Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Permainan Bongkar Pasang Anggota Tubuh Menggunakan Media Puzzle pada Siswa Autis Sedang Kelas I di SLB Kartini Saumlaki
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7335Keywords:
Motorik Halus, Media Puzzle, Anak Autis, Permainan Bongkar Pasang, Penelitian Tindakan KelasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus siswa autis sedang kelas I di SLB Kartini Saumlaki melalui permainan bongkar pasang anggota tubuh menggunakan media puzzle. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah dua siswa autis sedang, yaitu SN dan MN. Data dikumpulkan melalui observasi, tes unjuk kerja, wawancara, dan dokumentasi. Indikator kemampuan motorik halus meliputi menjumput kepingan, memegang kepingan, memutar kepingan, memasang kepingan, koordinasi mata-tangan, dan durasi fokus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai pada kedua subjek. SN meningkat dari 20 pada pre-test menjadi 45 pada siklus I dan 65 pada siklus II, sedangkan MN meningkat dari 25 menjadi 47 dan 69. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media puzzle anggota tubuh dapat membantu siswa lebih fokus, terarah, dan mandiri dalam melakukan aktivitas motorik halus. Dengan demikian, permainan bongkar pasang anggota tubuh menggunakan media puzzle dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran motorik halus bagi siswa autis di sekolah luar biasa.
References
Abdulrahman. (1996). Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Andriana, D. (2011). Tumbuh kembang dan terapi bermain pada anak. Jakarta: Salemba Medika.
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Baron-Cohen, S. (2008). Autism and Asperger syndrome. Oxford: Oxford University Press.
Gargiulo, R. M., & Metcalf, D. (2021). Teaching in today's inclusive classrooms: A universal design for learning approach. Boston: Cengage Learning.
Hurlock, E. B. (1978). Child development. New York: McGraw-Hill.
Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner. Victoria: Deakin University Press.
Koswara, D. (2013). Pendidikan anak berkebutuhan khusus autis. Jakarta: Luxima Metro Media.
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Republik Indonesia. (2016). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sumantri, M. S. (2005). Model pengembangan keterampilan motorik anak usia dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Elisabeth Eva

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












