Makna Filosofis Atap Tumpang Masjid Agung Demak: Kajian Semiotika Roland Barthes
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2242Keywords:
Pendampingan, Ecoprint, Kreativitas, Ramah Lingkungan, Siswa Sekolah DasarAbstract
Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Tidak hanya itu salah satu elemen arsitektural yang paling menonjol adalah atap tumpang, yang tidak hanya berfungsi secara struktural tetapi juga mengandung makna filosofis yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan makna filosofis atap tumpang Masjid Agung Demak dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dan metode kualitatif deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi literatur yang mencakup kajian tentang arsitektur masjid agung Demak, wawancara dari narasumber yang kompeten dalam bidang sejarah masjid Agung Demak, dan dokumentasi asli dalam bentuk visual masjid agung Demak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam makna denotatif, atap tumpang Masjid Agung Demak merepresentasikan struktur khas bangunan tradisional Jawa yang berfungsi sebagai perlindungan dan ventilasi alami. Sedangkan dalam makna konotatif, atap ini memiliki simbolisme spiritual yang mencerminkan tiga tingkatan dalam keberagamaannya: Syariat (aspek hukum Islam), Thariqat (jalan spiritual), dan Hakikat (kesempurnaan iman menuju kemakrifatan). Analisis Roland Barthes menunjukkan bahwa arsitektur masjid ini tidak hanya sebagai elemen fisik, tetapi juga sebagai sistem tanda yang merefleksikan hierarki nilai-nilai Islam dan kosmologi keislaman masyarakat Jawa. Penelitian ini memperkuat pandangan bahwa simbolisme dalam arsitektur Islam memiliki hubungan erat dengan nilai-nilai budaya dan keagamaan.
References
Andeng, Andeng, dan Ratna Darmiwati. 2022. “Pendekatan Pengaruh Konsep Arsitektur Islam Masjid Agung Demak Pada Perancangan Masjid Di Jawa.” The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) 1 (2): 92–106. https://doi.org/10.37477/csds.v1i2.403.
Al-Ghazali. (1983). Ihya Ulumuddin. Beirut: Dar al-Fikr.
Ali, Mohammad Daud. Hukum Islam, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam din Indonesia. Cet. XVI; Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2011.
Arifin, I. (2014). Makna Simbolik Arsitektur Masjid Agung Demak dalam Perspektif Budaya Islam Jawa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azra, A. (1999). Tasawuf dan Thariqah di Dunia Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Barthes, R. (1977). Elements of Semiology. Hill and Wang.
Craven, K.C. (2011). Islamic Architecture in Southeast Asia: Spirituality and Identity. Oxford University Press.
Dinas Pariwisata Demak. (n.d.). Masjid Agung Demak. Retrieved from pariwisata.demakkab.go.id
Era.id. (2021). Sejarah Singkat Masjid Agung Demak, dari Arsitektur hingga Filosofi Bangunannya. Retrieved from era.id
Fairuz Sabiq. (2021). Sunan Kalijaga Dan Mitos Masjid Agung Demak. IAIN. Surakarta.
Fatayan A, Bachrudin AA, Ayu S. (2022). Evaluasi Efektivitas Sekolah Dasar dan Menengah Muhammadiyah Cabang Ciledug Kota Tangerang. Edukatif J Ilmu Pendidik. 4(3):4258-4265. doi:10.31004/edukatif.v4i3.2850
Geonusantara. (2018). Atap tumpang pada Masjid-Masjid di Jawa: Bentuk Filosofi Mendalam terhadap Umat Akhir Jaman. Retrieved from geonusantara.org
Hatta, Juparno. 2019. “Konstruksi Mitos Iluminati Pada Masjid Al-Safar.” Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama dan Peumabahn Sosial 13 (2): 67–94.
Hoed, B. H. (2014). Semiotika & Dinamika Sosial Budaya (3rd ed.).
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2020). 5 Arsitektur Masjid Bersejarah di Indonesia yang Penuh Filosofi. Retrieved from kemenparekraf.go.id
Kallang A. (2018). Konteks Ibadah Menurut Al-Quran. Al-Din J Dakwah dan Sos Keagamaan. vol. 4, no. 2, pp. 1–13, 2018, doi: 10.35673/ajdsk.v4i2.630.
Masitoh D. (2021). Konsep Ihsan Perspektif Ibnu Atha’illah Al-Sakandari Dalam Kitab Al_Hikam. Published online.
Nasr, S.H. (1987). Islamic Science: An Illustrated Study. World Wisdom.
Nasr, S. H. (1994). The Garden of Truth: The Vision and Promise of Sufism, Islam's Mystical Tradition. New York: HarperOne.
Nata, A. (2010). Pendidikan Islam di Indonesia: Dari Masa Ke Masa. Jakarta: Prenada Media Group.
Nurdin N. (2021). Analisis Semiotik Roland Barthes Terhadap Busana Rimpu Wanita Bima. J Ilm Mandala Educ.
Nur Muharromah, M., & Zaidah, N. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Tradisi Siraman dalam Pernikahan Adat Jawa di Aksara Wedding Organizer Semarang. R2J, 6(5). https://doi.org/10.38035/rrj.v6i5
Puspytasari HH. (2022). Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter bagi Anak. J Pendidik Islam.;6(1):1-10.
Qardhawi, Y. (2011). Fiqh Maqashid Syariah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Rahay. Faizah, Elmustian S. (2023). Denotasi, Konotasi dan Mitos dalam Simbol Ragam Hias Rumah Lontiok di Desa Wisata Pulau Belimbing Kuok Kabupaten Kampar. J Pendidik Dan Konseling. 5(1):2631-2637.
Sodik A. (2020). Pengertian Islam | Inilah Islam. Pengantar Stud Islam. Published online. Hal:208.
Soekmono, R. (1995). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Penerbit Kanisius.
Syarif N. (2018). Pendekatan Semiotika Dalam Studi Al-Qur’an. An-Nida’ J Prodi Komun PenyiaranIslam; Vol.5 (1, Januari): 94-108. https://e-jurnal.stail.ac.id/index.php/annida/article/download/50/46
Werdiningsih, Yuli Kurniati, dan Setia Naka Andrian. 2020. “Konsep Tuhan ‘Tak Berawal Tak Berakhir’ Dalam Teks Serat Sastra Gendhing,” 598–606.
Wiyoso, A. (2017). Arsitektur Tradisional Jawa: Simbolisme dan Kosmologi dalam Bangunan Sakral. Surakarta: UNS Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hasan Asroh, Yuli Kurniati Werdiningsih, Sunarya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












