Pendampingan Pengembangan Jaringan Perpipaan Air Bersih Berbasis Masyarakat pada Wilayah Karst di Desa Mangeloreng, Kabupaten Maros
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7249Keywords:
air bersih; SPAM berbasis masyarakat; KPSPAM; wilayah karst; pengabdian kepada masyarakat.Abstract
Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, namun masih menjadi permasalahan serius di wilayah perdesaan dengan karakteristik geografis perbukitan karst. Dusun Lopi-Lopi, Desa Mangeloreng, Kabupaten Maros, merupakan salah satu wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama pada musim kemarau, akibat minimnya air permukaan dan keterbatasan sistem distribusi. Meskipun telah tersedia sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat melalui Program PAMSIMAS, jangkauan layanan belum merata dan memerlukan pengembangan serta pendampingan teknis.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan pengembangan jaringan perpipaan air bersih berbasis masyarakat melalui penguatan kapasitas teknis dan kelembagaan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) Layar Putra. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan teknis lapangan, serta evaluasi keberlanjutan sistem dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan cakupan layanan air bersih melalui penambahan jaringan pipa sepanjang ±200 meter yang dibiayai dari dana iuran masyarakat. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman pengurus KPSPAM dalam pengelolaan operasi dan pemeliharaan sistem perpipaan. Kegiatan ini juga memperkuat partisipasi dan rasa memiliki masyarakat terhadap sistem penyediaan air bersih desa. Pendampingan ini membuktikan bahwa pendekatan bertahap berbasis kemampuan lokal efektif dalam meningkatkan keberlanjutan layanan air bersih di wilayah perdesaan dengan kondisi geografis terbatas.
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Maros. (2023). Kabupaten Maros dalam angka 2023. BPS Kabupaten Maros.
Direktorat Jenderal Cipta Karya. (2016). Pedoman umum program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Direktorat Jenderal Cipta Karya. (2020). Petunjuk teknis penyelenggaraan sistem penyediaan air minum perdesaan. Kementerian PUPR.
Ford, D., & Williams, P. (2007). Karst hydrogeology and geomorphology. John Wiley & Sons.
Harvey, P. A., & Reed, R. A. (2007). Community-managed water supplies in Africa: Sustainable or dispensable? Community Development Journal, 42(3), 365–378. https://doi.org/10.1093/cdj/bsl001
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (2019). Pembangunan sarana air bersih dan sanitasi desa. Kemendes PDTT.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Profil kesehatan Indonesia. Kemenkes RI.
Lockwood, H., & Smits, S. (2011). Supporting rural water supply: Moving towards a service delivery approach. Practical Action Publishing.
Marks, S. J., & Davis, J. (2012). Does user participation lead to sense of ownership for rural water systems? Evidence from Kenya. World Development, 40(8), 1569–1576. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2012.03.011
Montgomery, M. A., & Elimelech, M. (2007). Water and sanitation in developing countries: Including health in the equation. Environmental Science & Technology, 41(1), 17–24. https://doi.org/10.1021/es072435t
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 27/PRT/M/2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum.
Smits, S., Rojas, J., & Tamayo, P. (2013). The impact of support to community-based rural water service providers: Evidence from Bolivia, Colombia, and Peru. Water International, 38(3), 308–325. https://doi.org/10.1080/02508060.2013.803013
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. United Nations.
UN-Water. (2020). Water and sanitation interlinkages across the 2030 agenda for sustainable development. United Nations.
World Health Organization. (2017). Guidelines for drinking-water quality (4th ed.). WHO Press.
World Bank. (2018). Sustainability of rural water service delivery. World Bank Group.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jufri Manga, Henrianto Masiku, Hendra Hafid, Zilvany Payung, Alen Parinding

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












