Internalisasi Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Sepintu Sedulang Sebagai Representasi Identitas Budaya Melayu Bangka

Authors

  • Sandrina Ramadhani Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Saipul Annur Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Choirun Niswah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3821

Keywords:

Sepintu Sedulang, budaya Melayu Bangka, identitas budaya, tradisi

Abstract

Tradisi Sepintu Sedulang merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Melayu Bangka yang terus dipertahankan hingga saat ini. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya yang mencerminkan nilai kesederhanaan, kesetaraan, kebersamaan, dan solidaritas sosial. Penelitian ini menggunakan metode library research untuk menelaah makna simbolik, fungsi sosial, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Sepintu Sedulang. Hasil kajian menunjukkan bahwa dulang yang dibawa secara seragam oleh seluruh keluarga melambangkan kesetaraan sosial, sedangkan makanan yang dibawa menjadi simbol keberkahan dan niat baik kolektif. Selain itu, keterlibatan seluruh masyarakat dalam prosesi tradisi memperkuat kohesi sosial, solidaritas, dan identitas kolektif masyarakat Melayu Bangka. Dengan demikian, Sepintu Sedulang tidak hanya menjadi praktik budaya, tetapi juga menjadi mekanisme sosial yang mempertahankan harmoni, memperkuat ikatan komunitas, dan merefleksikan identitas budaya Melayu Bangka secara utuh.

References

Ahmad, & Muslimah. (2021). Memahami Teknik Pengolahan dan Analisis Data Kualitatif. Proceedings, 1(1), 173–186.

Andieni, F. (2024). Modal Simbolik Tradisi Nganggung Sebagai Bentuk Peneguhan Identitas Budaya Melayu Bangka Di Kota Pangkalpinang. SCRIPTA: JURNAL ILMIAH MAHASISWA, 6(1), 158–170.

Aprilia, S., & Juniarti, U. (2022). Implementasi Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons Dalam Upaya Melestarikan Tradisi Islam Melayu Nganggung Dulang di Bangka Belitung. DIALOKA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Dakwah Dan Komunikasi Islam, 1(1), 18–37.

Ferianda, A., Ferdiana, F., & Herwan, H. (2022). Kearifan Lokal melalui Makna Nganggung Sepintu Sedulang sebagai City Branding Kabupaten Bangka. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Bisnis, 7(2), 163–176.

Firiyanto, F., Zainuri, A., & Annur, S. (2025). Sistem Sosial Pendidikan Islam pada Masyarakat Lahat. Al I’tibar: Jurnal Pendidikan Islam, 12(3), 188–193.

Hayati, L., Saputra, P. P., & Ramadhani, T. (2022). Pemanfaatan Media Sosial dalam Melestarikan Budaya Lokal Bangka Belitung. DINAMISIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(4), 948–953.

Hutapea, S. A., & Kurnia, A. C. (2024). Kewenangan Kepala Desa Sebagai Media Penyelesaian Sengketa di Desa Jurung Kabupaten Bangka. Unes Journal of Swara Justisia, 7(4), 1159–1166. https://doi.org/https://doi.org/10.31933/ujsj.v7i4.386

Irfan, A., & Setiady, D. (2023). Internalisasi Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Nganggung. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta, 4(1), 1–15.

Irsyad, I., Sukardi, I., & Nurlaila, N. (2022). Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam dalam Pembentukan Budaya Beragama Siswa. Muaddib : Islamic Education Journal, 5(1), 9–16.

Laila Nasution, N., Lubis, D., & Faishal, M. (2024). Agama dan Perubahan Sosial Perspektif Mukti Ali (W. 2004 M). Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 5(3), 338–347. https://doi.org/10.38035/jmpis.v5i3.1990

Muarifah, A., Hidayati, N., & Nur, E. (2020). Embodying Children-Friendly School Through Nganggung Culture. Proceedings of the 1st International Conference on Early Childhood Care Education and Parenting, 503, 152–158.

Niswah, C., Khairunnisah, A., Ulya, R. T., & Khotimah, H. (2025). The Concept of Nature in Malay Tradition: The Perspective of Islamic Cosmology and Local Wisdom. Afkaruna: International Journal of Islamic Studies (AIJIS), 3(1), 64–74.

Nugraha, R. A., Makalew, A. D. N., & Syartinilia, S. (2020). Rencana pengembangan kawasan wisata berbasis kearifan lokal pada area pasca tambang timah di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Journal of Natural Resources and Environmental Management, 10(3), 374–389.

Pringgar, B. S., & Rizaldy, F. (2020). Penelitian Kepustakaan (Library Research) Modul Pembelajaran Berbasis Augmented Reality pada Pembelajaran Siswa. IT-Edu: Jurnal Information Technology and Education, 5(1), 317–329.

Purmawanti, Z., Nurdianti, L., & Ameilia, S. (2024). Eksistensi Lembaga Adat Melayu dalam Menjaga Kelestarian Adat Istiadat dan Budaya pada Era Global di Bangka Belitung. Jurnal Adat Dan Budaya, 6(1), 60–68.

Qomariah, N., Irawan, D., & Yulia, Y. (2025). Transmisi Budaya dalam Tradisi Nganggung untuk Pembentukan Karakter Anak Usia Dini di PAUD Kota. KIDDO : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI, 6(1), 191–205. https://doi.org/http://doi.org/10.19105/15420

Ridwan, A., Suharno, S., & Sataroh, S. (2024). Civic Culture In “Nganggung Dulang” Tradition To Strengthen Local Wisdom Values. Edunity, 3(6), 389–409.

Saputra, P. P., & Sujadmi, S. (2024). Memaknakan Praktik Adat Istiadat Melayu Bangka di Desa Kemuja, Kabupaten Bangka. Jurnal Pengabdian Hukum BESAOH, 4(1), 19–25.

Soleha, S. (2023). Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Praktik Ritual Adat Masyarakat Bangka. Jurnal Sustainable, 6(2), 873–883. https://doi.org/https://doi.org/ 10.32923/kjmp.v6i2.4348 Nilai-Nilai

Soraya, N. (2021). Islam dan Peradaban Melayu. Desanta Publisher.

Sulaiman, R., Ridwan, M. Q., & Anshori, A. A. (2024). The Symbol of Acculturation and Islamic Unity in Nganggung Tradition of Bangka: An Integration of Maqāṣid asy-Syarī’ah with Local Wisdom. Al-Ihkam: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial, 19(2), 356–383.

Downloads

Published

29-11-2025

How to Cite

Sandrina Ramadhani, Saipul Annur, & Choirun Niswah. (2025). Internalisasi Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Sepintu Sedulang Sebagai Representasi Identitas Budaya Melayu Bangka. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(2), 11545–11553. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3821