Pengendalian Pencemaran Sungai Mencirim dengan Sosialisasi Membuat Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga dalam Upaya Menjaga Kondisi Kesehatan Penduduk Kota Binjai
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.950Keywords:
Pencemaran Sungai, Kesehatan MasyarakatAbstract
Pengabdian ini dilakukan karena banyaknya pencemaran yang terjadi di Sungai Sei Mencirim Binjai. Hal tersebut mengakibatkan kesehatan masyarakat di sekitar sungai Sei Mencirim sangat terganggu karena kualitas air menunjukkan kondisi yang tercemar. Jenis pengabdian ini termasuk dalam studi kasus. Lokasi pengabdian dilakukan di Sungai Sei Mencirim pada bulan September dan Oktober 2024. Populasi pengabdian adalah aliran sungai yang mengalir melalui Sungai Sei Mencirim Binjai, sedangkan sampel pengabdian adalah sampel air sungai di sepanjang Sungai Sei Mencirim Binjai dengan cara mengambil tiga sampel pada setiap plot dengan jarak antar plot masing-masing tiga ratus meter dan koordinatnya ditentukan dengan menggunakan Koordinat GPS. Hasil pengujian parameter kualitas air sungai Sei Mencirim menyatakan bahwa parameter TSS, BOD, COD, total fosfat sebagai P, E colli dan fecal coliform telah melebihi standar baku mutu air yang disepakati dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001. Hasil status mutu air Sungai Sei Mencirim Binjai dikarakterisasi memakai metode Indeks Pencemaran yaitu sesuai dengan batas baku mutu air termasuk dalam kategori tercemar sedang. E. Coli dan Fecal Coliform sangat tinggi. Sisi ini dapat terjadi sebab pada air sungai terindikasi telah terjadi pencemaran tinja manusia atau hewan pada air tersebut.
References
A. Tresna Sastrawijaya. (2009). Pencemaran Lingkungan, (Jakarta: Rineka cipta.)
Andrie Kesuma Saragih dan Nahor M. Simanungkalit. (2015). Aktifitas Masyarakat Dalam Pengendalian Pencemaran Sungai Mencirim Di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai. Jurnal Tunas Geografi Vol 4 No 1 2015
Asep Sugara. (2017). Implementasi Kebijakan Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Kali SABI di Kota Tangerang. Jurnal Mozaik Vol IX Edisi 1 Juli 2017
Dyah Marganingrum. (2013). Diferesiasi Sumber Pencemar Sungai Menggunakan Pendekatan Metode Indeks Pencemar (IP). (Studi Kasus: Hulu DAS Citarum)”, Ris.Geo. Tam Vol. 23, No.1, Juni 2013
Effendi,H.,2003.Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan.
Hendrawan,2005. Kualitas Air Sungai dan Situ di DKI Jakarta. Universitas Trisakti Jakarta Barat.
Junita Deli Lasma Siagian.(2021). Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik di Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai.Skripsi Universitas Sumatera Utara, Medan.
Muhammad Mufti Farabi.(2022).Evaluasi Kebutuhan Air Bersih Untuk Masyarakat di Kecamatan Binjai Timur. Skripsi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Medan Area,Medan.
Nurdijanto. (2000). Kimia Lingkungan. Pati. Yayasan peduli Lingkungan.
Peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu
Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, Sistem Informasi Lingkungan Hidup Provinsi Lampung,” (On-line), tersedia di: http://bplhd.lampungprov.go.id (6 Febuari 2017)
Zoer’aini Djamal Irawan. (2012). Prinsip-prinsip ekologi ekosistem, lingkungan dan pelestariannya. (Jakarta:Bumi Aksara)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dalimawaty Kadir, Beta Rapita Silalahi, Dara Fitrah Dwi, Sapnita, Fitria Rhamadona, Intan Nur Fatma, Desi Rintawana Panjaitan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












