Takwa dan Ketenangan Jiwa, Tafsir Tematik QS. An-Naba’
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1214Keywords:
Takwa, Ketenangan Jiwa, PsikologiAbstract
Artikel ini membahas hubungan antara konsep takwa dalam ajaran Islam dan ketenangan jiwa dalam kehidupan sehari-hari, dengan merujuk pada QS. An-Naba ayat 31. Kata "al-muttaqīn" dalam ayat tersebut diartikan sebagai orang-orang yang taat kepada Allah, menjaga diri dari dosa, dan hidup dengan landasan tauhid. Dalam kajian ini, digunakan pendekatan psikologi, khususnya teori well-being dari Martin Seligman, yang menyebut bahwa kesejahteraan psikologis terdiri dari lima unsur: emosi positif, keterlibatan, hubungan yang baik, makna hidup, dan pencapaian. Hasil kajian menunjukkan bahwa orang yang bertakwa cenderung memiliki pengendalian diri yang baik, merasa lebih tenang karena dekat dengan Allah, dan mampu menghadapi tekanan hidup melalui doa, zikir, dan sikap tawakal. Mereka juga umumnya memiliki hubungan sosial yang sehat dan emosi yang stabil. Dengan demikian, takwa tidak hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan, tetapi juga menjadi cara untuk menjaga kesehatan mental dan ketenangan jiwa. Temuan ini penting untuk mendukung pengembangan pendekatan spiritual dalam menjaga kesehatan mental di masa kini.
References
al-Asfahani, R. (t.thn.). Al-Mufradat fi Gharib al-Qur’an. Beirut: Dar al-Qalam.
Al-Qurthubi. (t.thn.). Al-Jami‘ li Ahkam al-Qur’an. Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi.
Az-Zuhaili, W. (2000). Tafsir al-Munir fi al-‘Aqidah wa al-Shari‘ah wa al-Manha. Beirut: Dar al-Fikr.
Fredrickson, B. L. (2001). The role of positive emotions in positive psychology: The broaden-and-build theory of positive emotions. American Psychologist, 218–226.
Goleman, D. (1995). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. Bantam Books.
Hood, R. W. (2009). The psychology of religion: An empirical approach. Guilford Press.
Katsir, I. (1999). Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Katsir, I. (2000). afsir al-Qur’an al-‘Azhim. Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi.
Koenig, H. G. (2012). Religion, Spirituality, and Health: The Research and Clinical Implications. ISRN Psychiatry.
Pargament, K. I. (2002). The bitter and the sweet: An evaluation of the costs and benefits of religiousness. Psychological Inquiry, 168–181.
Qutb, S. (2001). Fi Zhilalil Qur’an. Kairo: Dar al-Shuruq.
Ryff, C. D. (1998). The contours of positive human health. Psychological Inquiry, 1–28.
Seligman, M. E. (2011). Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. Free Press.
Vaughan, F. (2002). What is Spiritual Intelligence? Journal of Humanistic Psychology, 16–33.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Annantya Tri Angga Putu Salamun , Ainur Rhain

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












