Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruangan Rawat Inap RSUD Mokopido Tolitoli

Penelitian

Authors

  • Saprina Universitas Widya Nusantara
  • I Made Rio Dwijayanto Universitas Widya Nusantara
  • Mikaela Delpin Fristalia Universitas Widya Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5471

Keywords:

Relaksasi Otot Progresif, Diabetes Melitus, Kadar Gula Darah

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai sehingga memerlukan intervensi tambahan selain terapi farmakologis. Relaksasi otot progresif sebagai terapi nonfarmakologis dapat membantu menurunkan kadar gula darah melalui penurunan stres dan peningkatan respons relaksasi tubuh. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one-group pre–post test. Populasi berjumlah 103 responden dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami penurunan kadar gula darah drastis ≥40 mg/dl sebanyak 27 responden (52,9%), sedangkan sebagian kecil tidak mengalami penurunan <15 mg/dl sebanyak 2 responden (3,9%). Uji Paired T-Test menunjukkan nilai signifikan (p < 0,01), yang menandakan adanya pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah. Relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Teknik ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri di rumah sebagai pendukung pengendalian gula darah.

References

Amalia, Ludiana, L., & Dewi, T. K. (2025). Implementasi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi. Jurnal Cendikia Muda, 5(2), 312–319.

Ambarwati, Luluk Cahyanti, Johanna Tomasoa, Iwan., Dwi Nopriyanto, Icca Narayani Pramudaningsih, Sony Wahyu Tri Cahyono, Rusmiyati & Diana Tri Lestari (2024). Diabetes Mellitus Tipe 2: Konsep Penyakit dan Tatalaksana. Penerbit Qiara Media. https://books.google.co.id/books?id=Fpv7EAAAQBAJ

Amelia, N. V., & Diani, N. (2023). Penerapan Relaksasi Otot Progresif Pada Ny. M Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu. Nerspedia, 5(3), 293–296.

Anasti, R., Anasta, L., & Oktris, L. (2022). Sukses Menyelesaikan Skripsi Dengan Metode Penelitian Kuantitatif Dan Analisis Data SPSS. Penerbit Salemba. https://books.google.co.id/books?id=kYrcEAAAQBAJ

Andriani, W. R. (2023). Buku Pintar Pengelolaan Diabetes Melitus: Pedoman untuk Family Caregiver. Penerbit NEM. https://books.google.co.id/books?id=xFbQEAAAQBAJ

Anggraini, D., Putri, A., & Ulfa, M. (2025). Pengaruh Teknik Relaksasi Benson terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus. Journal of Midwifery and Healthcare Sciences, 1(3).

Anisah, A., Tanjung, A. I., & Iting, I. (2023). Pengaruh Latihan Relaksasi Otot Progresif terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Suka Makmur. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 3(1), 203–213.

Aprilani, S., & Warsono, W. (2023). Terapi Relaksasi Autogenik Dapat Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Ners Muda, 4(2), 161.

Arini, A. R., Wahdi, A., Camellia, D., Roni, F., & Pratiwi, T. F. (2025). Asuhan Keperawatan Gerontik Pasien Diabetes Melitus Dengan Masalah Keperawatan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Menggunakan Terapi Relaksasi Otot Progresif Di UPT PSTW Jombang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 6(2), 3091–3096.

Dinkes Tolitoli 2025. Data penderita DM tipe 2. 2025.

Erdanela Setiawati & Nur Indrawati Lipoeto (2022). Pedoman Pemberdayaan Caregiver Lansia Panti Jompo untuk Layanan Cegah Stroke Model “Erdanela.” CV. Bintang Semesta Media. https://books.google.co.id/books?id=qFWtEAAAQBAJ

Irene Silviani, Joseph Partogi Sibarani & Pustaka, S. M. (2023). Komunikasi Kesehatan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Scopindo Media Pustaka. https://books.google.co.id/books?id=AvLMEAAAQBAJ

Lalu Muhammad Saleh, Syamsiar S. Russeng & Istiana Tadjuddin (2023). Teknik Relaksasi Otot Progresif pada Air Traffic Controller (ATC). uwais inspirasi indonesia. https://books.google.co.id/books?id=p6m_EAAAQBAJ

Nisma Iriani, Gst. Ayu Ketut Rencana Sari Dewi, Suratman Sudjud., Abdul Safrin D Talli, Surianti, Rr Diah Nugraheni Setyowati, Varetha Lisarani & Tia Nuraya (2022). Metodologi Penelitian. Rizmedia Pustaka Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=wK-kEAAAQBAJ

Ekasari, E., & Dhanny, D. R. (2022). Faktor Yang Mempengaruhi Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii Usia 46-65 Tahun Di Kabupaten Wakatobi. Journal of Nutrition College, 11(2), 154–162.

Elen Susi Safitri, E. (2024). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe Ii: Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Dengan Intervensi Progressive Muscle Relaxation. Universitas Kusuma Husada Surakarta.

Estiningsih, D., Pratama, J. Y., Sarwadhamana, R. J., Wulandari, A. S., & Suprapti, S. (2025). Gambaran Pola Pengobatan dan Komplikasi Pada Pasien Diabetes Melitus (DM) Tipe II di RSUD Panembahan Senopati Bantul. INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal), 8(2), 83–91.

