Pemberdayaan Kader Dalam Pengelolaan Obat Rumah Tangga Di Lingkungan Kelurahan Padang Harapan Kota Bengkulu

Pengabdian

Authors

  • Avrilya Iqoranny Susilo Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Zamharira Muslim Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Dira Irnameria Poltekkes Kemenkes Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1168

Keywords:

Pengelolaan Obat, Rumah Tangga, Pemberdayaan Kader

Abstract

Salah satu perilaku masyarakat yang meningkat dalam pengobatan akhir-akhir ini adalah pengobatan mandiri atau swamedikasi. Kemudahan dalam informasi membuat masyarakat cenderung mencari pengobatan sendiri tanpa banyak mengeluarkan biaya untuk membayar tenaga medis terkait dengan penyembuhan penyakit yang sedang diderita. Permasalahan yang timbul dari perilaku swamedikasi ini adalah banyaknya kesalahan dalam pengelolaan penyimpanan obat dalam rumah tangga. Salah satu upaya dalam penyelesaian masalah ini adalah dengan pemberdayaan kader posyandu yang ada di masyarakat untuk menyalurkan informasi yang diperoleh dari kegiatan ini. Kegiatan diawali dengan Pre Test untuk menilai tingkat pengetahuan para kader tentang pengelolaan obat di rumah tangga. Tahap selanjutnya dilakukan sosialisasi tentang materi pengelolaan obat, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Kegiatan diakhiri dengan Post Test untuk menilai pengetahuan kader setelah dilakukan sosialisasi. Kegiatan selanjutnya merupakan pemberdayaan kader, yaitu dengan kegiatan masing-masing kader mendatangi lima rumah warga di lingkungan sekitar untuk meneruskan pengetahuan yang diperoleh selama sosialisasi ke warga yang lain. Tahap akhir para kader akan melakukan monitoring evaluasi ke rumah warga bagaimana pengelolaan obat dalam rumah tangga setelah mendapat sosialisasai cara pengelolaan obat dalam rumah tangga yang benar. Pada evaluasi kegiatan didapatkan masih adanya penyimpangan dalam penyimpanan obat dalam rumah tangga, antara lain masih ada obat yang disimpan dalam lemari pendingin yang seharusnya di suhu ruang, obat kadaluarsa yang masih disimpan dan pembuangan obat yang belum sesuai. Hasil ini menunjukkan bahwa masih perlunya pendampingan kepada warga dalam pengelolaan obat dalam rumah tangga yang tepat dan benar.Adanya peningkatan pengetahuan kader dari sebelum dilakukan pelatihan dan sesudah pelatihan.

References

De Sanctis V, Soliman AT, Daar S, Di Maio S, Elalaily R, Fiscina B, et al. Prevalence, attitude and practice of self medication among adolescents and the paradigm of dysmenorrhea self-care management in different countries. Acta Biomed. 2020;91(1):182–92.

Harahap NA, Khairunnisa K, Tanuwijaya J. Patient knowledge and rationality of self-medication in three pharmacies of Panyabungan City, Indonesia. J Sains Farm Klin. 2017;3(2):186.

Kristina, S.A. (2015) ‘Perilaku pengobatan sendiri yang rasional pada masyarakat’, (December)

Mathewos T, Daka K, Bitew S, Daka D. Self-medication practice and associated factors among adults in Wolaita Soddo town, Southern Ethiopia. Int J Infect Control. 2021;17(1):1–8.

Montastruc J-L, Bondon-Guitton E, Abadie D, Lacroix I, Berreni A, Pugnet G, et al. Pharmacovigilance, risks and adverse effects of self-medication. Therapies. 2016;71(2):257–62.

Muslim, Z., Juita, R.A. and Susilo, A.I. (2022) ‘Prevalensi Penyimpanan Antibiotik Di Rumah Tangga KecamatanTeluk Segara Kota Bengkulu’, Jurnal Farmasi Higea, 14(1), p. 14. doi:10.52689/higea.v14i1.432.

Savira, M. et al. (2020) ‘Praktik Penyimpanan Dan Pembuangan Obat Dalam Keluarga’, Jurnal Farmasi Komunitas, 7(2), p. 38. doi:10.20473/jfk.v7i2.21804.

Downloads

Published

12-06-2025

How to Cite

Avrilya Iqoranny Susilo, Zamharira Muslim, & Dira Irnameria. (2025). Pemberdayaan Kader Dalam Pengelolaan Obat Rumah Tangga Di Lingkungan Kelurahan Padang Harapan Kota Bengkulu : Pengabdian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 4022–4027. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1168