Penggunaan Modifikasi Teknologi Rajut DIY Dalam Menghasilkan Varian Desain Noken Komunitas Suku Yali Di Jakarta Selatan
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3641Abstract
Noken merupakan warisan budaya dari orang Asli Papua.Lembaga kebudayaan dunia UNESCO pada tanggal 4 Desember 2012 menetapkan noken sebagai warisan budaya tak benda.Sebagai warisan budaya harus dilestarikan karena merupakan jati diri suatu kelompok atau bangsa.Selain itu pelestarian budaya bila terpelihara dengan baik akan memiliki nilai komersial sehingga meningkatkan kesejahteraan pengampunya,karena mengubah pengakuan kebudayaan menjadi penghasilan, mengubah kekayaan budaya (intelektual) menjadi sumber pendapatan.Salah satu suku yang membuat noken adalah Suku Yali. Di Jakarta Selatan terdapat komunitas Suku Yali yang membuat kerajinan noken. Kerajinan noken Rosi Rosa. Dan menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan permasalahan mitra terkait desain warna dan motif noken maka tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mitra mampu menghasilkan varian desain noken. Metode yang dilakukan dengan memberikan pelatihan prinsip desain dan unsur desain produk yang tersusun dari garis, warna,tekstur, keseimbangan, gradasi, repetisi dan variasi pada produk noken.Eksplorasi motif tradisional Papua, khususnya suku Yali mengungkap kearifan lokal flora dan fauna.c. pelatihan desain dan motif noken dua dimensi melalui seni gambar dan penggunaan Modifikasi Teknologi Rajut DIY.Penerapan teknologi Penggunaan alat modifikasi Teknologi Rajut Otomatis DIY. Kendala yang dihadapi terkait dengan merubah maindset mitra untuk mau merancang atau mendesainkan dulu produk ke dalam pola, mitra lebih suka langsung merajut apa yang ada dalam pikiran tanpa di dahului dengan desain yang akan dibuat. Hasil kegiatan pelatihan mitra mampu memadupadankan warna primer (merah, biru, kuning) dengan warna sekunder (kuning, oren, ungu), motif yang dihasilkan terdapat kekhasan khas budaya Suku Yali mampu menghasilkan produk dengan warna analogus ataupun monokromatik, dua dimensi dan tiga dimensi
References
Alhada, M. (2021). Kajian Teoritis Pemberdayaan Masyarakat Dan Ekonomi Kreatif. Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy, 1(2), 106–134. https://doi.org/10.21274
Amalijah, E., Andari, N., & Narastri, M. (2021). Peningkatan Produktivitas Kearifan Lokal Kerajinan Tangan Tas Rajut Sebagai Bentuk Identitas Bangsa. Pelayanan Kepada Masyarakat, 3(2), 194–207.
Atmadi, T., & Kinta, M. (2023). Pelatihan Kerajinan Tangan Dari Bahan Rajutan dan Resin. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(3), 377–390. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.1075
Kustanti, R. (2022). Pengembangan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif di Kabupaten Jepara. Jurnal Ekobistek, 239–244. https://doi.org/10.35134/ekobistek.v11i3.366
Markusen, A., Wassall, G. H., DeNatale, D., & Cohen, R. (2008). Defining the creative economy: Industry and occupational approaches. In Economic Development Quarterly (Vol. 22, Issue 1, pp. 24–45). https://doi.org/10.1177/0891242407311862
Marlinah, L. (2017). Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Nasional Melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif. Cakrawala, XVII(2), 258–265. www.bekraf.go.id
Mashud, M., Hasan, M., Syam, A., & Purba, B. (2022). Ekonomi Kreatif. Yayasan Kita Menulis. https://www.researchgate.net/publication/362318448
Nikmatul Ula, S. N., Nurhidaya, N., Purwanti, N., & Sedik, Y. G. (2023). Minat Masyarakat dalam Proses Pembuatan Noken Sebagai Nilai Budaya Pada Suku Miyah Kabupaten Tambrauw. Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial, 9(1), 151–160. https://doi.org/10.33506/jn.v9i1.2923
Syaifuddin, E. R., & Umam, S. (n.d.). DESKOVI : Art and Design Journal PAPUA: SURGA INDUSTRI KREATIF BERBASIS BUDAYA (STUDI KASUS INDUSTRI KREATIF NOKEN, LUKISAN LUDAH PINANG DAN PAPEDA) (Vol. 5, Issue 2). https://sorongnews.com/sejumlah-
Walianggen, Y., Alexander Rumatora, dan, & Kehutanan, J. (2016). REKONSTRUKSI ETNOTEKNOLOGI NOKEN KULIT POHON OLEH SUKU YALI DI KAMPUNG HUBAKMA KABUPATEN YALIMO (Ethnological Reconstruction of Tree Barks For Noken by Yali Tribe in Hubakma of Yalimo District). In Biodiversitas Papuasia-Fakultas Kehutanan UNIPA Jurnal Kehutanan Papuasia (Vol. 2, Issue 1).
Waluyo. (2018). Model Pemilu Dengan Sistem Noken Berbasis Budaya Dan Kearifan Lokal. Samudra Keadilan, 13(2), 295–308. https://mkri.id/public/content/infoumum/ejurnal/pdf/ejurnal_Volume%206%20Nomor%20,
Welasari;, Moris, A. Y., & Mendra, W. (2020). Strategi Kewirausahaan Usaha Micro Kecil dan Menengah di Kecamatan Kampar Dimasa Pandemi Covid 19 Entrepreneurship Strategy for Micro, Small and Medium Enterprises in Kampar District During the Covid 19 Pandemic. Masyarakat Berdaya Dan Inovasi, 1(1), 53–62. https://doi.org/10.30874/mayadani.v3i1.78
Wendanto, W., Vanda, Y., & Syarifah, M. (2019). MENINGKATKAN NILAI JUAL RAJUT DI MASYARAKAT MELALUI DESAIN DAN MEDIA SOSIAL. 8(1), 1–8. https://jurnal.uns.ac.id/jurnal-semar
Wicaksono, A. (2017). Potensi Pengembangan Inovasi Desain Produk Kriya KUKM Indonesia Di Era Industri kreatif. Corak Jurnal Seni Kriya, 5(2), 103–112.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Welasari Welasari, Eva Zulfa Ivana, Otti Ilham Khair

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












