Sinergi Sekolah dan Orang Tua dalam Pencegahan Dini Diabetes Anak Melalui Skrining Glukosa Dan Edukasi Pemanfaatan Magnesium-Daun Insulin
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5043Abstract
Diabetes melitus (DM) kini menjadi tantangan kesehatan yang tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga mulai mengancam anak-anak akibat pola hidup tidak sehat dan kurangnya edukasi sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah risiko diabetes pada anak melalui skrining glukosa darah sewaktu (GDS) serta edukasi pemanfaatan terapi herbal berbasis magnesium dan daun insulin (Smallanthus sonchifolius) kepada orang tua siswa. Sasaran kegiatan adalah 18 siswa (usia 4,5–7 tahun) dan 18 orang tua yang tergabung dalam Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) di TK Islam Ar Rayyan Karangpawitan. Metode pelaksanaan mencakup koordinasi dengan pihak sekolah, pelaksanaan skrining glukosa pada anak dan orang tua, serta penyuluhan mengenai manajemen nutrisi preventif. Hasil skrining menunjukkan rata-rata kadar GDS anak sebesar 115 mg/dL (rentang 88–142 mg/dL) dan rata-rata GDS orang tua sebesar 102 mg/dL (rentang 77–141 mg/dL). Meskipun hampir seluruhnya subjek berada dalam kategori normal, temuan nilai ambang atas pada anak (142 mg/dL) menegaskan pentingnya pengawasan pola konsumsi gula. Sinergi antara sekolah dan POMG dalam kegiatan ini terbukti efektif dalam mendukung deteksi dini dan meningkatkan literasi kesehatan keluarga. Model kolaborasi ini berpotensi dikembangkan sebagai program promosi kesehatan berkelanjutan untuk memutus rantai risiko diabetes intergenerasional melalui pemanfaatan bahan alami yang aman dan mudah diterapkan di rumah.
References
American Diabetes Association. (2023). Standards of Care in Diabetes-2023 Abridged for Primary Care Providers. American Diabetes Association, 41(1), 1–28.
Bock, M. De, Codner, E., Craig, M. E., Huynh, T., Maahs, D. M., Mahmud, F. H., & Marcovecchio, L. (2022). ISPAD GUIDELINES ISPAD Clinical Practice Consensus Guidelines 2022 : Glycemic targets and glucose monitoring for children , adolescents , and young people with diabetes (Nomor November). https://doi.org/10.1111/pedi.13455
Craig Prof., M. E., Jefferies, C., Dabelea, D., Balde, N., Seth, A., & Donaghue, K. C. (2014). Definition, epidemiology, and classification of diabetes in children and adolescents. Pediatric Diabetes, 15(SUPPL.20), 4–17. https://doi.org/10.1111/pedi.12186
Gani, A., & Budiharsana, M. P. (2019). The Consolidated Report on Indonesia Health Sector Review 2018. Ministry of National Development Planning of the Republic of Indonesia, 56.
IDAI, I. D. A. I. (2015). Konsensus Nasional Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe-2 pada Anak dan Remaja. Badan Penerbit IDAI.
Nafratilova, M., & Wijaya, A. S. (2024). PERILAKU KONSUMSI MAKANAN DAN MINUMAN MANIS ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI KOTA BENGKULU. Jurnal Mitra Rafflesia Volume, 16(2), 1–7.
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
Nurisani, A., Mamay, M., Mukaromah, A. H., & AP, P. (2023). Magnesium and insulin leaf combination on glucose, low-density lipoprotein and malondialdehyde levels in wistar rats with diabetes mellitus. Science Midwifery, 11(1), 185–194. https://doi.org/10.35335/midwifery.v11i1.1226
PERKENI, P. E. I. (2024). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2024. PB Perkeni.
Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. In Lembaga Penerbit Balitbangkes.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Astari Nurisani, Lia Mar’atiningsih, Meti Rizki Utari, Gina Nafsa Mutmainah, Mamay, Muhammad Hadi Sulhan, Sugiah, N. Ai Erlinawati, Eli Laelawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












