Dampak Bullying terhadap Anak SMP dan Cara Mengatasinya
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.4330Keywords:
.Abstract
Bullying merupakan bentuk perilaku agresif yang dilakukan secara berulang dengan tujuan menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi individu lain. Fenomena ini dapat terjadi di berbagai lingkungan, terutama sekolah, dan berdampak serius terhadap kesehatan mental maupun perkembangan sosial korban. Penelitian mengenai bullying menunjukkan bahwa faktor penyebabnya meliputi kondisi psikologis pelaku, dinamika kelompok sebaya, serta lemahnya pengawasan lingkungan. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa trauma psikologis, tetapi juga penurunan prestasi akademik, isolasi sosial, dan risiko gangguan kesehatan jangka panjang. Upaya pencegahan dan penanganan bullying menuntut keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat, melalui pendidikan karakter, kebijakan anti-bullying, serta dukungan psikososial bagi korban. Dengan demikian, pemahaman yang komprehensif mengenai bullying menjadi penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan individu secara optimal.
References
Beane, A. L. (2008). Bullying: What adults need to know and do to keep kids safe. Jossey-Bass.
Coloroso, B. (2003). The bully, the bullied, and the bystander: From preschool to high school—How parents and teachers can help break the cycle of violence. HarperCollins.
Gale, E. K. (2012). The bully book. HarperCollins.
Ludwig, T. (2010). Confessions of a former bully. Alfred A. Knopf.
Palacio, R. J. (2012). Wonder. Alfred A. Knopf.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2021). STOP perundungan/bullying yuk! Kemendikbudristek
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rosita, Martinus, Anton, Elisha Sunijati, Dennis Widjaja

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