Fauzia, N. N., & Urfiyya, Q. (2025). Hubungan Karakteristik Responden Terhadap Kadar Gula Darah Puasa Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Kabupaten Bantul. Jurnal Kefarmasian Akfarindo, 91–99.

Hendriyani, H. (2025). Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Herbert S. (2025). Sembuh Diabetes Secara Alami. Hervansin Publisher. https://books.google.co.id/books?id=t_VGEQAAQBAJ

Hikmawati, F. (2020). Metodologi penelitian. Rajawali Press.

Husaini, M. (2020). Analisis Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Mellitus Dengan Intervensi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Di Ruang Instalasi Gawat Darurat. Literatur Review.

Ida Rosdiana & Yanti Cahyati (2023). Manfaat Terapi SEFT (Spritual Emotional Freedom Technique), PMR (Progressive Muscle Relaxation) dan Aromaterapi dalam Mengatasi Keluhan Fatigue (Keletihan) Pada Pasien Hemodialisis. Deepublish. https://books.google.co.id/books?id=5AYaEQAAQBAJ

Ilmu, A. J., & Gemolong, S. (2024). Penerapan Terapi Komplementer Relaksasi Otot Progresif

Mansoori, A., Nosrati, M., Dorchin, M., Mohammadyari, F., Derakhshan‐Nezhad, E., Ferns, G., Esmaily, H., & Ghayour‐Mobarhan, M. (2025). A Novel Index For Diagnosis Of Type 2 Diabetes Mellitus: Cholesterol, High Density Lipoprotein, And Glucose (CHG) Index. Journal of Diabetes Investigation, 16(2), 309–314.

Marasabessy, N. B., Nasela, S. J., & Abidin, L. S. (2020). Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus (Dm) Tipe 2. Penerbit NEM. https://books.google.co.id/books?id=z3cREAAAQBAJ

Marwah, S., Herliana, I., & Yuliza, E. (2025). Efektivitas Kombinasi Relaksasi Otot Progresifdanaromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Stresakademik Mahasiswa/I Keperawatan Semester 7 Universitas Indonesia Maju Tahun 2024. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(3), 5244–5258.

Minarti, Supriyanto & Ach. Arfan Adinata (2025). Perawatan Mandiri DM tipe 2 ( Psikoedukasi DSME dan konseling ). Rizmedia Pustaka Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=t2dVEQAAQBAJ

Mugi Hartoyo, Harmilah, Mersi Ekaputri, Rosa Delima Ekwantini, Hamidah Retno Wardani, Rina Milawati, Yanti Cahyati, Novi Malisa, Yumi Dian Lestari & Faisal Sangadji (2024). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah II. Mahakarya Citra Utama Group. https://books.google.co.id/books?id=hlU0EQAAQBAJ

Muliandika, C. A., Gugun, A. M., & Alayyannur, P. A. (2025). Analisis Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Tingkat Distres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Nutrix Journal, 9(2), 266–274.

Mulyana, A., Susilawati, E., Fransisca, Y., Arismawati, M., Madrapriya, F., Phety, D. T. O., Putranto, A. H., Fajriyah, E., Kurniawan, R., & Asri, Y. N. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif. TOHAR MEDIA. https://books.google.co.id/books?id=axwnEQAAQBAJ

Rasdiyanah. (2022). Mengenal Hipertensi pada Kelompok Dewasa dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Penerbit NEM. https://books.google.co.id/books?id=W9KjEAAAQBAJ

Rekam Medik Puskesmas Kamonji. (2024). Data penderita diabetes melitus.

Rhee, E. (2023). The Evolution And Future Of Diagnostic Criteria For Diabetes Mellitus. Journal Of The Korean Medical Association. https://doi.org/10.5124/jkma.2023.66.7.409

Rohmah, U. F., Listiani, D. P., Wijaya, M. S., Budiman, A., & Negara, C. P. (2024). Senam Kaki untuk Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus (Literatur Review). Journal of Vocational Health Science, 3(1), 134–144.

RSUD Mokopido Tolitoli. (2025). Data penderita DM Tipe 2.

Rusdi, M. S. (2020). Hipoglikemia pada pasien diabetes melitus. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 2(2), 83–90.

Widodo, W. (2025). Perawatan Ulkus Kaki Diabetik Menggunakan Aplikasi Digital Pada Pasien Diabetes Tipe Ii. Penerbit Widina. https://books.google.co.id/books?id=v6RTEQAAQBAJ

Wijaya, H. (2020). Analisis Data Kualitatif Teori Konsep dalam Penelitian Pendidikan. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray. https://books.google.co.id/books?id=GkP2DwAAQBAJ

Wulaningsih, I. (2025). Teknik Relaksasi Otot Progresif Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi. Deepublish. https://books.google.co.id/books?id=6jRUEQAAQBAJ

Downloads

Published

22-02-2026

How to Cite

Saprina, I Made Rio Dwijayanto, & Mikaela Delpin Fristalia. (2026). Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruangan Rawat Inap RSUD Mokopido Tolitoli: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(3), 21191–21199. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5471