Ekologi Sosial Di Bawah Tekanan Iklim: Pola Adaptasi Masyarakat Pesisir Oeba, Kota Kupang Terhadap Perubahan Lingkungan pada Musim Penghujan Akhir Tahun
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.4343Keywords:
Ekologi Sosial, Adaptasi Iklim,, Masyarakat Pesisir, Ketahanan Sosial-Ekologis, Oeba.Abstract
Perubahan iklim di wilayah pesisir Oeba menyebabkan tekanan ekologis yang signifikan, termasuk peningkatan curah hujan, banjir bandang, dan ketidakstabilan cuaca ekstrem yang mengganggu kegiatan sosial-ekonomi masyarakat, terutama nelayan. Melalui perspektif ekologi sosial, perubahan ekologi ini tidak hanya mempengaruhi sistem sosial, tetapi juga mendapat umpan balik melalui respon adaptif masyarakat yang berdampak langsung pada kelangsungan lingkungan pesisir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi untuk mengkaji hubungan timbal balik antara sistem ekologi yang tertekan dan strategi adaptasi sosial masyarakat pesisir Oeba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan iklim mendorong lahirnya berbagai bentuk adaptasi masyarakat, seperti diversifikasi mata pencaharian (menjual makanan olahan ikan, menjadi pekerja pelabuhan), memperkuat jejaring sosial, dan memanfaatkan kearifan lokal. Adaptasi ini tidak hanya berfungsi sebagai strategi bertahan hidup, tetapi juga sebagai mekanisme sosial-ekologis yang membantu menstabilkan kondisi lingkungan dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Oeba tidak hanya menjadi korban perubahan iklim, tetapi juga aktor aktif yang mampu menciptakan strategi bertahan hidup berdasarkan pengetahuan dan pengalaman bersama. Namun, ketimpangan kebijakan dan dukungan pemerintah yang tidak merata menjadi hambatan dalam membangun ketahanan jangka panjang. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas sosial dan kebijakan adaptif berbasis masyarakat.
Perubahan iklim di wilayah pesisir Oeba menyebabkan tekanan ekologis yang signifikan, termasuk peningkatan curah hujan, banjir bandang, dan ketidakstabilan cuaca ekstrem yang mengganggu aktivitas sosial-ekonomi masyarakat, terutama nelayan. Melalui perspektif ekologi sosial, perubahan ekologis ini tidak hanya memengaruhi sistem sosial, tetapi juga memperoleh umpan balik melalui respons adaptif masyarakat yang secara langsung berdampak pada keberlanjutan lingkungan pesisir. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi untuk meneliti hubungan timbal balik antara sistem ekologis yang tertekan dan strategi adaptasi sosial masyarakat pesisir Oeba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan iklim mendorong munculnya berbagai bentuk adaptasi dari masyarakat, seperti diversifikasi mata pencaharian (menjual ikan olahan, menjadi pekerja pelabuhan), memperkuat jaringan sosial, dan memanfaatkan kearifan lokal. Adaptasi ini tidak hanya berfungsi sebagai strategi bertahan hidup, tetapi juga sebagai mekanisme sosial-ekologis yang membantu menstabilkan kondisi lingkungan dan ekonomi masyarakat. Studi ini menyimpulkan bahwa masyarakat Oeba bukan hanya korban perubahan iklim, tetapi juga aktor aktif yang mampu menciptakan strategi bertahan hidup berdasarkan pengetahuan dan pengalaman bersama. Namun, ketidaksetaraan kebijakan dan dukungan pemerintah yang tidak merata merupakan hambatan dalam membangun ketahanan jangka panjang. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas sosial dan kebijakan adaptif berbasis komunitas.
References
Ndun, M. S. (2020). Perubahan iklim dan dampaknya terhadap komunitas nelayan di pesisir Kupang. Jurnal Ekologi Manusia, 5(1), 21–34.
Susanto, A., & Puspito, N. T. (2019). Kerugian ekonomi akibat perubahan pola musim hujan pada komunitas pesisir di Indonesia Timur. Jurnal Meteorologi dan Klimatologi, 6(3), 144–159.
Yuliana, S., & Wahyuni, D. (2021). Kapasitas adaptif masyarakat pesisir dalam menghadapi risiko perubahan iklim di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Sosial-Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 16(1), 67–79.
Yanda, R. (2023). Ketergantungan Adaptasi Masyarakat Pesisir di Kota Kupang: Prespektif Ekologi Sosial. Jurnal Penelitian Pesisir, 9(3), 200-215.
