Perlindungan Pengungsi dalam Perspektif Al-Qur’an
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.849Keywords:
Perlindungan Pengungsi, Al-Qur’an, Tafsir TematikAbstract
Fenomena pengungsi sebagai akibat dari konflik, penindasan, dan pelanggaran hak asasi manusia menjadi persoalan global yang mendesak. Dalam sepuluh tahun terakhir, lebih dari 50% pengungsi berasal dari negara-negara dengan mayoritas Muslim. Namun, respon dari dunia Islam terhadap krisis ini masih tergolong minim, baik secara politis maupun hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep dan nilai perlindungan terhadap pengungsi dalam Al-Qur’an. Dengan pendekatan tematik terhadap ayat-ayat suci serta analisis tafsir klasik dan kontemporer, studi ini menelaah istilah-istilah seperti muhajirun, mustadh’afin, istijârah, dan aman yang relevan dengan konteks pengungsian. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan interdisipliner yang melibatkan ilmu tafsir, sejarah, hukum, dan sosiologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan legitimasi moral dan teologis atas perlindungan pengungsi, baik dalam bentuk anjuran hijrah bagi kaum tertindas maupun kewajiban kolektif umat Islam dalam memberikan jaminan keselamatan. Penelitian ini mengusulkan rekontekstualisasi ajaran Islam dalam menjawab krisis pengungsi global dan membangun kesadaran kemanusiaan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
References
Aay, S. H. (2020). Formula Pemeliharaan Jiwa (Hifz al-Nafs) pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Islamic Review: Jurnal Riset Dan Kajian Keislama, 09(01).
Abdullah Bin Muhammad Bin Abdurahman bin Ishaq al-Sheikh. (2004). Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 4. Pustaka Iman Asy-Syafi’i.
Abou-El-Wafa. (n.d.). The Right to Asylum between Islamic Shari’ah and International Refugee Law: Consequences for the Present Refugee Crisis. UNHCR.
Abraha, D. (2019). Genocide & Refugee: Present Conditions of Discrimination and Hatred of Refugees and How to Overcome it. Memorial Foundation.
Ahmad Musthafa Al-Farran. (2008). Tafsir Al-Imâm Asy- Syâfi’I, Penerjemah: Fedrian Hasmand, dkk, Buku ke-2. Almahira.
Al-Khalidi, S. A. F. (n.d.). Mudah Tafsir Ibnu Katsir, Buku ke-2. Magfirah Pustaka.
Al-Qardawi, Y. (n.d.). Did Other Prophets Make Hijrah? Www.Islam-Online.Net.
Al-Zuhaili, W. (2013). Al-Tafsir Al-Munir: Fi al-Aqidah, Wa al-Shariah Wa al-Manhaj, Terj.Abdul Hayyie Al-Kattani, Dkk. Gema Insani.
Asiah, N. (2017). Hak Asasi Manusia Perspektif Hukum Islam. Jurnal Syari’ah Dan Hukum, 15(01).
Askary, S. M. dan S. (n.d.). Refugees Live in destitution in Indonesia years and limbo suffering lead refugees to protest for many weeks now for resettlement. Retrieved March 18, 2022, from https://reliefweb.int/report/indonesia/refugees-live-destitution-indonesia-years-limbo-and-suffering-lead-refugees.
Badruzzaman, A. (n.d.). Teologi Kaum Tertindas: Kajian Tematik Ayat-ayat Mustadh’afin dengan Pendekatan Keindonesiaan. pustaka pelajar.
Bakir, M. (2020). Teknik-Teknik Analisis Tafsir dan Cara Kerjanya. Misykat, 05(01).
Eko, A. W. (n.d.). Ketua PBNU Minta Penolakan Israel di Piala Dunia U-20 Disertai Solusi”. https://nasional.tempo.co/read/1706550/ketum-pbnu-minta-penolakan-israel-di-piala-dunia-u-20-juga-disertai-solusi.
Esack, F. (2000). Membebaskan yang Tertindas: Al-Qur’an, Liberalisme, Pluralisme. Mizan.
Hirsch, A. L. (2022). Externalisation and Access to Asylum: An Investigation Into Australia’s Migration Control Cooperation with Indonesia. Monas University.
Jafaruddin. (n.d.). Nelayan Aceh Utara yang Tolong Warga Rohingya di Tengah Laut Dihukum 5 Tahun Penjara. Retrieved September 8, 2022, from https://aceh.tribunnews.com/2021/06/16/3-nelayan-aceh-utara-yang-tolong-warga-rohingya-di-tengah-laut-dihukum-5-tahun-penjara
Nation, U. (n.d.-a). Convention Relating to the Status of Refugees 1951.
Nation, U. (n.d.-b). Unviersal Declaration of Human Right 1948,.
Purwanto, E. R. (n.d.). Indonesia’s Approach to Refugees and Asylum Seekers: A Critical Review”, dalam , Vol.2 No. 2. Journal of Southeast Asian Human Rights, 02(02).
Quthb, S. (2000). Tafsir fi Zhilalîl Qur’an: Di Bawah Naungan Al-Qur’an, diterjemahkan oleh: Abdul Aziz Salim Basyarahil. Gema Insani.
Rahaei, S. (n.d.). The Rights of Refugee Women and Children in Islam. https://www.fmreview.org/Human-Rights/rahaei
Sadia Najma Kidwai. (2014). The Rights of Forced Migrants in Islam. Islamic Relief Worldwide.
Shihab, M. Q. (2002a). Tafsir Al-Misbah: Pesan Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, Jilid 5. Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2002b). Tafsîr al-Mishbâh: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, Jilid 10. Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2002c). Tafsîr al-Mishbâh: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, Jilid 13. Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2002d). Tafsîr al-Mishbâh: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, Jilid 9. Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2002e). Tafsîr al-Mishbâh: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Jilid 2. Lentera Hati.
UNHCR. (2011). The 1951 Convention Relating to The Status of Refugees and Its 1967 Protocol,. UNHCR.
Zaat, K. (2007). The Protection of Forced Migrants in Islamic Law. Melbourne Law School & UNHCR.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rachmawati Putri, Nur Rofiah, Jun Firmansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












