Pendampingan Guru dan Komite SMK dalam Penguatan Pembelajaran Mendalam dan Karakter Siswa Berbasis Kurikulum Merdeka

Pengabdian

Authors

  • Lisa Virdinarti Putra Universitas Ngudi Waluyo
  • Nur Intan Rochmawati Universitas Ngudi Waluyo
  • Wiwik Pudjaningsih Universitas Ngudi Waluyo
  • Aulia Cahyaning Tyas Universitas Ngudi Waluyo
  • Bagas Prakosa Universitas Ngudi Waluyo

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3467

Keywords:

SMK, pembelajaran mendalam, kurikulum merdeka, karakter siswa, kolaborasi pendidikan

Abstract

This community service program aims to improve teachers' pedagogical competence and strengthen collaboration between teachers and school committees in implementing the Independent Curriculum in vocational high schools through a deep learning approach. The activity focused on two partner schools, SMK Putra Bangsa Salatiga and SMK Bina Nusantara Ungaran, which were selected because initial assessments indicated that teachers' understanding of Project-Based Learning (PjBL) design and practice, as well as the integration of deep learning values, was still limited. The program lasted four months (September–December 2025) using the Participatory Action Research (PAR) method, which actively involved participants from needs identification, training, mentoring, to reflective evaluation. The activity involved 48 teachers and 10 school committee members. The results showed a 34.2% increase in teachers' ability to design and implement PjBL and a 29.5% increase in teacher-committee collaboration based on a paired t-test (p < 0.05). Observations and interviews also demonstrated increased teacher motivation and creativity in implementing the deep learning approach, particularly in strengthening students' character, independence, and critical thinking.

Author Biography

Wiwik Pudjaningsih, Universitas Ngudi Waluyo

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru serta memperkuat kolaborasi antara guru dan komite sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Kegiatan ini difokuskan di dua sekolah mitra, yaitu SMK Putra Bangsa Salatiga dan SMK Bina Nusantara Ungaran, yang dipilih berdasarkan hasil asesmen awal menunjukkan masih terbatasnya pemahaman guru terhadap desain dan praktik project-based learning (PjBL) serta integrasi nilai-nilai deep learning dalam proses pembelajaran. Program dilaksanakan selama empat bulan, mulai September hingga Desember 2025, dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi reflektif. Kegiatan melibatkan 48 guru dan 10 anggota komite sekolah. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek sebesar 34,2%, serta peningkatan kolaborasi antara guru dan komite sekolah sebesar 29,5% berdasarkan hasil uji paired t-test (p < 0,05). Selain itu, observasi dan wawancara mendalam menunjukkan peningkatan motivasi dan kreativitas guru dalam mengintegrasikan pendekatan pembelajaran mendalam pada kegiatan kelas, terutama dalam penguatan karakter, kemandirian, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Program ini juga menghasilkan terbentuknya jejaring kolaboratif antara kedua SMK mitra dengan Universitas Ngudi Waluyo sebagai pusat inovasi pembelajaran kejuruan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa sinergi antara guru, komite, dan perguruan tinggi mampu memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka dan menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih reflektif, adaptif, serta berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21.

References

Darling-Hammond, L. (2020). The right to learn: A blueprint for creating schools that work. Jossey-Bass.

Epstein, J. L., Sanders, M. G., & Sheldon, S. B. (2019). School, family, and community partnerships: Your handbook for action (4th ed.). Corwin Press.

Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2020). Deep learning: Engage the world change the world. Corwin Press.

Hattie, J. (2023). Visible learning: The sequel: A synthesis of over 2,100 meta-analyses relating to achievement. Routledge.

Hoover-Dempsey, K. V., Ice, C. L., & Whitaker, M. C. (2020). Parental involvement and children’s education: Research findings, policy implications, and directions for future research. Educational Psychologist, 55(4), 261–278. https://doi.org/10.1080/00461520.2020.1811670

Kemendikbudristek. (2022). Panduan implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kemendikbudristek. (2023). Laporan nasional transformasi pendidikan vokasi menuju Society 5.0. Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.

Kominfo. (2024). Digital parenting and education report 2024. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

OECD. (2023). Education at a glance 2023: OECD indicators. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/69096873-en

Rosenberg, J., Naylor, R., & Gleeson, J. (2023). Family engagement and student learning: Evidence from community-based deep learning programs. Journal of Educational Research and Practice, 13(2), 88–104. https://doi.org/10.5590/JERAP.2023.13.2.88

Suryadi, D., & Yanti, E. (2022). The role of school committees in supporting curriculum innovation and character education. Indonesian Journal of Educational Management, 6(1), 44–58. https://doi.org/10.32585/ijem.v6i1.2137

Stringer, E. T. (2021). Action research (5th ed.). SAGE Publications.

World Bank. (2024). Indonesia education overview 2024. World Bank Group. https://www.worldbank.org/en/country/indonesia/publication/education-overview

Yuliani, N., & Kurniawan, A. (2021). Implementasi pembelajaran berbasis proyek dalam Kurikulum Merdeka di SMK: Studi kasus guru produktif bidang otomotif. Jurnal Pendidikan Vokasi, 11(3), 255–268. https://doi.org/10.21831/jpv.v11i3.41217

Rahardjo, S., & Setiawan, I. (2022). Kolaborasi sekolah dan masyarakat dalam implementasi kurikulum adaptif di era digital. Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia, 8(2), 149–164. https://doi.org/10.21009/jmpi.082.05

Hanif, M., & Tohar, S. (2023). Strengthening teacher competence in vocational education through reflective learning practices. Journal of Technical Education and Training, 15(1), 77–92. https://doi.org/10.30880/jtet.2023.15.01.008

Supriyadi, A., & Lestari, M. (2023). Digital literacy and deep learning implementation in vocational schools. International Journal of Education and Development using ICT, 19(2), 55–70.

BPS Kabupaten Semarang. (2024). Statistik pendidikan Kabupaten Semarang 2024. Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang.

Ministry of Education and Culture. (2024). Vocational education transformation roadmap 2025–2030. Jakarta: MoEC.

Hasan, M., & Rahmawati, L. (2022). Enhancing teachers’ 4C competencies through deep learning models in vocational education. Journal of Educational Innovation, 7(4), 233–247. https://doi.org/10.36706/jei.v7i4.4783

Downloads

Published

17-11-2025

How to Cite

Lisa Virdinarti Putra, Nur Intan Rochmawati, Wiwik Pudjaningsih, Aulia Cahyaning Tyas, & Bagas Prakosa. (2025). Pendampingan Guru dan Komite SMK dalam Penguatan Pembelajaran Mendalam dan Karakter Siswa Berbasis Kurikulum Merdeka: Pengabdian . Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(2), 10029–10039. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3467