Penguatan Pemahaman Hukum Masyarakat tentang Noodweer pada Tindak Pidana Pencurian di Walantaka
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i2.8031Keywords:
Necessary Self-Defense, Noodweer, Vigilantism, Theft;, Community ServiceAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman hukum masyarakat Kecamatan Walantaka, Kota Serang mengenai pembelaan terpaksa (noodweer) dalam menghadapi tindak pidana pencurian, khususnya mengenai batas penerapannya dan perbedaannya dengan tindakan main hakim sendiri. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan hukum, diskusi interaktif, studi kasus, dan simulasi dengan menggunakan kasus Muhyani sebagai media pembelajaran kontekstual. Materi difokuskan pada unsur serangan atau ancaman serangan yang seketika dan melawan hukum, serta penerapan prinsip proporsionalitas dan subsidiaritas dalam menilai tindakan pembelaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual membantu masyarakat memahami bahwa hak mempertahankan diri tidak dapat dimaknai sebagai kebebasan menggunakan kekerasan, tetapi harus tetap berada dalam batas yang ditentukan hukum. Studi kasus juga digunakan untuk mengarahkan peserta menilai tindakan pembelaan berdasarkan keadaan konkret, bukan semata-mata berdasarkan status korban atau akibat yang ditimbulkan. Selain itu, kegiatan menekankan pentingnya kewaspadaan aktif dan keberanian melapor kepada pihak berwenang sebagai langkah preventif. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan pemahaman masyarakat agar mampu merespons tindak pidana secara lebih proporsional dan sesuai dengan mekanisme hukum.
References
Abraham, J., & Ceccato, V. (2022). Crime and safety in rural areas: A systematic review of the English-language literature 1980–2020. Journal of Rural Studies, 94(1), 250–273. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2022.05.010
Agung, A. A. G., Dewi, A. A. S. L., & Widyantara, I. M. M. (2021). Perlindungan Hukum terhadap Pelaku Pembunuhan Begal atas Dasar Pembelaan Terpaksa. Jurnal Interpretasi Hukum, 2(1), 1–7. https://doi.org/10.22225/juinhum.2.1.3075.1-7
Asif, M. (2023). Police legitimacy and approval of vigilante violence: The significance of anger. Theoretical Criminology, 27(2), 305–325. https://doi.org/10.1177/13624806221101369
Azis, A., Hehanussa, D. J. A., & Supusepa, R. (2024). Penghentian Penyidikan Tindak Pidana Pembunuhan Dalam Kaitan Dengan Pembelaan Terpaksa. Bacarita Law Journal, 4(2), 122–139. https://doi.org/10.30598/bacarita.v4i2.11990
Bahri, S. (2021). Problema dan Solusi Peradilan Pidana yang Berkeadilan dalam Perkara Pembelaan Terpaksa. Jurnal Wawasan Yuridika, 5(1), 131–148. https://doi.org/10.25072/jwy.v5i1.415
Berutu, S. P., Berley, T., Dharmawan, A. Y., & Lubis, A. H. (2024). Pembunuhan Terhadap Pencuri: Aspek Hukum Dan Keadilan Dalam Penegakan Hukum Pidana. PERAHU (Penerangan Hukum): Jurnal Ilmu Hukum, 12(1), 19–35. https://doi.org/10.51826/perahu.v12i1
Butt, S. (2023). Indonesia’s new Criminal Code: indigenising and democratising Indonesian criminal law? Griffith Law Review, 32(2), 190–214. https://doi.org/10.1080/10383441.2023.2243772
Degli Esposti, M., Wiebe, D. J., Gasparrini, A., & Humphreys, D. K. (2022). Analysis of “Stand Your Ground” Self-defense Laws and Statewide Rates of Homicides and Firearm Homicides. JAMA Network Open, 5(2), e220077–e220077. https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2022.0077
Denvir, C., Balmer, N. J., Pleasence, P., & Hagland, T. (2025). Measuring the Perceived (In)accessibility of Courts and Lawyers. Journal of Empirical Legal Studies, 22(3), 298–317. https://doi.org/10.1111/jels.12417
Edri-Peer, O., & Cohen, N. (2023). Procedural justice and the unintended role of street-level bureaucrats in prompting citizens to act as vigilantes. The American Review of Public Administration, 53(2), 62–76. https://doi.org/10.1177/02750740221148192
