Membangun Karakter Anti-Bullying pada Anak Sekolah Dasar Studi Kasus Siswa SDN Sindangsari 2 Kabupaten Tangerang melalui Media Komunikasi dan Pendekatan Wisata Edukasi
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2438Keywords:
bullying global, komunikasi positif, wisata edukasi, pencegahan bullying, karakter anak sekolah dasarAbstract
Bullying baik secara fisik, verbal, maupun daring adalah fenomena global yang masih sangat memprihatinkan. Data UNESCO menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga siswa usia 13–15 tahun mengalami bullying di sekolah. Studi termutakhir juga mengindikasikan bahwa sebanyak 30,5 % remaja dari 83 negara mengaku pernah menjadi sasaran bullying . Riset TIMSS (2023) menambah kekhawatiran: laporan bullying meningkat dari 45 % ke 56 % pada siswa kelas 4, dan dari 60 % ke 64 % untuk siswa kelas 8 . Bullying memiliki implikasi serius terhadap kesehatan mental: di Amerika Serikat, 34 % remaja mengalami bullying dalam rentang Juli 2021–Desember 2023, dan mereka yang menjadi korban hampir dua kali lebih mungkin mengalami kecemasan (29,8 %) dan depresi (28,5 %) dibanding yang tidak di-bully . Selain itu, meta-analisis global mengungkap bahwa lebih dari 1 dari 5 anak dan remaja—sekitar 24 %—mengalami kekerasan (termasuk bullying) selama pandemi COVID-19 . Keberlanjutan dampak tersebut merefleksikan kebutuhan intervensi yang inovatif dan menyeluruh. Dalam konteks ini, integrasi teori komunikasi positif seperti Nonviolent Communication (Rosenberg, 2003) dengan wisata edukasi (Yoeti, 2016) menawarkan pendekatan yang berpotensi efektif untuk membentuk karakter anti-bullying pada anak usia sekolah dasar. Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun karakter anti-bullying pada siswa SDN Sindangsari 2 melalui penggunaan media komunikasi interaktif dan pendekatan wisata edukasi kreatif. Metode meliputi sosialisasi, permainan simulasi, dan kunjungan edukatif berbasis kerjasama. Hasil yang diharapkan antara lain peningkatan pemahaman siswa terhadap bullying, kemampuan berkomunikasi secara positif, dan tumbuhnya rasa empati serta solidaritas antarteman.
References
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall. (dasar teori belajar observasional)
Bauer, N. S., Lozano, P., & Rivara, F. P. (2007). The effectiveness of the Olweus Bullying Prevention Program in public middle schools: A controlled trial. Journal of Adolescent Health, 40(3), 266–274.
Burleson, B. R. (2010). The experience and effects of emotional support: What the study of cultural and gender differences reveals. Handbook of Communication and Emotion. Guilford.
Crokidakis, N. (2025). A mathematical model for the bullying dynamics in schools. arXiv.
Eliot, M., Cornell, D., Gregory, A., & Fan, X. (2010). Supportive school climate and student willingness to seek help for bullying and threats of violence. Journal of School Psychology, 48(6), 533–553.
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. W. W. Norton & Company. (teori perkembangan identitas usia sekolah)
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. (2022). Laporan Nasional Kasus Bullying pada Anak di Indonesia. Jakarta: KemenPPPA. https://kemenpppa.go.id
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Statistik Pendidikan Indonesia 2021. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemendikbudristek. https://statistik.data.kemdikbud.go.id
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Kornblum, W., & Yamamoto, K. (2002). Social structure and personality. McGraw-Hill. (teori interaksi sosial)
Kurniawati, D., & Wibowo, A. (2019). Implementasi program sekolah ramah anak dalam pencegahan bullying di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(2), 233–245. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpka
Limber, S. P., Olweus, D., Wang, W., Masiello, M., & Breivik, K. (2018). Evaluation of the Olweus Bullying Prevention Program: A large scale study of U.S. students in grades 3–11. Journal of School Psychology, 69, 56–72.
Midgett, A., & Doumas, D. M. (2020). Evaluation of a brief, school-based bystander bullying intervention: A pilot study at an ethnically blended, low-income school. Journal of Educational Psychology Research, 2(2), 52–60.
