Pengaruh Inflasi terhadap Ketimpangan Pendapatan di Sumatera Utara
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3004Keywords:
Ketimpangan Pendapatan, Inflasi, Gini Ratio.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2010–2024, dengan menggunakan Gini Ratio sebagai indikator utama dalam mengukur distribusi pendapatan. Ketimpangan pendapatan masih menjadi salah satu persoalan serius dalam pembangunan ekonomi, karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu menjamin pemerataan hasil pembangunan. Inflasi sebagai salah satu variabel makroekonomi penting memiliki peran signifikan dalam menentukan tingkat ketimpangan, terutama karena dampaknya dirasakan secara tidak merata oleh kelompok masyarakat. Rumah tangga berpendapatan rendah lebih rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok, mengingat sebagian besar pendapatannya dialokasikan untuk konsumsi, sedangkan kelompok berpendapatan tinggi lebih terlindungi karena memiliki akses terhadap aset produktif yang nilainya justru dapat meningkat saat inflasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif serta uji regresi untuk mengukur hubungan kausal antara inflasi dan Gini Ratio. Uji asumsi klasik (normalitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas) juga dilakukan untuk memastikan validitas model regresi yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Sumatera Utara, yang ditunjukkan dengan kecenderungan peningkatan Gini Ratio pada periode inflasi tinggi. Sebaliknya, ketika inflasi dapat dikendalikan dan stabilitas harga terjaga, ketimpangan pendapatan menunjukkan tren menurun. Temuan ini menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan salah satu kunci utama dalam upaya mengurangi ketimpangan pendapatan di daerah. Selain melalui kebijakan stabilisasi harga, diperlukan pula langkah kebijakan yang mampu melindungi kelompok masyarakat rentan, seperti program perlindungan sosial dan subsidi tepat sasaran. Dengan demikian, upaya pengendalian inflasi tidak hanya menjaga stabilitas makroekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan di Provinsi Sumatera Utara.
References
Adelman, I., & Morris, C. T. (dalam Arsyad, L.). (2004). Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: BPFE.
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. (2010–2024). Statistik Sosial dan Ekonomi Sumatera Utara.www.sumut.bps.go.id
Chrisdayanti, R., & Nawarti, N. (2024). Analisis ketimpangan distribusi pendapatan di Provinsi Riau. Jurnal Ekonomi KIAT, 35(1), 45–52.https://journal.uir.ac.id/index.php/kiat/article/view/17827
Mankiw, N. G. (2016). Principles of Economics (7th ed.). Boston: Cengage Learning.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2011). Economic Development (11th ed.). Boston: Addison-Wesley.
Wahyuni, S., & Andriyani, D. (2022). Pengaruh inflasi, jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Aceh. Jurnal Ekonomi Regional Unimal, 5(1), 39–47. https://doi.org/10.29103/jeru.v5i1.7919
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sarah Desnita Manihuruk, Gebatania Pakpahan, Lidya Vanya Sihombing, Adel Syesaria Agustin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












