Pengaruh Jumlah Produksi Perikanan Tangkap Terhadap PDRB Kota Dumai
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3093Keywords:
capture fisheries, GRDP, Dumai City, blue economyAbstract
This study analyzes the effect of capture fisheries production on the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of Dumai City from 2020 to 2024. A descriptive quantitative method was applied using secondary data from the Marine and Fisheries Office and the Central Bureau of Statistics (BPS). The results show that capture fisheries production fluctuated, with a significant increase of 266 percent in 2021 compared to the previous year. The main commodities—shrimp, Lomek, and Bombay duck—jointly contributed more than 20 percent of total production value. On average, the capture fisheries subsector contributed 1.48 percent to Dumai’s GRDP. These findings indicate that capture fisheries hold significant economic potential but require blue economy–based management to enhance value added and ensure sustainable resource utilization.
References
Adhawati, S. S. (2023). Potensi dan proyeksi nilai PDRB sektor perikanan Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 18(2), 101–114.
Amalia, D., & Efendi, A. (2020). Peran perikanan tangkap terhadap pendapatan rumah tangga nelayan di Provinsi Lampung. Jurnal Ekonomi Kelautan, 5(1), 45–58.
Fatahurrazak, F., & Adel, J. F. (2020). Pengaruh nilai produksi perikanan budidaya air laut, perikanan budidaya air tawar, dan perikanan tangkap terhadap produk domestik regional bruto. Student Online Journal of Faculty of Economics (SOJFE), 1(2), 45–55.
Khoirunnizam, R. (2024). Analisis kontribusi perikanan tangkap terhadap PDRB Provinsi Jawa Timur. Jurnal Ekonomi Sumber Daya Perairan, 7(1), 22–35.
Kusdiantoro, K., Fahrudin, A., & Wisudo, S. H. (2019). Kinerja pembangunan perikanan tangkap di Indonesia. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 14(1), 1–16.
Mardyani, Y., & Yulianti, A. (2020). Analisis pengaruh subsektor perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Equity: Jurnal Ekonomi, 8(1), 34–47.
Masinambow, V. A. J., & Londa, A. T. (2018). Dampak regulasi sektor perikanan tangkap ikan terhadap pertumbuhan PDRB di Kota Bitung. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 18(3), 123–134.
Pertiwi, N. (2023). Kontribusi subsektor perikanan tangkap terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di Kalimantan Timur. Jurnal Ekonomi Maritim, 6(2), 77–91.
Pratomo, G., & Rosdiana, M. (2018). Eksistensi pandora box sektor perikanan tangkap kawasan Indonesia timur. Prosiding Seminar Nasional Sosial Humaniora, 1(1), 55–64.
Rahmawati, S., & Sari, D. (2019). Ketergantungan komoditas ikan tuna dan dampaknya terhadap ekonomi lokal Aceh. Jurnal Ekonomi Perikanan Indonesia, 11(2), 89–104.
Riana, D., Rahmatia, A., & Madris, R. (2025). Implementasi ekonomi biru dalam peningkatan PDRB sektor perikanan di Sulawesi Selatan. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kelautan, 9(1), 12–27.
Sapanli, A., & Kusumastanto, T. (2020). Kebijakan pembangunan ekonomi kelautan Indonesia dan kendala implementasinya. Jurnal Ekonomi Maritim dan Perikanan, 5(2), 65–79.
Syechalad, M. N., & Agustiani, Y. R. (2016). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB di Aceh. Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan, 17(1), 45–59.
Wiyono, E. S., Sari, P., & Ahmad, Z. (2018). Dampak pengelolaan perikanan tangkap terhadap keberlanjutan ekonomi daerah pesisir. Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan, 10(3), 111–126.
Yulianto, I., Prasetyo, B., & Dewi, R. (2021). Strategi pembangunan ekonomi pesisir berbasis ekonomi biru di Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 16(2), 88–100.
Zebua, N. D., & Ramli, R. (2014). Analisis pengaruh jumlah armada, jumlah nelayan, PDRB dan investasi terhadap produksi perikanan diwilayah Nias: Analisis data Panel.
Jurnal Ekonomi Pembangunan, 15(2), 77–88.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Safitri, L.J., Pratama, B., Anugrah, A., Prasetia, M.A, & Rasti, Taryono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












