricean Tutuarima Universitas Pattimura Ambon
  • Jurgen R Litualy Universitas Pattimura Ambon

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.784

Keywords:

Implications, Constitutional Law, Saniri Negeri Sameth

Abstract

This study aims to examine and analyze the meaning of Constitutional Law on the Role of Saniri Negeri in Customary Government in Maluku Study of Sameth State Government. Saniri negeri has functions, legal, obligations that must be carried out. As a representation of citizens in government, Saniri together with the government of the sameth state must pay attention to various problems that occur in the country. This study uses a qualitative descriptive research type (field research). The research subjects selected in this study include state government officials, members of Saniri Negeri and elements in the youth community and community leaders of the sameth state. Among others, saniri negeri 7-10 people. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques are data reduction, data presentation and data retrieval. The results of the study are that. The results of the study indicate a positive relationship and influence between saniri and the community, meaning that the role of saniri negeri in channeling community aspirations has a positive role in influencing the preparation of development programs in Negeri Sameth. Strengthening Saniri also includes bottom-up relations where Saniri can develop their capacity and empower themselves as actors of social reconstruction by inviting the widest possible community participation through all initiatives and decisions they make. The integration of research conducted aims to restore and develop the capacity of Saniri, both the capacity of their institutions and the capacity of their members. In addition, strengthening the capacity of Saniri members is also carried out through education and training, socialization, and technical guidance by synergizing with a community institution (Tifa Damai Maluku Institute) which already has long experience in providing assistance to the community in Negeri Sameth.

References

Anto Sumarman, Hukum Adat Prespektif Sekarang dan Mendatang, Yogyakarta, Adu cita Karya Nusa, 2003, Hal. 17

Huda, Nimatul. Urgensi Pengaturan Desa dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jurnal Padjadjaran Ilmu Hukum. Vol.4. No.01 (2017).

Irfan Nur Rahman dkk., Dasar Pertimbangan Yuridis Kedudukan Hukum Kesatuan Masyarakat Hukum Adat dalam Proses Pengujian Undang-Undang, Jurnal kontitusi, Vol.8, No.5, (Oktober, 2011)Jakarta, 1989

Jimly Asshiddiqie, Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara, Rajagrafindo, Jakarta, 2018.kemasyarakatan, Kompas Pres, Jakarta.

Mahdi Syahbandir, Kedudukan Hukum Adat dalam Sistem Hukum, Jurnal KANUN, No.50

Maladi. Eksistensi Hukum Adat dalam Konstitusi Negara Pasca Amandemen. Mimb Huk.

Manarisip, Marco. Eksistensi Pidana Adat dalam Hukum Nasional. Jurnal Lex Crimen. Vol.1. No.4 (Desember 2012)

Marco Manarisip, Eksistensi Pidana Adat dalam Hukum Nasional, Jurnal Lex Crimen, Masyarakat Hukum Adat Atas Hutan Adat. J Huk Nov. 2016;7(2)

Muhamad A. Rauf, Politik Hukum Pembentukan Desa Adat dalam Sistem Pemerintahan di Indonesia, De Lega Lata: Jurnal Hukum Vol.1 No.2, 201,6 h. 415.

Pattikayhatu, J. A., et.all., 2009, Sejarah Negeri dan Desa di Kota Ambon, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Ambon.

Peraturan Daerah Kabupaten Maluku Tengah Nomor 01 Tahun 2006 Tentang Negeri

Peraturan Daerah Kabupaten Maluku Tengah Nomor 04 Tahun 2006 tentang Pedoman Penataan Saniri Negeri atau Badan Permusyawaratan Negeri

Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pengangkatan,Pemilihan, Pelantikan, Dan Pemberhentian Kepala Pemerintah Negeri.

Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 8 Tahun2017 tentang Negeri.

Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 9 Tahun2017 tentang Penetapan Negeri Di Kota Ambon.

Peraturan Daerah Maluku Tengah Nomor 4 Tahun 2006 Tentang Saniri Negeri, Pasal 7 Ayat (1) Huruf a

Putra, Moh. Alfatah Alti, “Bentuk Penyalahgunaan Wewenang Pejabat PemerintahYang Tidak Dapat Dipidana,” Jurnal Justisi Universitas MuhammadiyahSorong, Vol. 7, No. 2, 2021.

Rahardjo, Satjipto, 2007, Membangun polisi sipil: perspektif hukum, sosial, dan

Ranawidjaya, Usep. 1989. Hukum Tata Negara Indonesia Dasar-Dasarnya. (Jakarta: Ghalia Indonesia)

Rauf, Muhammad. A., “Politik Hukum Pembentukan Desa Adat Dalam SistemPemerintaha di Indonesia,” Jurnal De Lega Lata, Vol. 1, No. 2, 2016.

Ronald Alfredo, Lembaga Adat “saniri” Sebagai Forum Komunikasi Dalam Penyelesaian Masalah Publik Di Ambon, Jurnal Komunikasi Kareba, Ambon, Universitas Pattimura,Vol. 1 No. 3 2011, h. 336.

Sabardi L. Konstruksi Makna Yuridis Masyarakat Hukum Adat Dalam Pasal 18b UUDN RI Sari, Shara Puspita. tanpa tahun.

Macam Macam Hukum Tata Negara Berdasarkan Sumber Formil dan Materil. Makalah. (Padang: Universitas Ekasakti).

Setiady T. Intisari Hukum Adat Indonesia Dalam Kajian Kepustakaan. Alfabeta, Bandung: h.311; 2009. 311 hal.

Shara Puspita Sari, Macam-Macam Hukum Tata Negara Berdasarkan Sumber Formil dan Materil, Makalah, Universitas Ekasakti, Padang, tanpa tahun,

Sudiyat, (1981), Hukum Adat, Yogyakarta: Liberti.

Surojo Wignjodipuro, Pengantar Azas-azas Hukum Adat, Alumni, Bandung, 1973, p. 84 Tahun 1945 Untuk Identifikasi Adanya Masyarakat Hukum Adat. J Huk Pembang.

Titik Triwulan dan Tutik., Konstruksi Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Amendemen UUD 1945, Kencana Pramedia Group Jakarta: 2010, h. 276

Tolib Setiady, Inti Sari Hukum Adat Indonesia dalam Kajian Kepustakaan, Alfabeta,

Tolib Setiady, Intisari Hukum Adat Indonesia dalam kajian kepustakaan, Alfabeta, Bandung, 2008, hal. 134-135.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Desa.

Usep Ranawidjaya, Hukum Tata Negara Indonesia Dasar-Dasarnya, Ghalia Indonesia, Vol.I, No.4 (Desember 2012)

Wignjodipuro, Surojo. 1973. Pengantar Azas-azas Hukum Adat. (Bandung: Alumni).

Yusuf Salamat, Pengaturan Mengenai Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat (studi Kasus Pengakuan Terhadap Hak Atas Tanah), hal. 413

Ziwar Effendi, 1987, Hukum Adat Ambon-Lease, Jakarta, PT. Pradnya Param

Downloads

Published

28-05-2025

How to Cite

Reksi Giovani Amahoru, Fricean Tutuarima, & Jurgen R Litualy. (2025). Implikasi Hukum Tata Negara Terhadap Peran Saniri Negeri dalam Pemerintahan Adat di Maluku Studi Pemerintahan Negeri Sameth: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 2802–2811. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.784