Pendidikan Islam Moderat Berbasis Masjid: Analisis Ekologi Perkembangan Di Masjid Al- Akbar Surabaya

Penelitian

Authors

  • Savirah Qonitatillah Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik
  • Saeful Anam Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.986

Keywords:

Pendidikan Islam Moderat, Masjid, Teori Ekologi

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pendidikan Islam moderat berbasis masjid dengan studi kasus di Masjid Al-Akbar Surabaya. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan profil jamaah, memetakan model pendidikan, dan menganalisis mekanisme pelaksanaan program moderasi Islam. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman jamaah secara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi jamaah didorong oleh kebutuhan spiritual (faktor internal) serta pengaruh keluarga dan lingkungan sosial (faktor eksternal). Masjid Al-Akbar menyelenggarakan program pendidikan yang beragam, seperti kajian rutin, pendidikan formal-nonformal, dan pelatihan, dengan materi yang menekankan nilai-nilai moderasi seperti toleransi (tasamuh) dan keseimbangan (tawazun). Proses pembelajaran dilaksanakan secara partisipatif dengan metode fleksibel dan evaluasi holistik. Analisis menggunakan teori ekologi Bronfenbrenner mengungkap bahwa interaksi dinamis antara mikrosistem (keluarga, pengajar), mesosistem (jaringan sosial), dan makrosistem (nilai budaya) memperkuat internalisasi nilai moderasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masjid berperan sebagai pusat transformasi sosial yang efektif dalam menyebarkan Islam moderat, dengan rekomendasi untuk memperkuat sinergi antar sistem ekologi guna menghadapi tantangan era digital.

References

“41 Masjid Pemerintah Terindikasi Sebarkan Paham Radikal.” NU Online, 2018. https://www.nu.or.id/nasional/41-masjid-pemerintah-terindikasi-sebarkan-paham-radikal-xykRH.

Aziz, Abdul, dan Khoirul Anam. “Moderasi Beragama Berlandaskan Nilai-nilai Islam.” Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, 2021, 131. https://cendikia.kemenag.go.id/storage/uploads/file_path/file_28-09-2021_6152761cdc6c1.pdf.

Bronfenbrenner, Urie. “Toward an experimental ecology of human development.” American psychologist 32, no. 7 (1977): 513.

Bronfenbrenner, Urie, dan Pamela A Morris. “The ecology of developmental processes.,” 1998.

Farhan, Fachmi, Nurwadjah, dan Andewi Suhartini. “Masjid Sebagai Basis Pendidikan Non Formal.” Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan 14, no. 1 (2022): 46–57. https://doi.org/10.47435/al-qalam.v14i1.630.

Gonzales, Mabel, dan Mabel Gonzales. “The Bronfenbrenner micro-and meso-systems.” Systems thinking for supporting students with special needs and disabilities: A handbook for classroom teachers, 2020, 81–92.

Harizah, Afifudin. “Ilmu Pendidikan Islam,” 2018.

Hasan, Mustaqim. “Prinsip Moderasi Beragama Dalam Kehidupan Berbangsa.” Mubtadiin 07, no. 02 (2021).

Kurniawan, Andri. “Peran Masjid sebagai Sentra Dakwah Moderasi.” Jurnal Komunikasi Islam 10, no. 1 (2020): 125–45.

“LEMBAGA PENDIDIKAN.” Diakses 4 Desember 2024. https://www.masjidalakbar.or.id/profil/.

Rosa, Edinete Maria, dan Jonathan Tudge. “Urie Bronfenbrenner’s theory of human development: Its evolution from ecology to bioecology.” Journal of family theory & review 5, no. 4 (2013): 243–58.

“Sejarah.” Diakses 4 Desember 2024. https://www.masjidalakbar.or.id/sejarah/.

Downloads

Published

30-05-2025

How to Cite

Savirah Qonitatillah, & Saeful Anam. (2025). Pendidikan Islam Moderat Berbasis Masjid: Analisis Ekologi Perkembangan Di Masjid Al- Akbar Surabaya: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 2737–2744. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.986