Pemanfaatan AI yang Berintegritas dan Bertanggung Jawab untuk Optimalisasi Pembelajaran PAUD
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5058Keywords:
kecerdasan buatan, Canva, media pembelajaran, integritas, tanggung jawab, PAUDAbstract
Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) membuka peluang untuk meningkatkan mutu perencanaan serta penyajian pembelajaran, selama diterapkan secara berintegritas dan bertanggung jawab. Artikel ini menekankan bahwa AI perlu ditempatkan sebagai perangkat pendukung bukan pengganti fungsi pedagogis guru yang membantu mempercepat penggalian ide, perumusan teks materi, penyusunan narasi, dan perancangan skenario kegiatan yang selaras dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Penerapan AI dalam praktik pembelajaran semakin optimal ketika dipadukan dengan Canva sebagai media produksi, karena rancangan pembelajaran dapat diwujudkan menjadi media ajar yang visual, komunikatif, dan memiliki unsur animatif, seperti modul ajar, presentasi (slide/PowerPoint), lembar aktivitas, kartu kosakata, hingga poster pembelajaran. Keunggulan Canva, melalui tata letak yang terstruktur, ilustrasi yang menarik, animasi sederhana, serta dukungan audio/narasi, membantu guru mempresentasikan konsep secara lebih konkret sehingga anak lebih mudah memahami makna, lebih antusias mengikuti kegiatan, dan lebih fokus selama proses belajar. Selain meningkatkan keterlibatan anak, penggunaan AI berbantuan Canva juga berkontribusi pada penguatan kompetensi profesional guru, khususnya literasi digital, kreativitas dalam merancang media, dan efisiensi penyusunan perangkat ajar tanpa mengabaikan prinsip Developmentally Appropriate Practice (DAP). Dimensi integritas dan tanggung jawab ditegaskan melalui langkah verifikasi konten, pemilihan visual yang aman dan sesuai usia, pencegahan keluaran yang bias atau tidak akurat, serta pencantuman sumber materi maupun gambar yang relevan. Dengan demikian, integrasi AI dan Canva berpotensi menjadi strategi praktis untuk mengoptimalkan pembelajaran PAUD yang menarik, kontekstual, dan tetap berlandaskan etika pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.
References
Bates, A. W. (2019). Teaching in a digital age: Guidelines for designing teaching and learning (2nd ed.). BCcampus.
Canva. (n.d.). Canva AI features (Magic Write, Text to Image, Text to Speech). Canva. https://www.canva.com/
ISTE. (2017). ISTE standards for educators. International Society for Technology in Education.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Kirkpatrick, J. D., & Kirkpatrick, W. K. (2016). Kirkpatrick’s four levels of training evaluation. ATD Press.
Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press.
Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054.
National Association for the Education of Young Children. (2020). Developmentally appropriate practice (DAP) position statement. NAEYC. https://www.naeyc.org/
OECD. (2021). Artificial intelligence in education: Promises and implications for teaching and learning. OECD Publishing.
UNESCO. (2018). ICT competency framework for teachers. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Made Ayu Anggreni, Jahju Hartanti, Andri Kurniawan, Titah Kinasih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












