Makna Makanan Tradisional Jawa dalam Slametan Nyewu di Desa Baran Dukuh Lor Kecamatan Ambarawa

Penelitian

Authors

  • Sri Prihatin Nugroho Universitas PGRI Semarang
  • Yuli Kurniati Werdiningsih Universitas PGRI Semarang
  • Sunarya Sunarya nugrohoatin123@gmail.com

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3488

Keywords:

makanan, tradisional, Jawa, nyewu, pierce

Abstract

Nyewu merupakan salah satu tradisi masyarakat Jawa yang hingga kini masih dilestarikan di berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Tradisi ini bertujuan untuk mendoakan keluarga atau kerabat yang telah meninggal, dan biasanya dilaksanakan hingga seribu hari setelah kematian. Daerah Desa Baran Dukuh Lor, Kecamatan Ambarawa, nyewu tetap terjaga dan memiliki keunikan berupa penggunaan makanan tradisional sebagai bagian penting dalam upacara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce untuk mengkaji makna simbolik makanan yang digunakan dalam nyewu. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis dilakukan dengan menjelaskan tiga elemen tanda, yaitu representamen, objek, dan interpretant, untuk memahami makna budaya dan spiritual di balik setiap makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan dalam nyewu memiliki makna simbolis yang mencerminkan hubungan spiritual antara manusia dan arwah leluhur. Kue apem melambangkan pengampunan dan perlindungan, kue pasung merepresentasikan peneguhan spiritual, pisang dimaknai sebagai tongkat (teken) simbolik bagi arwah dalam perjalanan menuju alam baka, sedangkan sego langgi menggambarkan bekal serta keseimbangan hidup. Melalui simbol-simbol tersebut, masyarakat mengekspresikan doa, penghormatan, dan kasih sayang kepada almarhum sekaligus memperkuat solidaritas sosial dan kearifan lokal. Makanan dalam nyewu berfungsi tidak hanya sebagai persembahan ritual, tetapi juga sebagai media komunikasi spiritual antara manusia, leluhur, dan Tuhan.

References

Amin, M. R. H. A. (2022). Menyelami Budaya Membaca Sejarah Desa Penataran Dan Konstruksi Identitas. BAKSOOKA: Jurnal Penelitian Ilmu Sejarah, Sosial Dan Budaya, 1(1), 28–44.

Arfianingrum, P. (2020). Penerapan Unggah-Ungguh Bahasa Jawa Sesuai Dengan Konteks Tingkat Tutur Budaya Jawa. Jurnal Prakarsa Paedagogia, 3(2), 137–141.

Asroh, H. (2025). Makna Filosofis Atap Tumpang Masjid Agung Demak : Kajian Semiotika Roland Bartes. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 4036–4043. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2242

Avifah, D. P. E. R. F. H. R. A. (2022). Makna Makanan Tradisional Tumpeng Sebagai Sumber Pembelajaran Ipas Berbasis Kearifan Lokal Di Sekolah Dasar. Jurnal Primary, 3(2), 63–71.

Indrastut, N. S. K. (2018). Representasi Unsur Budaya dalam Cerita Rakyat Indonesia : Kajian Terhadap Status Sosial dan Kebudayaan Masyarakat Abstrak Representation of Cultural Elements in Indonesian Folklore : A Study of the Social Status and Cultural of the Community Abstract Peng. 3(3), 189–199.

Irvanul Abidin, M., Ekanis Putri, V., Hasyim, A., Dena Thalares, T., Nathasia, H., & Anjawani Luhur, G. J. (2023). Relasi Tanda Dan Nilai Filosofis Piranti Tradisi Entas-Entas Suku Tengger- Kajian Antropolinguistik. Nuansa Indonesia, 25(November), 202–213.

Krisnawati, I. (2022). Nasi Liwet Solo , Kuliner Tradisional dengan Keunikan Sejarah , Budaya dan Filosofi. Destinesia Jurnal Hospitaliti & Pariwisata, 3(2), 102–111.

Nabilah, K. D. (2022). Makna Simbolik Tradisi Ruwahan di Pura Mangkunegaran Surakarta. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta.

Parto, H. G. (2023). Budaya. Jurnal Penelitian Humaniora. https://doi.org/10.21831/hum.v28i2.54032

Ramadhani, S. A. Z. N. M. A. (2020). Tradisi Punggahan Menjelang ramadhan (Studi di Desa Bedono Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang). Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 3(1), 52.

Shofi, M. Q. S. M. (2020). Kajian Antropolinguistik Kue Apem Dalam Ritual Kematian (Tahlilan) Di Lingkungan Masyarakat Desa Tambakberas Jombang. Sastranesia:Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8(2).

Sholihah, A. W., Putri, N. A., & Rahmawati, T. O. (2024). Tinjauan Filosofis Tradisi Selamatan Orang Meninggal di Jawa dalam Perspektif Islam. Iccl, 360–373. https://doi.org/10.22515/38cc3910

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Sutopo (ed.); Kedua). Penerbit Alfabeta, Bandung.

Suryaningsih, I., Kasmawati, & Nasrullah, I. (2022). Analisis Semiotika Charles S. Peirce Dalam Tes Wartegg. Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra Dan Pengajaran), 5(2), 208–220.

Syakhrani, A. W. ; M. L. K. (2022). Budaya Dan Kebudayaan: Tinjauan Dari Berbagai Pakar, Wujud-Wujud Kebudayaan, 7 Unsur Kebudayaan Yang Bersifat Universal. Cross-Border, 5(1), 782–791. https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/Cross-Border/article/view/1161

Werdiningsih, Y. K. S. N. A. (2020). Konsep Tuhan “ Tak Berawal Tak Berakhir ” dalam Teks Serat Sastra Gendhing. Seminar Nasional Hasil Penelitian Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang.

Wiratmoko, D. A. A. S. (2023). Tradisi Selamatan Kesripahan di Dusun Nglurah Desa Wonodadi Kulon Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan. BAKSOOKA: Jurnal Penelitian …, 56–65. https://ejournal.stkippacitan.ac.id/ojs3/index.php/baksooka/article/download/647/514

Wulandari, L. N. R., Akbar, M. F., & Kaniasari, S. B. (2023). Simbol Tradisi Megengan Bagi Warga Dusun Curah Pecak. Student Research Journal, 1(3), 385–394. https://doi.org/10.55606/srjyappi.v1i3.346

Yasir, R. A., Kholil, S., & Yasmin, N. (2022). Representation Of Nationalism In Wonderland Indonesia Video Clip (Charles Sanders Pierce Semiotic Analysis). International Journal of Cultural and Social Science (IJCSS), 3(2), 402–409.

Downloads

Published

08-11-2025

How to Cite

Nugroho, S. P., Werdiningsih , Y. K., & Sunarya, S. (2025). Makna Makanan Tradisional Jawa dalam Slametan Nyewu di Desa Baran Dukuh Lor Kecamatan Ambarawa: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(2), 9553–9562. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3488