Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Digital untuk Meningkatkan Efisiensi Kerja pada Komunitas Lokal
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1423Keywords:
Pelatihan Digital, Komunitas Lokal, Efisiensi KerjaAbstract
Inisiatif "Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Digital untuk Meningkatkan Efisiensi Kerja di Komunitas Lokal" bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di Jorong Cingkariang, Kabupaten Agam, dengan memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari. Program ini berfokus pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam menggunakan tiga aplikasi utama: Google Docs untuk kolaborasi dokumen, WhatsApp Group untuk komunikasi antar organisasi, dan Google Calendar untuk pengelolaan waktu. Pelatihan ini berlangsung selama tiga bulan dengan pendekatan hibrida yang menggabungkan pendampingan langsung di lapangan dan modul pembelajaran daring interaktif. Peserta berasal dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok tani, PKK, karang taruna, dan pengurus organisasi lokal. Program ini menerapkan pendekatan partisipatif, di mana peserta tidak hanya menerima materi tetapi juga aktif terlibat dalam praktik langsung. Setiap modul dirancang dengan tahapan pembelajaran yang jelas, dimulai dari pengenalan fitur dasar, simulasi kasus nyata, hingga penerapan dalam kegiatan organisasi mereka. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 78% dalam penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut. Selain itu, pemantauan setelah pelatihan mengungkapkan bahwa 85% peserta telah menerapkan keterampilan baru mereka dalam kegiatan kelompok. Dampak dari program ini terlihat pada meningkatnya efisiensi kerja berbagai organisasi lokal. Kelompok tani dapat menyusun proposal bantuan dengan lebih cepat, PKK mampu mengkoordinasikan kegiatan dengan lebih efektif melalui grup WhatsApp, dan karang taruna dapat mengelola jadwal acara dengan lebih terstruktur. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur internet di beberapa daerah dan resistensi dari anggota masyarakat yang kurang akrab dengan teknologi. Program ini diharapkan dapat menjadi model untuk pengembangan kapasitas digital masyarakat pedesaan dengan penyesuaian sesuai dengan karakteristik lokal
References
Alam, Y., Harliana, H., Haryuni, N., & Oktaviani, R. T. (2024). Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Berbasis Komunitas untuk Produksi Pupuk Kompos Organik. Welfare: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(4), 748–753. https://doi.org/10.30762/welfare.v2i4.1964
Alshammari, M., dkk. (2020). Digital Tools Adoption in Rural Communities. International Journal of Community Development, 15(1), 78-92.
Brown, T., & Davis, K. (2021). Evaluating Digital Literacy Programs. Evaluation and Program Planning, 85, 1-12.
Kauffman, R., & Tzeng, J. (2019). Digital Literacy in Southeast Asia. Journal of Asian Development, 7(2), 34-50.
Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2022). Laporan Survei Literasi Digital Indonesia. Jakarta: Kominfo.
Lee, H., & Chen, L. (2023). Overcoming Digital Adoption Barriers. Rural Technology Quarterly, 18(2), 67-82.
Putra, D., & Wijaya, S. (2022). Pendekatan Holistik dalam Pelatihan Digital. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 10(1), 23-37.
Prasetyo, A., dkk. (2021). Dampak Pelatihan Digital terhadap Produktivitas Komunitas. Jurnal Teknologi Masyarakat, 12(3), 45-60.
Sari, R., & Rahman, A. (2020). Efektivitas Pelatihan Aplikasi Kolaborasi Digital. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 112-125.
Smith, J., dkk. (2021). Hybrid Training Methods for Communities. Community Development Journal, 56(3), 401-415.
Thompson, G., dkk. (2022). Community Leaders in Technology Adoption. Social Innovation Review, 14(4), 112-128.
Wilson, E., dkk. (2022). Sustainable Community Empowerment Models. Journal of Community Practice, 30(1), 56-72.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mardhiah Masril , Billy Hendrik, Ade Saputra, Hasri Awal, Firdaus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












