Sosialisasi Hubungan Antara Pendapatan Keluarga, Pendidikan Ibu Dan Pekerjaan Ibu Dengan Stunting
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.3409Keywords:
Pendapatan Keluarga, Pendidikan Ibu, Pekerjaan Ibu, StuntingAbstract
Hasil pengujian hubungan antara tingkat Penghasilan rumah tangga dan kasus Stunting memperlihatkan bahwa metode Pearson Chi-Square menghasilkan angka signifikansi asimtotik mencapai 0,015, yakni angka yang lebih rendah dari standar batas 0,05. Data statistik tersebut memvalidasi keberadaan keterkaitan yang signifikan antara kondisi ekonomi Keluarga dengan angka kejadian Stunting pada Bayi Balita. Kondisi berbeda ditemukan pada faktor Pendidikan Ibu, di mana analisis yang sama menggunakan Pearson Chi-Square memperoleh angka signifikansi asimtotik sebesar 0,514. Mengingat nilai tersebut berada di atas patokan 0,05, dapat disimpulkan bahwa jenjang Pendidikan formal Ibu tidak memperlihatkan korelasi yang berarti dengan probabilitas terjadinya Stunting. Pola yang sama tampak pada faktor keterlibatan Ibu dalam dunia kerja, dengan pengujian Pearson Chi-Square memperlihatkan nilai signifikansi asimtotik 0,383 yang turut melewati batas 0,05. Oleh karena itu, keikutsertaan Ibu dalam kegiatan ekonomi di luar lingkungan rumah tidak memperlihatkan dampak yang berarti terhadap terjadinya kasus Stunting. Pelaksanaan program edukasi bertema Interaksi Sosial Ekonomi dan Dampaknya terhadap Stunting pada Bayi Balita yang diselenggarakan di Posyandu Anggrek Bulan, Kelurahan Margasari, Kota Tangerang, Provinsi Banten, telah berjalan dengan sukses dan mencapai sasaran yang direncanakan. Komunikasi dua arah antara pembicara dan peserta berlangsung dengan baik serta memberikan pengetahuan yang saling melengkapi. Upaya penyuluhan mengenai Hubungan Aspek Sosial Ekonomi dengan Masalah Stunting pada Bayi Usia Dini di lokasi tersebut mencerminkan implementasi konkret dari dedikasi terhadap masyarakat. Aktivitas ini memegang peranan krusial dalam upaya preventif dan promosi kesehatan, sehingga perkembangan dan tumbuh kembang Bayi di Kelurahan Margasari dapat berlangsung maksimal dan terhindar dari risiko Stunting.
References
Aristiyani, I. (2023). Dampak Status Ekonomi pada Status Gizi Balita. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 7(2).
Diana, F. M. (2006). Hubungan pola asuh dengan status gizi anak batita di Kecamatan Kuranji Kelurahan Pasar Ambacang Kota Padang tahun 2004. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 1(1), 19–23.
Fikawati, S., & Syafiq, A. (2010). Kajian implementasi dan kebijakan air susu ibu eksklusif dan inisiasi menyusu dini di Indonesia. Makara Kesehatan, 14(1), 17–24.
Fikrina, L. T., & Rokhanawati, D. (2017). Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Desa Karangrejek Wonosari Gunung Kidul. Universitas’ Aisyiyah Yogyakarta.
Manurung, J. (2009). Ekonomi keuangan dan Kebijakan moneter. Jakarta: Salemba Empat, 884.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 20012.
Oruamabo, R. S. (2015). Child malnutrition and the Millennium Development Goals: much haste but less speed? Archives of Disease in Childhood, 100(Suppl 1), S19–S22.
Proverawati, A., & Asfuah, S. (2009). Buku ajar gizi untuk kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika, 1.
Santoso, P., & Pujianto, T. (2024). The Analysis of Factors that Influence Stunting. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 11(2), 200–208.
Sulastri, D. (2012). Faktor determinan kejadian stunting pada anak usia sekolah di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang. Majalah Kedokteran Andalas, 36(1), 39–50.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mohamad Zulman Hakim, Siti Asriah Immawati, Hesty Erviani Zulaecha, Dewi Rachmania, Muljadi, Fitria Santi, Azizul Adha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












