Analisis Kesulitan Guru Mata Pelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Kelas VIII SMP Negeri 2 Hiliduho T.A 2024/2025
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5467Keywords:
Difficulties of Social Studies Teachers, Implementation of the Independent CurriculumAbstract
The successful implementation of a curriculum is determined by teachers’ understanding of curriculum content, their readiness in planning and implementing instruction, as well as the availability of training and school resources. In the context of the Merdeka Curriculum, teachers are required to be more autonomous in designing learning activities, implementing differentiated instruction, and carrying out the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). This study aims to describe teachers’ difficulties in understanding the principles and basic concepts of the Merdeka Curriculum, analyze the obstacles faced by teachers in designing learning activities using the Merdeka Curriculum approach, identify the challenges encountered in implementing differentiated learning and the P5 project, explain teachers’ difficulties in conducting formative and summative assessments based on learning outcomes, and reveal the role of facilities, infrastructure, and the school environment in supporting or hindering the implementation of the Merdeka Curriculum. This study employs a descriptive research method with a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Based on the findings, the difficulties experienced by subject teachers in implementing the Merdeka Curriculum include limited understanding of curriculum concepts, challenges in planning and implementing learning activities, suboptimal assessment practices, and external factors that influence curriculum implementation.
References
Arifin, N. (2019). Manajemen sumber daya manusia: Teori dan kasus. Alfabeta.
Astuti, M. (2022). Evaluasi pendidikan. Deepublish.
Depdiknas. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Depdiknas.
Kaharuddin, A. (2020). Pembelajaran inovatif dan variatif. Pusaka Almaida.
Kemendikbud. (2019). Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 tentang penyederhanaan rencana pelaksanaan pembelajaran. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemendikbud. (2020). Pedoman pelaksanaan kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemendikbud. (2021). Panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kurniawati, E., & Hasanah, S. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia di wilayah Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 5(2), 262–270.
Lazwardi, D. (2017). Manajemen kurikulum sebagai pengembangan tujuan pendidikan. Jurnal Kependidikan Islam, 1, 99–112.
Makarim, N. A. (2019). Empat pokok kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar” (Siaran Pers Nomor 408/Sipres/A5.3/XII/2019). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Miladiah, S. S., Sugandi, N., & Sulastini, R. (2023). Analisis penerapan Kurikulum Merdeka di SMP Bina Taruna Kabupaten Bandung. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 9(1), 312–318.
Mujahidin, E., Rachmat, R., Tamam, A. M., & Alim, A. (2022). Konsep manajemen waktu dalam perspektif pendidikan Islam. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(1), 129–146.
Mulyasa. (2019). Implementasi Kurikulum 2013 revisi dalam era Revolusi Industri 4.0. Bumi Aksara.
Murdiyanto, E. (2020). Metode penelitian kualitatif: Teori dan aplikasi. UPN “Veteran” Yogyakarta Press.
Ornstein, A. C., & Hunkins, F. P. (2018). Curriculum: Foundations, principles, and issues (7th ed.). Pearson Education.
Rahayu, dkk. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Penggerak. Jurnal Basicedu, 6(4), 6313–6319.
Riyanto, R., et al. (2021). Effect of work motivation and job satisfaction on employee performance: Mediating role of employee engagement. Problems and Perspectives in Management, 19(3).
Siregar, F. A., & Usriyah, L. (2021). Peranan komunikasi organisasi dalam manajemen konflik. Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan, 5(2), 163–174.
Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.
Sudjana. (2015). Metode statistika. Tarsito.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suranto, D. I., Annur, S., & Alfiyanto, A. (2022). Pentingnya manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu pendidikan. Jurnal Kiprah Pendidikan, 1(2), 59–66.
Suryaman, M. (2020). Orientasi pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar. Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1(1), 13–28.
Syamsuddin, A., & Fauzi, A. (2023). Tantangan dan kendala guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Indonesia, 17(2), 123–135.
Utama, I. N., & Miharja, W. (2022). Kompetensi pedagogik guru PPKn dalam implementasi Kurikulum 2013 tingkat SMA di Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pendidikan Karakter dan Pendidikan Kewarganegaraan, 2(2), 66–72.
Wibowo. (2020). Manajemen kinerja (Edisi ke-4). Rajawali Pers.
Zuchri, A. (2021). Metode penelitian kualitatif. CV. Syakir Media Press.
Zulaiha, dkk. (2022). Problematika guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar. Terampil: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 9(2), 1–10.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jefri Memori Zebua, Wahyutra Adilman Telaumbanua, Eka Septianti Laoli, Arianto Lahagu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