Fadhilah, A. P. (2025). Analisis Kasus Pembelaan Terpaksa oleh Amaq Sinta Sebagai Alasan Pembenar (Noodweer). Recidive: Jurnal Hukum Pidana Dan Penanggulangan Kejahatan, 14(2), 154–163. https://doi.org/10.20961/recidive.v14i2.98960
Fadhlullah, R., Maulani, D. G., Monica, D. R., & Raharjo, E. (2025). Analisis Yuridis Terhadap Perlindungan Hukum Korban Yang Melakukan Pembelaan Terpaksa. Journal of Contemporary Law Studies, 2(3), 261–274. https://doi.org/10.47134/lawstudies.v2i3.4011
Fadillah, F. D., Aslami, I. F., & Safiulloh, S. (2024). Analisis Yuridis Penetapan Alasan Pembelaan Terpaksa Berdasarkan Surat TAP-209/M.6.10/Eoh.1/12/2023 di Kejaksaan Negeri Serang. Hukum Inovatif: Jurnal Ilmu Hukum Sosial Dan Humaniora, 1(4), 228–243. https://doi.org/10.62383/humif.v1i4.786
Faisal, Yanto, A., Rahayu, D. P., Haryadi, D., Darmawan, A., & Manik, J. D. N. (2024). Genuine paradigm of criminal justice: rethinking penal reform within Indonesia New Criminal Code. Cogent Social Sciences, 10(1), 2301634. https://doi.org/10.1080/23311886.2023.2301634
Fransiska, F., Junaidi, A., & Raharno, R. (2022). Tolok Ukur Pembelaan Terpaksa yang Dibenarkan Menurut Hukum Pidana dari Tindak Pidana Pembunuhan dalam Putusan No.21/PID.B/2018/PN/Magelang. Jurnal Penelitian Serambi Hukum, 15(2), 62–68. https://doi.org/10.59582/sh.v15i02.575
Grote, U., Nguyen, T.-T., Nguyen, T. T., & Neubacher, F. (2024). Determinants and impacts of rural crime victimization: Evidence from a case study in Southeast Asia. Journal of Asian Economics, 91(1), 101712. https://doi.org/10.1016/j.asieco.2024.101712
Habbig, A.-K., & Robeyns, I. (2022). Legal Capabilities. Journal of Human Development and Capabilities, 23(4), 611–629. https://doi.org/10.1080/19452829.2022.2082392
Idayu, M., & Kurniawan, I. D. (2024). Pertimbangan Hakim atas Tindak Pidana Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian dalam Keadaan Noodweer Exces. Verstek, 12(1), 167–176. https://doi.org/10.20961/jv.v12i1.80691
Jaffrey, S. (2023). Mechanics of Impunity: Vigilantism and State-Building in Indonesia. Comparative Politics, 55(2), 287–311. https://doi.org/10.5129/001041523X16645492774955
Jap, C. C., & Rahaditya, R. (2024). Implementasi Pembelaan Terpaksa (Noodweer) sebagai Alasan Penghapus Pidana dalam Kasus Penganiayaan. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(1), 657–666. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i1.1301
Mayesti, S. A., & Marpaung, Z. A. (2025). Perilaku Main Hakim Sendiri Pada Pelaku Pencurian: Perspektif Hukum Pidana Di Indonesia. Jurnal USM Law Review, 8(2), 1067–1087. https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.12286
Neubacher, F., Kissoly, L. D., Faße, A., & Grote, U. (2024). “You sleep with your eyes open”: Understanding rural crime and its implications for community well-being. Journal of Rural Studies, 106(1), 103213. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2024.103213
O’Brien, M., & Windle, J. (2022). The victimisation of farms in Ireland: fear of crime, social isolation and crime prevention. Crime Prevention and Community Safety, 24(3), 286–303. https://doi.org/10.1057/s41300-022-00153-1
Refin, F. R., & Nur Azizi, S. D. (2023). Dasar Hukum Pembelaan Terpaksa (Noodweer) Dan Pembelaan Terpaksa Melampaui Batas (Noodweer Exces). Jurnal Fundamental Justice, 4(2), 141–156. https://doi.org/10.30812/fundamental.v4i2.3277
Sanjaya, I. G. W. M., Sugiartha, I. N. G., & Widyantara, I. M. M. (2022). Pembelaan Terpaksa Melampaui Batas (Noodweer Exces) Dalam Tindak Pidana Pembunuhan Begal Sebagai Upaya Perlindungan Diri. Jurnal Konstruksi Hukum, 3(2), 406–413. https://doi.org/10.22225/jkh.3.2.4847.406-413
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dihan Ahmad Baslayn, Muhamad Ridwan Mazalakono, Samuel Soritua Pandiangan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












