Review Tata Massa Dan Sirkulasi Untk Efisiensi Pondok Pesantren Pagi Pon Kab. Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5691Keywords:
tata massa, zonasi, sirkulasi, pesantren, perencanaan tapak.Abstract
Pertumbuhan jumlah santri dan penambahan fasilitas di Pesantren Pagi Pon menyebabkan perubahan struktural yang tidak diimbangi dengan perencanaan tata massa dan sirkulasi yang memadai. Kondisi eksisting menunjukkan ketidakteraturan zonasi, pencampuran area publik, semi-publik, dan privat, serta konflik sirkulasi antara pejalan kaki dan kendaraan. Situasi ini berdampak pada kenyamanan, keamanan, serta efektivitas aktivitas pendidikan di lingkungan pesantren. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis tata massa dan sirkulasi eksisting serta menyusun rekomendasi perbaikan berbasis data lapangan dan kajian teori. Metode yang digunakan mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi visual yang kemudian dianalisis menggunakan teknik klasifikasi zonasi dan pola sirkulasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya kebutuhan mendesak terhadap pembagian zona yang lebih tegas, penataan ulang jalur sirkulasi, penambahan ruang transisi, serta penempatan fasilitas servis yang lebih strategis. Rekomendasi yang dihasilkan mencakup desain alternatif berupa penguatan zoning, pola sirkulasi terpisah, optimalisasi ruang terbuka, serta penataan elemen pendukung lingkungan. Intervensi ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan keteraturan tata ruang sehingga mendukung efektivitas kegiatan belajar-mengajar di pesantren.
References
Ching, F. D. K. (2014). Architecture: Form, space, and order. John Wiley & Sons.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Meidianto, M. R., & Astrina, I. (2020). Comparison of massing and space configuration on the Sang Cipta Rasa Great Mosque, Cirebon, and the Kauman Gedhe Mosque, Yogyakarta. RISA: Jurnal Arsitektur Universitas Parahyangan, 4(1), 50–65. https://doi.org/10.26593/risa.v4i1.3686.50-65
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Christanti Nugraheni, Agung Bayu Saputro, Anisa Aulia, Venia Setyarandini, H.Iwa Noerdin, Mochamad Natsir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












