Komunikasi Edukatif Menabung Sejak Dini untuk Mendukung Kebiasaan Wisata Pintar pada Siswa Sekolah Dasar(Studi Kasus Siswa SDN Sindangsari 2 Kabupaten Tangerang)

Authors

  • Silfiana Dian Lestari Universitas Muhammadiyah
  • RD. Hera Merdeka Khazinatul Khaeriah Universitas Muhammadiyah
  • Asfitri Hayati Universitas Muhammadiyah
  • Rella Dwi Respati Universitas Muhammadiyah
  • Raden Aries Sofwan Zarkasih STMIK Cilegon

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5015

Keywords:

Komunikasi edukatif; menabung sejak dini; wisata pintar; siswa sekolah dasar; literasi pariwisata

Abstract

Rendahnya literasi keuangan sejak usia dini masih menjadi tantangan dalam pembentukan perilaku anak, termasuk dalam konteks perencanaan aktivitas wisata yang bijak. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK tahun 2022, tingkat literasi keuangan nasional berada pada angka 49,68%, sementara literasi keuangan pada kelompok usia anak dan remaja masih relatif rendah. Di sisi lain, pariwisata sebagai aktivitas sosial dan budaya memerlukan kesiapan perilaku, termasuk kemampuan merencanakan pengeluaran secara sederhana. Oleh karena itu, edukasi menabung sejak dini menjadi penting sebagai fondasi pembentukan kebiasaan wisata pintar pada anak sekolah dasar.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan menabung sejak dini kepada siswa sekolah dasar melalui pendekatan komunikasi edukatif yang sesuai dengan karakteristik anak. Edukasi menabung diposisikan sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan wisata pintar, yaitu sikap bijak, terencana, dan bertanggung jawab dalam mengenal aktivitas wisata. Kegiatan dilaksanakan pada siswa sekolah dasar dengan metode komunikasi partisipatif melalui storytelling, media visual, permainan edukatif, dan simulasi sederhana perencanaan wisata. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep menabung dan perencanaan sederhana. Sebelum kegiatan, hanya sekitar 32% siswa yang memahami tujuan menabung secara konsisten, sedangkan setelah pelaksanaan PkM persentase tersebut meningkat menjadi 71%. Selain itu, sebanyak 68% siswa mampu mengaitkan kegiatan menabung dengan tujuan wisata sederhana, seperti menabung untuk kunjungan edukatif atau rekreasi keluarga. Kegiatan ini membuktikan bahwa komunikasi edukatif yang dirancang secara tepat mampu membentuk kebiasaan positif berkelanjutan sejak dini. Edukasi menabung tidak hanya meningkatkan literasi keuangan dasar, tetapi juga berperan dalam menanamkan kesadaran wisata pintar pada siswa sekolah dasar sebagai bagian dari pendidikan karakter dan literasi pariwisata.

References

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.

Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice Hall.

Belch, G. E., & Belch, M. A. (2018). Advertising and promotion: An integrated marketing communications perspective (11th ed.). McGraw-Hill Education.

Borg, W. R., & Gall, M. D. (2003). Educational research: An introduction (7th ed.). Allyn & Bacon.

Bruner, J. S. (1996). The culture of education. Harvard University Press.

Buhalis, D. (2003). eTourism: Information technology for strategic tourism management. Pearson Education.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dewey, J. (1938). Experience and education. Macmillan.

Fishbein, M., & Ajzen, I. (2010). Predicting and changing behavior: The reasoned action approach. Psychology Press.

Hovland, C. I., Janis, I. L., & Kelley, H. H. (1953). Communication and persuasion: Psychological studies of opinion change. Yale University Press.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.

Kotler, P., Bowen, J. T., & Makens, J. C. (2016). Marketing for hospitality and tourism (6th ed.). Pearson Education.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.

Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44. https://doi.org/10.1257/jel.52.1.5

McQuail, D. (2010). McQuail’s mass communication theory (6th ed.). SAGE Publications.

Middleton, V. T. C., Fyall, A., Morgan, M., & Ranchhod, A. (2009). Marketing in travel and tourism (4th ed.). Butterworth-Heinemann.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Mowen, J. C., & Minor, M. (2002). Consumer behavior. Prentice Hall.

Organisation for Economic Co-operation and Development. (2019). OECD/INFE toolkit for measuring financial literacy and financial inclusion. OECD Publishing.

Organisation for Economic Co-operation and Development. (2020). Financial literacy of youth. OECD Publishing.

Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2022. OJK Republik Indonesia.

Pike, S., & Page, S. J. (2014). Destination marketing organizations and destination marketing: A narrative analysis of the literature. Tourism Management, 41, 202–227. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2013.09.009

Prochaska, J. O., & DiClemente, C. C. (1983). Stages and processes of self-change: Toward an integrative model of change. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 51(3), 390–395. https://doi.org/10.1037/0022-006X.51.3.390

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.

Schiffman, L. G., & Wisenblit, J. (2015). Consumer behavior (11th ed.). Pearson Education.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Swarbrooke, J. (1999). Sustainable tourism management. CABI Publishing.

Tilson, J., & Getty, J. M. (2016). Financial literacy and youth behavior. Journal of Financial Education, 42(1), 45–68.

UNESCO. (2017). Education for sustainable development goals: Learning objectives. UNESCO Publishing.

UNICEF. (2019). Child-friendly schools manual. UNICEF.

United Nations World Tourism Organization. (2018). Tourism for development: Key areas for action. UNWTO.

United Nations World Tourism Organization. (2021). Tourism and the sustainable development goals. UNWTO.

Wells, W. D., Burnett, J., & Moriarty, S. (2006). Advertising: Principles and practice (7th ed.). Pearson Education.

Yamane, T. (1973). Statistics: An introductory analysis (3rd ed.). Harper & Row.

Zaltman, G. (2003). How customers think: Essential insights into the mind of the market. Harvard Business School Press.

Hidi, S., & Renninger, K. A. (2006). The four-phase model of interest development. Educational Psychologist, 41(2), 111–127. https://doi.org/10.1207/s15326985ep4102_4

Heckman, J. J. (2006). Skill formation and the economics of investing in disadvantaged children. Science, 312(5782), 1900–1902. https://doi.org/10.1126/science.1128898

Klapper, L., Lusardi, A., & van Oudheusden, P. (2015). Financial literacy around the world. World Bank.

OECD. (2018). PISA global competence framework. OECD Publishing.

OECD. (2021). Financial education for youth. OECD Publishing.

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Intrinsic and extrinsic motivations. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 54–67. https://doi.org/10.1006/ceps.1999.1020

Sirgy, M. J. (2012). The psychology of quality of life. Springer.

Downloads

Published

18-01-2026

How to Cite

Silfiana Dian Lestari, RD. Hera Merdeka Khazinatul Khaeriah, Asfitri Hayati, Rella Dwi Respati, & Raden Aries Sofwan Zarkasih. (2026). Komunikasi Edukatif Menabung Sejak Dini untuk Mendukung Kebiasaan Wisata Pintar pada Siswa Sekolah Dasar(Studi Kasus Siswa SDN Sindangsari 2 Kabupaten Tangerang). Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(3), 17848–17859. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5015