Sosialisasi dan Pendampingan Produksi Telur Asin dari Telur Bebek untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Mekar Baru
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3698Keywords:
Socialization, Mentoring, Salted Eggs, Community Empowerment, Mekar Baru VillageAbstract
This community service activity was conducted in Mekar Baru Village, Sei Balai District, Batu Bara Regency, with the aim of improving the community's skills and economic well-being through outreach and mentoring in the production of salted eggs from duck eggs. Methods used included outreach, demonstrations of salted egg production, and assistance in packaging, pricing, and product marketing. The results of the activity showed a significant increase in community understanding of salted egg production techniques, as evidenced by the participants' success in independently practicing the production steps. The resulting product was of good quality, with a firm yolk texture, an even salty flavor, and greater appeal after the packaging improvements. Furthermore, some participants saw an increase in additional income of Rp 200,000–Rp 400,000 per month from the sale of salted eggs. However, the community still faces challenges such as limited capital, simple packaging, and limited market access. Overall, these activities have had a positive impact on community empowerment, opening new business opportunities, and demonstrating the potential of salted eggs as a superior village product with potential for further development.
References
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Astuti, W., & Purnomo, S. (2020). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan telur asin untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Jurnal Abdimas Kreatif, 4(2), 112–120. https://doi.org/10.31227/osf.io/abcd1
Hidayat, R., & Anisa, R. (2021). Peningkatan ekonomi rumah tangga melalui inovasi olahan telur asin. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 55–63.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2022). Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2022. Jakarta: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Lestari, D., & Susanto, H. (2020). Strategi pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan, 8(3), 211–220.
Nugroho, A., & Rahmawati, T. (2018). Peran program pelatihan dalam meningkatkan keterampilan masyarakat desa. Jurnal Pemberdayaan, 2(1), 45–56.
Nurhayati, S. (2019). Analisis usaha pengolahan telur asin sebagai usaha kecil menengah. Jurnal Agrosains, 21(2), 77–85.
Prasetyo, Y., & Fitriani, D. (2021). Pengaruh inovasi produk terhadap peningkatan daya saing usaha mikro kecil dan menengah. Jurnal Manajemen Inovasi, 9(1), 34–42.
Putri, A., & Sari, N. (2020). Pemberdayaan ibu rumah tangga melalui pelatihan produk pangan olahan. Jurnal Abdimas Nusantara, 3(2), 98–106.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Supriyanto, E. (2020). Pemberdayaan masyarakat desa melalui diversifikasi produk olahan pangan. Jurnal Abdimas Pangan, 5(2), 144–153.
Sutanto, M., & Dewi, A. (2021). Inovasi pengemasan produk pangan lokal dalam meningkatkan nilai jual. Jurnal Teknologi Pangan, 10(1), 23–31.
Wibowo, T. (2019). Strategi pemasaran produk UMKM di era digital. Jurnal Bisnis dan Manajemen, 15(2), 56–64.
Yuliana, E., & Harahap, I. (2022). Peran pendampingan dalam keberhasilan program pengembangan usaha kecil. Jurnal Abdimas Indonesia, 7(1), 15–24.
Zulfikar, A., & Hapsari, D. (2020). Analisis potensi telur asin sebagai produk unggulan desa. Jurnal Agribisnis, 12(2), 101–109.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tri Andriani, Nurul Hikmatul Alawiyah Siregar, Leni Kurnia Optari, Riy Dewantoro, Dian Novita Sari Pane, Rispan Kurniawan Marpaung, Arjuna Arjuna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












