Dampak Implementasi Program Makan Bergizi Gratis Terhadap Motivasi Belajar PJOK pada Siswa Kelas V SD Negeri Semondo
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.7172Keywords:
MBG, Motivasi, Belajar, PJOKAbstract
Program MBG telah dilaksanakan, belum dapat dipastikan sejauh mana program tersebut memberikan dampak terhadap motivasi belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran PJOK. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam terkait dampak implementasi program Makan Bergizi Gratis terhadap motivasi belajar PJOK siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian adalah informan utama dalam penelitian ini adalah 17 siswa kelas V SD Negeri Semondo yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang saling melengkapi satu sama lain. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh data tingkat kesetujuan siswa terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan motivasi belajar PJOK menunjukkan bahwa seluruh siswa memberikan respon positif terhadap pernyataan yang terdapat dalam instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesetujuan siswa terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis dan motivasi belajar PJOK memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,42 yang termasuk dalam kategori tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap program MBG karena pemberian makanan bergizi membantu memenuhi kebutuhan energi selama mengikuti kegiatan sekolah. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi, siswa memiliki kondisi fisik yang lebih baik sehingga lebih siap mengikuti pembelajaran PJOK yang membutuhkan aktivitas fisik secara langsung. Berdasarkan distribusi kategori motivasi belajar, sebanyak 11 siswa (64,7%) berada pada kategori sangat tinggi dan 6 siswa (35,3%) berada pada kategori tinggi, serta tidak terdapat siswa yang berada pada kategori sedang maupun rendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa implementasi MBG berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Tingginya tingkat kesetujuan ini menggambarkan bahwa siswa merasa lebih siap mengikuti pembelajaran karena kebutuhan fisiknya telah mendapatkan dukungan melalui pemberian makanan bergizi.
References
Al Fazri, M., et al. (2025). Pengaruh program makan bergizi terhadap kesiapan belajar siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(1), 45–58.
Almatsier, S. (2019). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: RinekaCipta.
Arsyad, A. (2011). Media pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The “what” and “why” of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268.
Djaali. (2013). Psikologi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Djamarah, S. B. (2015). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Ekawarna. (2013). Penelitian tindakan kelas. Jakarta: Referensi.
Eriany, P. (2013). Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan, 8(2), 115–125.
Hamalik, O. (2017). Proses belajar mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Hamzah, B. Uno. (2011). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Hidayat, A. (2020). Pengaruh status gizi terhadap partisipasi siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Jurnal Pendidikan Jasmani, 6(2), 120–130.
Husdarta. (2009). Manajemen pendidikan jasmani. Bandung: Alfabeta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan program gizi nasional.
Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pelaksanaan program makan bergizi di sekolah. Jakarta: Kemendikbud.
Kompri. (2016). Motivasi pembelajaran perspektif guru dan siswa. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396.
Maslow, A. H. (1943). A Theory of Human Motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mulyanto. (2014). Pendidikan jasmani dan olahraga. Jakarta: Universitas Terbuka.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmodjo, S. (2019). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Peraturan Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah.
Peraturan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bidang Pangan.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional.
Pratama, R. (2022). Pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap keaktifan belajar siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(1), 55–66.
Rahmawati, D. (2020). Hubungan asupan gizi dengan konsentrasi belajar siswa. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 88–95.
Ridwan. (2019). Belajar mudah penelitian untuk guru. Bandung: Alfabeta. Rukmana. (2009). Pendidikan jasmani dan kesehatan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sardiman, A. M. (2014). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sardiman, A. M. (2018). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Depok: Rajawali Pers.
Sardiman, A. M. (2018). Motivasi belajar dan pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sari, D. (2021). Hubungan status gizi dengan motivasi belajar siswa sekolah dasar.
Jurnal Pendidikan, 7(1), 33–42.
Skinner, B. F. (1953). Science and human behavior. New York: Macmillan.
Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Slameto. (2021). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Supariasa, I. D. N., Bakri, B., & Fajar, I. (2020). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.
Supnawadi, S., Suprapto, S., Khusniyah, N. L., & Thoib, I. (2025). The impact of free meal programs in education. International Journal of Education, 12(1), 75–90.
Suryani, L. (2019). Pembentukan karakter melalui program makan bersama di sekolah. Jurnal Pendidikan Karakter, 4(2), 101–110.
Susanto, A. (2018). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: Prenadamedia.
Tyas, R. (2014). Indikator motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan, 3(1), 45–52. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
UNICEF. (2021). School feeding programs and their impact on education. New York: UNICEF.
UNICEF. (2021). The State of the World’s Children 2021: On My Mind – Promoting, Protecting and Caring for Children’s Mental Health. New York: UNICEF.
Uno, H. B. (2016). Teori motivasi dan pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.
WHO. (2020). Nutrition for health and development. Geneva: World Health Organization.
Winarno, M. E. (2020). Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Winarno. (2020). Pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar. Jakarta: Kencana.
Wulandari, S. (2018). Pengaruh gizi terhadap kemampuan belajar siswa. Jurnal Pendidikan, 6(2), 77–85.
Wulandari, S. (2023). Pengaruh intervensi gizi terhadap konsentrasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(2), 90–102.
Yin, R. K. (2019). Case study research and applications: Design and methods. Thousand Oaks, CA: Sage.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hendra Dani Pamungkas, Mokhamad Parmadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












