Reorientasi Paradigma Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Kesadaran Transendental Peserta Didik SDN 01 Meluai Kec. Cempaka
Keywords:
Pendidikan Agama Islam, Paradigma, Kesadaran Transendental, ReorientasiAbstract
Fenomena degradasi spiritual dan krisis nilai moral di kalangan peserta didik menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan reorientasi paradigma Pendidikan Agama Islam (PAI). Selama ini, praktik pembelajaran PAI lebih berfokus pada aspek kognitif dan normatif, sementara dimensi transcendental yakni kesadaran hubungan vertikal manusia dengan Tuhan sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah baru paradigma PAI dalam membangun kesadaran transendental peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI harus mengalami pergeseran paradigma dari pola indoktrinatif menuju model pembelajaran reflektif, dialogis, dan transformatif yang menekankan integrasi antara akal, hati, dan tindakan moral. Reorientasi ini diperlukan agar pendidikan Islam mampu membentuk manusia beriman yang tidak hanya memahami ajaran agama secara teoritis, tetapi juga menghayatinya sebagai kesadaran spiritual yang hidup dalam realitas sosial.
References
Al-Attas, S. M. N. (1980). The Concept of Education in Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.
Azra, A. (2019). Paradigma Baru Pendidikan Islam: Rekonstruksi dan Modernisasi. Jakarta: UIN Press.
Baharuddin. (2021). Pendidikan Islam Transendental di Era Digital. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 155–168.
Daradjat, Z. (2017). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Freire, P. (1993). Pedagogy of the Oppressed. New York: Continuum
Hasan, M. (2020). Pendidikan Spiritualitas dalam Pembelajaran PAI. Tadris Jurnal Pendidikan Islam, 15(1), 21–36.
Hidayat, A. (2022). Pengembangan Kesadaran Spiritual dalam Pembelajaran Islam. Al-Fikr Jurnal Pendidikan Islam, 10(3), 45–60.
Husserl, E. (1970). The Crisis of European Sciences and Transcendental Phenomenology. Northwestern University Press.
Jalaluddin. (2020). Psikologi Agama. Jakarta: Rajawali Pers.
Kamali, M. H. (2019). The Higher Objectives of Islamic Education. IIIT.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila. Jakarta.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan Implementasi Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Miles, M. & Huberman, A. (1994). Qualitative Data Analysis. Sage Publications.
Nata, A. (2019). Pendidikan Islam di Era Globalisasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Nasr, S. H. (2001). The Heart of Islam: Enduring Values for Humanity. HarperCollins.
Rahman, F. (1982). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. University of Chicago Press.
Sardar, Z. (2017). Reading the Qur’an: The Contemporary Relevance of the Sacred Text of Islam. Oxford University Press.
Syamsuddin, A. (2021). Pendidikan Agama Islam dan Krisis Nilai Spiritualitas. Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 13(2), 87–103.
Tafsir, A. (2018). Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yusri, M. (2022). Reorientasi Paradigma Pendidikan Islam Menuju Kesadaran Transendental. Jurnal Filsafat Islam, 5(1), 1–15.
Zainuddin, A. (2020). Model Pembelajaran Reflektif dalam Pendidikan Agama Islam. Jurnal Edukasi Islam, 8(1), 66–80.
Zuhdi, M. (2021). Pendidikan Islam Transformatif dalam Perspektif Humanisme Religius. Jurnal Pemikiran Islam Kontemporer, 12(2), 105–120.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Eka Lindayati, Hasan Asy’ari, Burniat, Dwi Noviani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












