Pendampingan Pengembangan Jaringan Perpipaan Air Bersih Berbasis Masyarakat pada Wilayah Karst di Desa Mangeloreng, Kabupaten Maros

Pengabdian

Authors

  • Jufri Manga Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Henrianto Masiku Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Hendra Hafid Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Zilvany Payung Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Alen Parinding Universitas Kristen Indonesia Toraja

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7249

Keywords:

air bersih; SPAM berbasis masyarakat; KPSPAM; wilayah karst; pengabdian kepada masyarakat.

Abstract

Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, namun masih menjadi permasalahan serius di wilayah perdesaan dengan karakteristik geografis perbukitan karst. Dusun Lopi-Lopi, Desa Mangeloreng, Kabupaten Maros, merupakan salah satu wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama pada musim kemarau, akibat minimnya air permukaan dan keterbatasan sistem distribusi. Meskipun telah tersedia sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat melalui Program PAMSIMAS, jangkauan layanan belum merata dan memerlukan pengembangan serta pendampingan teknis.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan pengembangan jaringan perpipaan air bersih berbasis masyarakat melalui penguatan kapasitas teknis dan kelembagaan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) Layar Putra. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan teknis lapangan, serta evaluasi keberlanjutan sistem dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan cakupan layanan air bersih melalui penambahan jaringan pipa sepanjang ±200 meter yang dibiayai dari dana iuran masyarakat. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman pengurus KPSPAM dalam pengelolaan operasi dan pemeliharaan sistem perpipaan. Kegiatan ini juga memperkuat partisipasi dan rasa memiliki masyarakat terhadap sistem penyediaan air bersih desa. Pendampingan ini membuktikan bahwa pendekatan bertahap berbasis kemampuan lokal efektif dalam meningkatkan keberlanjutan layanan air bersih di wilayah perdesaan dengan kondisi geografis terbatas.

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Maros. (2023). Kabupaten Maros dalam angka 2023. BPS Kabupaten Maros.

Direktorat Jenderal Cipta Karya. (2016). Pedoman umum program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Direktorat Jenderal Cipta Karya. (2020). Petunjuk teknis penyelenggaraan sistem penyediaan air minum perdesaan. Kementerian PUPR.

Ford, D., & Williams, P. (2007). Karst hydrogeology and geomorphology. John Wiley & Sons.

Harvey, P. A., & Reed, R. A. (2007). Community-managed water supplies in Africa: Sustainable or dispensable? Community Development Journal, 42(3), 365–378. https://doi.org/10.1093/cdj/bsl001

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (2019). Pembangunan sarana air bersih dan sanitasi desa. Kemendes PDTT.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Profil kesehatan Indonesia. Kemenkes RI.

Lockwood, H., & Smits, S. (2011). Supporting rural water supply: Moving towards a service delivery approach. Practical Action Publishing.

Marks, S. J., & Davis, J. (2012). Does user participation lead to sense of ownership for rural water systems? Evidence from Kenya. World Development, 40(8), 1569–1576. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2012.03.011

Montgomery, M. A., & Elimelech, M. (2007). Water and sanitation in developing countries: Including health in the equation. Environmental Science & Technology, 41(1), 17–24. https://doi.org/10.1021/es072435t

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 27/PRT/M/2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum.

Smits, S., Rojas, J., & Tamayo, P. (2013). The impact of support to community-based rural water service providers: Evidence from Bolivia, Colombia, and Peru. Water International, 38(3), 308–325. https://doi.org/10.1080/02508060.2013.803013

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. United Nations.

UN-Water. (2020). Water and sanitation interlinkages across the 2030 agenda for sustainable development. United Nations.

World Health Organization. (2017). Guidelines for drinking-water quality (4th ed.). WHO Press.

World Bank. (2018). Sustainability of rural water service delivery. World Bank Group.

Downloads

Published

03-07-2026

How to Cite

Jufri Manga, Henrianto Masiku, Hendra Hafid, Zilvany Payung, & Alen Parinding. (2026). Pendampingan Pengembangan Jaringan Perpipaan Air Bersih Berbasis Masyarakat pada Wilayah Karst di Desa Mangeloreng, Kabupaten Maros: Pengabdian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 5(1), 177–183. https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7249