Turun ke dalam Kerajaan Maut: Menganalisis Kondisi dan Aktivitas Yesus Kristus dalam Tiga Hari di Kerajaan Maut

Penelitian

Authors

  • Benjamin Kusworo Kus Sekolah Tinggi Teologi “IKAT” Jakarta
  • Job Makienggung Sekolah Tinggi Teologi “IKAT” Jakarta
  • Desman Berkati Larosa Sekolah Tinggi Teologi “IKAT” Jakarta
  • David Kristianto Sekolah Tinggi Teologi “IKAT” Jakarta
  • Abdon Amtiran Sekolah Tinggi Teologi “IKAT” Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3621

Keywords:

Descensus, Hades, Kristologi, Keadaan Antara, Eskatologi, Penebusan

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam keberadaan dan aktivitas Yesus Kristus selama tiga hari antara kematian dan kebangkitan-Nya, dengan fokus pada pemaknaan teologis atas Efesus 4:9 dan 1 Petrus 3:18–20. Metode penelitian menggunakan hermeneutika eksegetis untuk menafsirkan teks-teks Alkitab kunci, dilanjutkan dengan analisis deskriptif-komparatif terhadap tiga tradisi besar teologi sistematika: Katolik Roma, Ortodoks Timur, dan Reformed/Protestan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mendasar terkait tujuan dan fungsi Descensus: sebagai pembebasan orang benar Perjanjian Lama (Katolik), penghancuran kuasa maut (Ortodoks), ataupun penderitaan psikis atau proklamasi kemenangan Kristus (Reformed). Perbedaan ini terkait erat dengan pandangan masing-masing tradisi tentang intermediate state dan keberadaan tempat penantian seperti Limbus Patrum. Analisis menegaskan bahwa penafsiran yang paling konsisten dengan tema Kristologis dan eskatologis Perjanjian Baru adalah pemahaman Descensus sebagai deklarasi kemenangan kosmik Kristus atas Hades dan kuasa jahat, tanpa harus mengasumsikan adanya kesempatan kedua keselamatan atau tempat penantian sementara yang problematis secara dogmatis. Studi ini menegaskan kembali relevansi Descensus dalam memahami status kerendahan (humiliationis) dan peninggian (exaltationis) Kristus, serta menawarkan kerangka teologis yang integratif bagi pembacaan kontemporer.

References

Akbar, A. K. (2015). Hermeneutika versus ta’wil (studi komparatif). Kalimah: Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam, 13(1), 49–70.

Berkhof, L. (1994). Teologi sistematika: Doktrin manusia. Momentum.

Brower, K. E., & Elliott, M. W. (1997). Eschatology in Bible and Theology: Evangelical Essays at the Dawn of a New Millennium. InterVarsity Press.

Rotua, D. M., Birahim, S., & Nizar, H. W. (2025). Teologi sistematika dan pendidikan Kristen di gereja. Jurnal Teologi Pambelum, 5(1), 67–82.

Rusli, G. (2021). Signifikansi Pengakuan Iman Rasuli Bagi Gereja Masa Kini. Logia, 3(1), 500352.

Sianipar, K. M., & Munthe, P. (2022). Tinjauan Dogmatis Terhadap Nagori Toruh Dalam Pengakuan Iman Rasuli Bahasa Simalungun Serta Refleksinya Bagi Pertumbuhan Iman Jemaat GKPS Gajapokki. JURNAL SABDA AKADEMIKA, 2(1).

Sirait, H., & Pandie, R. (n.d.). Menjembatani Ilmu Dan Iman: Menelusuri Metode Penelitian Kualitatif Dalam Studi Teologi. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11.

Sugiono, S., & Dompas, B. H. (2022). Studi Komparatif Teologi Paulus berdasarkan Surat Roma dengan Teologi Yakobus berdasarkan Surat Yakobus tentang Keselamatan. ELEOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 2(1), 50–67.

Susanta, Y. K. (2021). Sikap Yesus kepada Sang Liyan dalam kisah pengusiran setan dari orang Gerasa dalam Markus 5: 1-20. MAGENANG: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(2), 93–106.

Sutoyo, D. (2012). Refleksi Fenomena Power Evangelism. Jurnal Antusias, 2(1), 16–39.

Thiessen, H. C. (1992). Teologi sistematika. Malang: Gandum Mas, 199.

Tong, P. D. S. (2020). Pengakuan Iman Rasuli. Surabaya: Momentum.

Downloads

Published

18-11-2025

How to Cite

Kus, B. K., Makienggung , J., Larosa , D. B., Kristianto , D., & Amtiran , A. (2025). Turun ke dalam Kerajaan Maut: Menganalisis Kondisi dan Aktivitas Yesus Kristus dalam Tiga Hari di Kerajaan Maut : Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(2), 10163–10168. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3621