The Mental Health on Employee Performance with Digital Culture as a Moderating Variable

Penelitian

Authors

  • Surya Syarifuddin Universitas Megarezky
  • Gregorius Cristison Bertholomeus Universitas Nusa Nipa
  • Nurohim Universitas Harkat Negeri
  • Rianti Setyawasih Universitas Islam 45
  • Rahmat Aji Nuryakin STEBI Bina Essa Bandung

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5626

Keywords:

Kesehatan Mental, Kinerja Karyawan, Budaya Digital, Variabel Moderasi, Kesejahteraan Organisasi, Perilaku

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesehatan mental terhadap kinerja karyawan dengan budaya digital sebagai variabel moderasi dalam ekosistem kerja modern. Di era transformasi digital yang masif, stres psikologis akibat batasan kerja yang ambigu dan tuntutan konektivitas yang konstan telah menjadi isu penting yang memengaruhi produktivitas. DengaStudi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesehatan mental terhadap kinerja karyawan dengan budaya digital sebagai variabel moderasi dalam ekosistem kerja modern. Di era transformasi digital yang masif, stres psikologis akibat batasan kerja yang ambigu dan tuntutan konektivitas yang konstan telah menjadi isu penting yang memengaruhi produktivitas. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, studi ini mengeksplorasi bagaimana stabilitas emosional dan kesejahteraan psikologis berkontribusi pada pencapaian target organisasi. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa kesehatan mental yang buruk berkorelasi negatif dengan efisiensi kerja, tetapi keberadaan budaya digital yang kuat dan suportif dapat melemahkan dampak negatif ini. Budaya digital dalam studi ini diposisikan sebagai katalis yang memfasilitasi adaptasi teknologi tanpa mengabaikan aspek manusia. Studi ini menyimpulkan bahwa organisasi harus mengintegrasikan kebijakan kesehatan mental ke dalam kerangka transformasi digital mereka untuk mempertahankan keunggulan kompetitif.n menggunakan pendekatan kuantitatif, studi ini mengeksplorasi bagaimana stabilitas emosional dan kesejahteraan psikologis berkontribusi pada pencapaian target organisasi. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa kesehatan mental yang buruk berkorelasi negatif dengan efisiensi kerja, tetapi keberadaan budaya digital yang kuat dan suportif dapat melemahkan dampak negatif ini. Budaya digital dalam studi ini diposisikan sebagai katalis yang memfasilitasi adaptasi teknologi tanpa mengabaikan aspek manusia. Studi ini menyimpulkan bahwa organisasi harus mengintegrasikan kebijakan kesehatan mental ke dalam kerangka transformasi digital mereka untuk mempertahankan keunggulan kompetitif.

References

Arifin, Z. (2025). Digital bureaucracy: Changing the face of village public services in Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Brynjolfsson, E., & McAfee, A. (2024). The second machine age: Work, progress, and prosperity in a time of brilliant technologies (Updated edition). W. W. Norton & Company.

Budiman, A. (2023). Digital literacy and social adaptation in rural Indonesia: Bridging the gap. Jakarta: Pustaka Sains.

Cropanzano, R., Anthony, E. L., Brienza, S. H., & Shoss, M. K. (2023). Social exchange theory: A critical review with theoretical and empirical suggestions. Journal of Management, 49(1), 61–87. https://doi.org/10.1177/0149206316665353

Ghozali, I. (2021). Multivariate analysis application with IBM SPSS 26 program (10th Edition). Diponegoro University Publishing Agency.

Gupta, P., & Sharma, N. (2023). Digital transformation and its impact on employee well-being in emerging economies. International Journal of Human Resource Management, 34(5), 1012–1035.

Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). Sage Publications.

Handoko, T., & Putra, M. (2023). Digital governance at the grassroots: Interviews with village leaders on technology adoption. Journal of Social Technology, 10(2), 45–58.

Henseler, J., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2023). Advanced issues in partial least squares structural equation modeling. Sage Publications.

Hidayat, T., Kusuma, W., & Syaputra, E. (2024). Public trust and digital transparency in local government: A post-pandemic analysis. Journal of Governance and Public Policy, 11(2), 88–105.

Ibrahim, F. (2024). Implementing IoT in rural Indonesia: A comparative case study of smart villages. Jakarta: TeknoPress.

Johnson, S., Brown, T., & Lee, M. (2024). Cognitive load and emotional stability in the modern workplace. Journal of Applied Psychology, 58(2), 112–129.

Kane, G. C., Phillips, A. N., Copulsky, J. R., & Andrus, G. R. (2022). The technology fallacy: How people are the real key to digital transformation. MIT Press.

Lestari, A., et al. (2023). IoT for rural development: A case study of smart agriculture and energy efficiency. Journal of Green Technology, 8(2), 140–155.

Miller, K. (2024). Digital culture as a buffer: Modern management strategies for the virtual workplace. Academic Press.

Nasution, M., Pratama, I., & Siregar, F. (2024). Internet of Things (IoT) for rural development: Opportunities and challenges in the 4.0 era. Indonesian Journal of Computing and Engineering, 9(3), 150–165.

Pratomo, Y. (2024). Digital infrastructure and connectivity challenges in rural areas of Indonesia. Bandung: Informatika.

Rahayu, S. (2025). Technology adaptability and psychological challenges of the digital generation in Indonesia. Jakarta: TeknoPublika.

Rahman, A., & Hakim, L. (2024). Transparency of public services through IoT technology: A study of smart villages. Indonesian Journal of Government Science, 12(1), 22–38.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2022). Organizational behavior (19th ed.). Pearson.

Santoso, B. (2024). Three-layer IoT architecture for local governments: Scalability and reliability. Indonesian Computer Science Review, 15(1), 12–29.

Setiawan, B. (2025). Cybersecurity for smart villages: Protecting population data from digital threats. Surabaya: TechMedia.

Sugiyono. (2023). Quantitative, qualitative, and R&D research methods (Revised Edition). Bandung: Alfabeta.

Tarafdar, M., Tu, Q., Bolman, J. B., & Ragu-Nathan, T. S. (2021). The impact of technostress on role stress and productivity. Journal of Management Information Systems, 24(1), 301–328.

Thompson, R. (2025). Mental health in the digital age: A strategic imperative for corporate leaders. Business Expert Press.

Westerman, G., Soule, D. L., & Eswarathasan, A. (2023). Building digital-ready culture in traditional organizations. MIT Sloan Management Review.

Wijayanto, S. (2024). Smart village roadmap: A practical guide for Indonesian sub-districts. Yogyakarta: Graha Ilmu.

World Health Organization. (2024). Mental health at work: Global guidelines and interventions. WHO Press.

Yulianto, H. (2024). The future of smart villages in Indonesia: Integration of Artificial Intelligence and IoT. Yogyakarta: Deepublish.

Downloads

Published

23-02-2026

How to Cite

Surya Syarifuddin, Gregorius Cristison Bertholomeus, Nurohim, Rianti Setyawasih, & Rahmat Aji Nuryakin. (2026). The Mental Health on Employee Performance with Digital Culture as a Moderating Variable: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(3), 21215–21222. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5626