Penguatan Konsep Pengajaran Doktrin Tritunggal pada Gereja Masa Kini Berdasarkan Kajian Historis-Teologis
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3717Keywords:
Tritunggal, doktrin Kristen, teologi historis, bapa gereja, gereja masa kiniAbstract
Doktrin Tritunggal merupakan salah satu ajaran paling fundamental dalam teologi Kristen, namun sering disalahpahami, baik oleh kalangan Kristen maupun non-Kristen. Beragam interpretasi muncul akibat minimnya pemahaman teologis yang benar, paparan terhadap ajaran-ajaran sesat, serta kurangnya pengajaran doktrinal yang sistematis di gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara historis-teologis perkembangan doktrin Tritunggal serta relevansinya bagi pengajaran gereja masa kini. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi literatur terhadap teks Alkitab, tulisan bapa gereja, dan literatur teologis klasik serta kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun istilah “Tritunggal” tidak ditemukan secara eksplisit dalam Alkitab, dasar biblika mengenai keesaan Allah dalam tiga pribadi sangat kuat. Perkembangan historis melalui pemikiran Tertullian, Athanasius, Agustinus, hingga konsili ekumenis meneguhkan doktrin Tritunggal sebagai ajaran ortodoks gereja. Doktrin Tritunggal tidak hanya menjadi fondasi teologis, tetapi juga memiliki implikasi penting terhadap penafsiran Alkitab, identitas gereja sebagai komunitas relasional, serta praktik ibadah, misi, dan etika Kristen. Pemahaman yang benar mengenai Tritunggal membantu gereja membangun kehidupan iman yang sehat, relasional, inklusif, dan berorientasi pada misi Allah. Dengan demikian, penguatan pengajaran doktrin Tritunggal menjadi kebutuhan mendesak bagi gereja masa kini agar jemaat memiliki dasar iman yang kokoh di tengah tantangan teologis modern.
References
Athanasius. (2011). On the incarnation. St. Vladimir’s Seminary Press.
Augustine. (1991). De Trinitate. New City Press.
Hartono, B. (2023). Studi teologis doktrin Tritunggal dalam perspektif teologi Baptis dan implikasinya bagi iman umat Baptis. Journal Syntax Idea, 5(10), 1590–1603.
Moltmann, J. (1993). The Trinity and the kingdom: The doctrine of God. Fortress Press.
Montang, R. (2022). Pengaruh pemahaman Allah Tritunggal terhadap kualitas iman. Eirene, 7(2), 582–602.
Onyekwelu, A. U. (2009). The doctrine of the Trinity as a model for fostering an adult church in the Catholic Diocese of Awka in Nigeria (Doctoral dissertation, Fordham University).
Pabisa, D. (2024). Analisis konsep Tritunggal Allah dan implikasinya berdasarkan Injil Yohanes. Journal of Religious and Socio-Cultural, 5(1), 1–22.
Rahner, K. (1997). The Trinity. Crossroad.
Sihombing, S. (2024). Pemahaman Tritunggal dalam sejarah penyataan Allah: Analisis perichoresis dalam pemikiran D. Glenn Butner Jr. Jurnal Teologi RAI, 1(1), 141–156.
Tampubolon, S. (2024). Tritunggal: Kontroversi teologis dan implikasinya bagi iman Kristen. Jurnal Tabgha, 5(2), 123–132.
Tertullian. (1978). Adversus Praxean. In Ante-Nicene Fathers (Vol. 3). Eerdmans.
Uling, M. (2019). Implikasi praktis-relasional doktrin Tritunggal: Refleksi Injili. Missio Ecclesiae, 8(2), 172–189.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Indriani Kosasih, Simon Baitanu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












