Pendampingan Penguatan Aset Budaya dan Aset Sejarah Sebagai Daya Tarik Wisata di Desa Ketangga
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1186Keywords:
Pendampingan Masyarakat, Aset Budaya, Aset Sejarah, Daya Tarik Wisata, Desa KetanggaAbstract
Desa Ketangga merupakan salah satu desa yang kaya akan aset budaya dan sejarah, namun belum sepenuhnya dimaksimalkan sebagai kekuatan ekonomi melalui sektor pariwisata. Aset budaya seperti kesenian lokal dan ritual adat serta aset sejarah seperti situs dan bangunan bersejarah memiliki nilai strategis untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Pendampingan ini bertujuan untuk menguatkan aset budaya dan aset sejarah yang dimiliki Desa Ketangga. Metode yang digunakan mencakup: analisis kebutuhan, pembuatan video promosi wisata, peningkatan kualitas lokasi situs sejarah, seminar dan napak tilas. Hasil dari kegiatan pendampingan menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan terutama terkait kualitas aset budaya dan aset sejarah sebagai daya tarik wisata, seperti meningkatnya media promosi wisata berupa video promosi wisata budaya dan sejarah Desa Ketangga, meningkatnya kualitas lokasi situs sejarah Desa Ketangga, meningkatnya pengetahuan dan kepedulian pemuda dan pelajar terhadap pentingnya pelestarian budaya dan sejarah lokal. Selain itu, pendampingan ini juga mendorong sinergi antara pemerintah desa, tokoh adat, pelaku seni, dan kelompok pemuda dalam menyusun rencana pengelolaan dan pengembangan desa wisata yang berkelanjutan di Desa Ketangga
References
Antara, M., & Arida, I. N. (2015). Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Budaya: Tinjauan terhadap Desa Wisata di Jawa Tengah. Jurnal Pengembangan Pariwisata, 3(1), 15-25.
Chaerunissa, S. F., & Yuniningsih, T. (2020). Analisis Komponen Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Wonolopo Kota Semarang. Journal Of Public Policy And Management Review, 9(4), 159-175.
Choirunnisa, I., & Karmilah, M. (2021). Strategi Pengembangan Pariwisata Budaya: Studi Kasus Kawasan Pecinan Lasem, Kampung Lawasmaspati, Desa Selumbung. Jurnal Kajian Ruang, 12(12), 106-125.
Ethika, T. D. (2016). Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 di Kabupaten Sleman. Jurnal Kajian Hukum, 1(2), 133-145.
Fitriyanti, Z., & Wijayanti, A. (2025). Analisis Pengembangan Tradisi Sesitian sebagai Potensi Wisata Budaya di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur. Jurnal Ilmiah IDEA, 3(2), 102-114.
Illeris, K. (2018). Contemporary Theories of Learning: Learning Theorists in Their Own Words (2nd ed.). Routledge.
Kasmin, K., Caesariano, L., & Julian, M. (2022). Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya Lokal dengan Analisis Bibliometrik. Jurnal Kajian Pariwisata dan Bisnis Perhotelan, 3(3), 157-169.
Majid, Z. R., & Karniawati, N. (2024). Analisis Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya pada Rumah Adat Cikondang di Wilayah Kabupaten Bandung. Journal of Communication and Cultural Studies, 1(1), 1-9.
Nur, M. R. (2023). Implementasi Kebijakan Pengelolaan Pariwisata pada Situs Kampung Domba Kecamatan Pandeglang. Jurnal SENASKAH, 269-274.
Safitri, D., & Priyanto, P. (2015). Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Budaya: Tinjauan terhadap Desa Wisata di Jawa Tengah. Jurnal Pengembangan Pariwisata, 3(1), 15-25.
Staiff, R. (2020). Re-imagining Heritage Interpretation: Enchanting the Past–Engaging the Present. Channel View Publications.
Sugiyarto, S., & Amaruli, R. J. (2018). Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal. Jurnal Administrasi Bisnis, 7(1), 45-52.
Tilden, F. (2007). Interpreting Our Heritage (4th ed., revised by Beck, L. & Cable, T.). University of North Carolina Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hasrul Hadi, Dodi Ardiyantok, Ahmad Royi Wijaya, M. Ramadhani, Baiq Apriliana, Eka Fitriani, Yoza Hazmini, Deliyana Wika Kinanti, Dini Damayanti, Netty Paria Astuti, Baiq Dea Novalia, Widia Astuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












