Dampak Ketidakhadiran Ayah Terhadap Perkembangan Emosi Remaja: Tinjauan Literatur
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1166Keywords:
Ketidakhadiran Ayah, Emosi Remaja, Regulasi Emosi, Perkembangan Psikososial, Figur Ayah, Kesejahteraan Emosional, Keterlibatan Orang TuaAbstract
Ketidakhadiran ayah merupakan fenomena yang semakin sering ditemukan dalam struktur keluarga modern, baik karena perceraian, kematian, migrasi kerja, maupun disengagement emosional. Penelitian menunjukkan bahwa peran ayah sangat penting dalam membentuk keseimbangan emosi remaja. Artikel ini bertujuan mengkaji dampak psikososial dari ketidakhadiran ayah terhadap perkembangan emosi remaja berdasarkan lima jurnal ilmiah. Hasil studi menunjukkan bahwa ketidakhadiran ayah berkorelasi dengan peningkatan risiko depresi, gangguan kecemasan, perilaku agresif, dan masalah dalam regulasi emosi.
References
Amato, P. R., & Gilbreth, J. G. (1999). Nonresident fathers and children's well-being: A metaanalysis. Journal of Marriage and the Family
Ellis, B. J., Bates, J. E., Dodge, K. A., Fergusson, D. M., Horwood, L. J., Pettit, G. S., & Woodward, L. (2003). Does father absence place daughters at special risk for early sexual activity and teenage pregnancy? Child Development,
Harper, C., & McLanahan, S. (2004). Father absence and youth incarceration. Journal of Research on Adolescence, 14(3), 369–397
Krampe, E. M., & Fairweather, P. D. (1993). Father presence and family formation: A theoretical reformulation. Journal of Family Issues, 14(4), 572–591.
Lamb, M. E. (2010). The Role of the Father in Child Development (5th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nova Lisye Sinaulan, Laudia Ashara Manggo, Nana Elpira Mokoginta, Chelsia Naftalia Poluakan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












