Peningkatan Literasi Sains dan Numerasi Siswa Sekolah Dasar melalui Program Pendampingan Mahasiswa Wilayah 3T di SD Mosso, Kec. Muara Tami, Kota Jayapura
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.883Keywords:
Program Pendampingan, Literasi Sains, Numerasi. Mentoring Program, Science Literacy, NumeracyAbstract
oleh mahasiswa dalam meningkatkan literasi sains dan numerasi siswa Sekolah Dasar (SD) Mosso di Kec. Muara Tami, Kota Jayapura, yang terletak di wilayah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal). Program pendampingan ini melibatkan mahasiswa sebagai pengajar sementara yang membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dasar sains dan matematika melalui pendekatan yang interaktif dan berbasis pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap materi sains dan numerasi setelah mengikuti program pendampingan. Peningkatan ini tercermin dalam nilai tes pre-test dan post-test yang menunjukkan perbedaan yang signifikan. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran berbasis eksperimen dan permainan edukatif terbukti efektif dalam menarik minat siswa dan meningkatkan keterampilan numerasi mereka. Meskipun demikian, keterbatasan fasilitas dan durasi program menjadi tantangan utama yang mempengaruhi efektivitasnya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang peran mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T dan dapat dijadikan sebagai model untuk program pendampingan serupa di daerah lain.
References
Arifin, M., & Nursalim, A. (2020). Model Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Literasi Sains di Daerah Terpencil. Jurnal Pendidikan Anak, 28(2), 97-104.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). Intrinsic motivation and self-determination in human behavior. Springer Science & Business Media.
Hamid, F., & Rahmawati, N. (2019). Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Pemahaman Sains Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 20(1), 33-44.
Hartono, R., & Suryani, L. (2018). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Game terhadap Peningkatan Kemampuan Numerasi Siswa. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 14(2), 221-230.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2019). Pendidikan di Wilayah 3T: Menjembatani Ketimpangan. Jakarta: Kemendikbud.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Buku Panduan Program Kampus Mengajar. Jakarta: Kemendikbud.
Kuswandi, D., & Rahayu, S. (2017). Peran Mahasiswa dalam Pendidikan di Wilayah Terpencil: Sebuah Pendekatan Partisipatif. Jurnal Pendidikan Indonesia, 23(3), 215-229.
Mulyani, I. (2020). Efektivitas Program Pendampingan dalam Meningkatkan Literasi di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 21(2), 134-145.
Nasution, A. (2020). Koordinasi Guru dan Mahasiswa dalam Program Pendampingan. Jurnal Pendidikan, 39(3), 122-130.
OECD. (2021). PISA 2020 Results: Excellence and Equity in Education. OECD Publishing.
Piaget, J. (1973). To understand is to invent: The future of education. Grossman Publishers.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan. (2019). Peningkatan Literasi Sains dan Numerasi di Daerah Terpencil. Jakarta: Puslitbang Pendidikan.
Suryani, R. (2021). Program Pendampingan Mahasiswa untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Daerah 3T. Jurnal Pendidikan Indonesia, 45(3), 102-115.
Widodo, S. (2019). Implementasi Program Kampus Mengajar dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 31(4), 251-263.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tri Suwarningsih, Maya Pujowati, Etty Octaviani Manalu, Alim Mutaqin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