Olweus, D. (1994). Bullying at school: Basic facts and effects of a school-based intervention program. Journal of Child Psychology and Psychiatry.
Olweus, D., & Limber, S. P. (2019). Addressing specific forms of bullying: A large-scale evaluation of the Olweus Bullying Prevention Program. International Journal of Bullying Prevention, 1, 70–84.
Pratiwi, Y., & Widodo, S. (2022). Pengembangan wisata edukasi berbasis kearifan lokal untuk membentuk karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 78–90. https://journal.uny.ac.id
Puspitasari, R., & Santosa, H. (2021). Peran guru dalam pencegahan bullying di sekolah dasar melalui komunikasi empatik. Jurnal Ilmu Pendidikan, 27(1), 45–56. https://journal.um.ac.id
Putri, S. N., & Hidayat, R. (2021). Fenomena bullying di kalangan siswa sekolah dasar dan implikasinya terhadap prestasi belajar. Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 6(2), 98–110. https://journal.unesa.ac.id
Rahayu, T. (2020). Efektivitas komunikasi non-kekerasan (NVC) dalam mereduksi perilaku agresif siswa sekolah dasar. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 6(1), 12–22. https://journal.uny.ac.id
Reijntjes, A., Kamphuis, J. H., Prinzie, P., & Telch, M. J. (2010). Peer victimization and internalizing problems in children: A meta-analysis of longitudinal studies. Child Abuse & Neglect, 34(4), 244–252.
Rosenberg, M. B. (2003). Nonviolent communication: A language of life (2nd ed.). Encinitas, CA: PuddleDancer Press.
Salmivalli, C., Kärnä, A., & Poskiparta, E. (2011). Counteracting bullying in Finland: The KiVa program and its effects on different forms of being bullied. International Journal of Behavioural Development, 35(5), 405–411.
Salmivalli, C., Kärnä, A., & Poskiparta, E. (2010a). Development, evaluation, and diffusion of a national anti-bullying program, KiVa. In S. R. Jimerson, S. M. Swearer, & D. L. Espelage (Eds.), Handbook of bullying in schools: An international perspective (pp. 238–252). Routledge.
Salmivalli, C., Kaukiainen, A., & Voeten, M. (2005). Anti-bullying intervention: Implementation and outcome. British Journal of Educational Psychology, 75(3), 465–487.
Smith, P. K., Pepler, D., & Rigby, K. (Eds.). (2004). Bullying in schools: How successful can interventions be. Cambridge University Press.
Supriyadi, T., & Amalia, D. (2020). Wisata edukasi sebagai media pembelajaran kontekstual siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 5(1), 15–27. https://ejournal.upi.edu
Suryana, Y. (2020). Pendidikan karakter melalui komunikasi positif pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 123–135. https://journal.uny.ac.id
Suwito, A. (2020). Effectiveness of outing class-based educational tourism on communication skills of elementary students. Journal of Educational Tourism. (penelitian Indonesia)
UNESCO. (2023). New data reveal one in three teens bullied worldwide. UNESCO.
UNICEF. (2021). UNICEF poll: More than a third of young people in 30 countries report being victim of online bullying. UNICEF.
Van Hee, C., Jacobs, G., Emmery, C., Desmet, B., Lefever, E., Verhoeven, B., … & Daelemans, W. (2018). Automatic detection of cyberbullying in social media text. arXiv.
WHO-Europe. (2024). One in six school-aged children experiences cyberbullying — finds new WHO-Europe study. WHO Europe.
Yoeti, O. A. (2016). Wisata edukasi dan pembangunan karakter. Jakarta: Rajawali Press. (buku pariwisata edukasi)
Zhao, N., Yang, S., Zhang, Q., Wang, J., Xie, W., Tan, Y., & Zhou, T. (2023). School bullying results in poor psychological conditions: Evidence from a survey of 95,545 subjects. arXiv.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 RD. Hera Merdeka Khazinatul Khaeriah, Silfiana Dian Lestari, Asfitri Hayati, Rella Dwi Respati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












