Sosialisasi Pembuatan Biskuit Ikan Pada Kelompok Ibu - Ibu Leban Karas Pijoan Jambi Luar Kota Muaro Jambi
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3612Keywords:
ikan gabus, biskuit, Leban KarasAbstract
Kegiatan ini dilaksanakan di Leban Karas, Desa Pijoan, Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Sasaran kegiatan adalah kelompok ibu-ibu warga Leban Karas. Permasalahan: kelompok mitra menghadapi kendala dalam hal sumber daya manusia (SDM), keterbatasan modal, penguasaan teknologi, serta daya tawar produk yang masih rendah. Solusi: diberikan pelatihan mengenai teknologi proses pembuatan biskuit ikan yang lebih higienis, rendah kadar minyak, serta dikemas secara menarik guna meningkatkan minat beli masyarakat. Selain itu, dilakukan juga pembinaan berkelanjutan untuk memperkuat keterampilan dan pengetahuan peserta. Mitra yang Terlibat: warga Leban Karas (Kelompok ibu - ibu) berperan sebagai penerima teknologi dari tim pengabdian. Melalui kegiatan ini, mereka memperoleh ilmu dan keterampilan dalam pengolahan ikan, khususnya pembuatan biskuit berbahan dasar ikan. Hasil dan Pembahasan: penambahan bahan pangan seperti daging ikan gabus dalam pembuatan biskuit menghasilkan produk dengan nilai gizi tinggi, terutama protein. Ikan memiliki keunggulan sebagai sumber protein hewani karena mengandung asam amino esensial yang seimbang dengan kebutuhan tubuh manusia serta asam lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi kesehatan. Tim membuat biskuit ikan gabus di rumah, kemudian membagikan leaflet berisi panduan pembuatan serta contoh biskuit yang telah dikemas kepada kelompok ibu-ibu. Para peserta diminta membaca panduan, mencicipi produk, dan mengajukan pertanyaan jika ada hal yang belum dipahami. Kesimpulan:Tim membuat biskuit ikan gabus di rumah, lalu mendistribusikannya beserta leaflet kepada kelompok ibu-ibu Leban Karas sebagai mitra. Para peserta diberi kesempatan mencicipi produk dan memberikan tanggapan terkait proses maupun hasil biskuit.
References
Afrianto, E dan E. Liviawaty. 1989. Pengawetan dan Pengolahan Ikan. Kanisius Yogyakarta.
Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jambi, 2006, Statistik Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jambi, Jambi
Hardiansyah dan Briawan, 1994. Cara Kemunduran Ikan, Faktor yang Mempengaruhi dan Cara Penelitian dan Pengawasan Mutu. Lembaga Teknologi Perikanan. Jakarta.
Maulida, Nurul. 2005. Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan Mendidihan (Thunnus Albacares) Sebagai Suplemen Dalam Pembuatan Biskuit (Crackers). Skripsi. Bogor: Fakultas perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertama Bogor.
Nio Oey Kam. 1992. Daftar Analisa Bahan Makanan. Fakultas Kedokteran UI. Jakarta.
Rab, T.1997. Teknologi Hasil Perairan. Universitas Riau Press Pekanbaru.
Rochima, Emma, Dkk. 2015. Karakterisasi Kimiawi Dan Organoleptik Pempek Dengan Penambahan Tepung Tulang Ikan Mas Asal Waduk Cirata. Jatinangor. Vol V1 No. 1.
Setiawan, S., & Daniel. T. (2013). Pemanfaatan residu daging ikan gabus (ophiocephalus striatus) dalam pembuatan kerupuk ikan beralbumin. Thpi Student Journal, 1(1); 21-32
SNI (Standar Nasional Indonesia). Uji Bahan Makanan dan Minuman. Badan Standarisasi Nasional SNI 01-2891-2011.
Suhardi. 1988. Bahan Pengajaran Kimia dan Teknologi Protein. PAU Pangan dan Gizi UGM. Yogyakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hajar Setyaji, Suryanto, Metha Monica, Mukhsin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












