Revitalisasi Kesenian Pojhien Bondowoso Melalui Upaya Viralitas di Media Sosial Instagram dan Tiktok

Authors

  • Ni Luh Ayu Sukmawati Universitas Jember
  • Fina Zahra Universitas Jember
  • Ghanesya Hari Murti Universitas Jember
  • Mushthofa Kamal Politeknik Negeri Jember (Polije)

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3874

Keywords:

revitalisasi kesenian tradisi; Pojhien Bondowoso; media sosial; viral success; memetic success; inovasi sosial berbasis komunitas.

Abstract

Penelitian ini bertujuan merevitalisasi Kesenian Pojhien di Kabupaten Bondowoso melalui strategi viralitas di media sosial Instagram dan TikTok dengan memanfaatkan teori viral success dan memetic success sebagai landasan konseptual. Kegiatan dilaksanakan bersama komunitas Pojhien Unik selama satu bulan melalui empat tahapan utama, yakni persiapan, perencanaan program, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Metode yang digunakan bersifat partisipatif dan berbasis komunitas, meliputi observasi lapang, pendampingan produksi konten, pengelolaan akun media sosial, serta analisis metrik digital menggunakan dasbor Instagram, TikTok Studio, dan beberapa alat analitik lain. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan enam dimensi viralitas—positivity, high-arousal emotions, packaging, positioning, prestige, dan participation—mampu meningkatkan paparan dan interaksi terhadap konten Pojhien secara signifikan. Akun Instagram @pojhien.unik memperoleh sekitar 18.200 tayangan, 505 interaksi, dan jangkauan 7.637 akun, sementara akun TikTok @pojhien.unik meraih sekitar 4.400 tayangan dengan mayoritas penonton berusia 18–24 tahun. Sebagian besar penonton berasal dari non-pengikut dan menemukan konten melalui fitur For You atau Explore, yang menunjukkan potensi penyebaran organik. Temuan ini mengindikasikan bahwa media sosial dapat menjadi medium efektif untuk pelestarian kesenian tradisi bila dikelola secara strategis dan partisipatif, sekaligus memperkuat kapasitas komunitas lokal dalam ekosistem budaya digital.

References

APJII. (2024). Laporan survei internet APJII 2024. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. https://apjii.or.id (ringkasan temuan diakses melalui rilis resmi) static.uc.ac.id

Berger, J., & Milkman, K. L. (2012). What makes online content viral? Journal of Marketing Research, 49(2), 192–205. https://doi.org/10.1509/jmr.10.0353 Kemlu

Banjarnahor, S. C. (2024). Community participation in heritage preservation in the Kesawan area, Medan. Mawas Diri: Jurnal Pariwisata, 5(1). https://doi.org/10.47198/mws (artikel dapat diakses pada laman jurnal) jurnal.ampta.ac.id

DataReportal. (2025). Digital 2025: Indonesia. https://datareportal.com (laporan negara Indonesia)

Diego, D. (2024). Promoting traditional Minangkabau arts in the digital era: The Siliah Galanggang Community. International Social Science Review, 3(2). https://penerbitadm.pubmedia.id/index.php/iso/article/view/1701

Febrianto, P. T. (2025). Digitalization of intangible cultural heritage in the era of disruption: Social media as a preservation strategy. Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial.

Ginzarly, M., et al. (2025). Leveraging social media for resilient cultural heritage: A people-centred framework. Built Heritage, 9(1). https://doi.org/10.1186/s43238-025-00209-9

Hariyati, F., Firmansyah, D., & Chasanah, U. (2024). Use of social media in preserving local cultural identity in the digital era. Advances in Social Science, Education and Humanities Research (Atlantis Press). https://www.atlantis-press.com/article/126000539.pdf Atlantis Press

Irfaniah, H., Hidayat, T., & Maryani, E. (2023). The role of community archives in safeguarding Silat Sutera Baja as ICH of Jakarta. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 11(2), 180–193. https://jurnal.unpad.ac.id/jkip/article/view/49638

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Kementerian Sekretariat Negara RI. (2017). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. https://peraturan.go.id (teks UU) Perpustakaan Friedrich Ebert

Moulaert, F., & MacCallum, D. (2019). Advanced introduction to social innovation. Edward Elgar. https://doi.org/10.4337/9781788119973

Natanael, C., Simarmata, S., & Situmorang, S. (2024). Local wisdom preservation in the digital age. Sosioinforma, 10(2). https://ejournal.poltekesos.ac.id/index.php/Sosioinforma/article/view/3348 Sosio Informa

Sekarningrum, A. A., & colleagues. (2024). The role of digital media in maintaining Pakualaman cultural heritage. Inject: Interdisciplinary Journal of Communication, UIN Salatiga. https://ejournal.uinsalatiga.ac.id/index.php/inject/article/view/2440 eJournal UIN Salatiga

Shifman, L. (2013). Memes in digital culture. MIT Press. https://mitpress.mit.edu/9780262525435/memes-in-digital-culture/ Repository Universitas Sriwijaya

Sumarna, E., et al. (2025). Youth engagement and digital media in promoting rural culture and tourism. In Proceedings of ICOSEI. https://journal2.unfari.ac.id/index.php/ICOSEI/article/download/1526/582 (lihat juga versi terkait) journal2.unfari.ac.id+1

UNESCO. (2024). Indonesia – Intangible Cultural Heritage (country page & periodic reporting). https://ich.unesco.org/en/state/indonesia-ID

UNESCO. (2025). Culture and digital technologies (programme page). https://www.unesco.org/en/culture-and-digital-technologies

Downloads

Published

03-12-2025

How to Cite

Ni Luh Ayu Sukmawati, Fina Zahra, Ghanesya Hari Murti, & Mushthofa Kamal. (2025). Revitalisasi Kesenian Pojhien Bondowoso Melalui Upaya Viralitas di Media Sosial Instagram dan Tiktok. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(2), 11865–11874. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3874