Pusat Pengembangan Adaptasi dan Mitigiasi Bencana. (2020). Panduan Pengembangan Kapasitas Adaptasi Masyarakat Pesisir. Jakarta: Badan Nasional Penanggualangan Bencana
Batukh, D. A. (2022). Hubungan Antara Pola Adaptasi Dampak Perubahan Iklim dan Pendapatan Nelayan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Bumi Lestari, 23(1), 18–32.
Far Far, R. A., & Tuhumury, S. F. (2022). Strategi Adaptasi Masyarakat Pesisir Terhadap Dampak Perubahan Iklim di Kepulauan Kei Besar, Maluku Tenggara. Jurnal Akuatiklestari, 6(1), 53–61
Ilahi, F. F., Khoirunnisa, N., Rahmat, H. N., & Asheva, A. Z. (2024). Inequality, Resilience, and Climate Change Adaptation: A Socio-Economic Study of the Coastal Communities in Indramayu, West Java. Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora, 3(2)
Fitriani, V., La Gandri, L., Indriyani, L., Manan, A., Kahirun, & Bana, S. (2023). Peningkatan Kapasitas Masyarakat Pesisir Terhadap Perubahan Iklim dan Adaptasinya. AKSILAR: Akselerasi Luaran Pengabdian Masyarakat, 1(1)
Ashari, A. M. (2023). Dampak Perubahan Iklim terhadap Ketahanan Pangan dan Adaptasinya oleh Masyarakat Pesisir. Empiricism Journal, 4(2), 426–431
Manik, T. K., & Timotiwu, P. B. (2022). Sosialisasi Dampak Perubahan Iklim Bagi Masyarakat Pesisir: Desa Kelawi dan Desa Maja, Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung, 3(2), 1–12
Rauf, S. E. (2024). The Role of Women in Climate Change Adaptation in Langkai Island, Makassar, Indonesia. ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya, 14(1).
Prayoga, P. (2025). Rising Seas, Rising Stakes: Climate Adaptation in Banyuwangi’s Coastal Communities and Its Impact on Indonesia’s Resilience and ASEAN’s Security. Jurnal Penelitian Politik, 21(1), 73–86.
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2022). Tingkatkan Ketangguhan Masyarakat Pesisir, KKP Lanjutkan Program Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim.
Kanan, A. H. (2024). Coastal socio-ecological systems adapting to climate change: A systematic review. Sustainability, 16 (22), 10000.
Adam, I. R. (2022). Strategi adaptasi nelayan tradisional untuk ketahanan ekonomi keluarga: studi kasus Desa Cilellang (skripsi). Universitas Hasanuddin Repository.
Wulandari, A. (2023). Strategi adaptif rumah tangga nelayan dalam menghadapi variabilitas iklim. Sosial-Ekonomi Perikanan (ejournal Balitbang KKP).
Ramdani, T. (2023). Strategi adaptasi dan diversifikasi mata pencaharian nelayan ekowisata mangrove. Resiprokal: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 9(1).
Arifanti, V. B., et al. (2025). Assessing environmental and socioeconomic impacts of mangrove loss in Indonesia. Marine Policy / Regional Studies.
Jozaei, J., et al. (2022). Social vulnerability, social-ecological resilience, and coastal governance. Global Sustainability.
IUCN. (2020). Community-based and ecosystem-based approaches for coastal adaptation (practitioner guidance). IUCN Library.
Adityawitari, F., et al. (2020). Preliminary assessment for coastal climate adaptation and resilience in Kepetingan Hamlet, Sidoarjo Regency. E3S Web of Conferences:
Sagala, P. M. (2024). Assessment of coastal vulnerability to support mangrove restoration (case studies Indonesia). Elsevier/ScienceDirect (open access summary).
Roscher, M. B., et al. (2022). Sustainable development outcomes of livelihood diversification in fisheries. Fish and Fisheries.
Rölfer, L., et al. (2022). Resilience and coastal governance: knowledge and practice. Ecology and Society, 27(2), Article 40.
Wu, W., et al. (2024). CLSER: A new indicator for the social-ecological resilience of coastal landscapes. Journal of Cleaner Production, XYZ, (article).
Phong, N. T., et al. (2022). Shoreline change and community-based climate adaptation in Indonesia. Ocean & Coastal Management.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Irene Olivia, Melani Ndun, Melani Ndun, Femy Taek, Petrus Selestinus Mite, Lasarus Jehamat, Imelda Nahak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












