Kajian Sosiologi Hukum tentang Perjanjian Pinjaman Uang dengan Bunga yang Tinggi: Ditinjau dari Teori Konflik Karl Marx
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.3882Keywords:
Loans, High Interest, Bourgeois Class, Proletariat, Conflict TheoryAbstract
High-interest loan agreements are increasingly prevalent in society through formal and informal institutions, including online loans and loan sharks. While providing quick access to capital, this practice often creates economic inequality, increases debt risk, and worsens the socio-economic conditions of borrowers, particularly vulnerable groups. A sociological analysis of law is relevant to examining the relationship between law, economic practices, and social structures in the power relations between lenders and borrowers. This study uses Karl Marx's conflict theory to examine power dynamics, where lenders, as the bourgeoisie, exploit their economic position, while borrowers, as the proletariat, are subordinated due to limited access to information, capital, and financing alternatives. The study's results indicate that high-interest loans have the potential to become a means of exploitation, reinforcing bourgeois dominance and widening socio-economic inequality. Therefore, it is recommended to strengthen regulations on interest rates and oversight of illegal loans, improve financial literacy among vulnerable communities, and implement fair and transparent consumer protection to achieve more equitable and sustainable lending practices.
References
Achmad Ali. Menguak Teori Hukum dan Teori Peradilan. Jakarta: Kencana, 2010.
Anthony Giddens. Capitalism and Modern Social Theory. Cambridge: Cambridge University Press, 1971.
Bank Indonesia. Model Pembiayaan Mikro untuk Masyarakat Berpendapatan Rendah. Jakarta: Bank Indonesia, 2020.
Emil Salim. Kemiskinan dan Pembangunan. Jakarta: UI Press, 2014.
Karl Marx. Capital: A Critique of Political Economy, Volume I. New York: Vintage Books, 1977.
Karl Marx. The Communist Manifesto. London: Penguin Classics, 2002.
Lawrence M. Friedman. The Legal System: A Social Science Perspective. New York: Russell Sage Foundation, 1975.
Muladi & Barda Nawawi. Teori dan Kebijakan Hukum Pidana. Bandung: Alumni, 2012.
Muhammad Djumhana. Hukum Perbankan di Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2016.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Statistik Fintech 2023. Jakarta: OJK, 2023.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Analisis peraturan dan praktik pinjaman bank serta fintech, 2022.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Program edukasi literasi keuangan bagi masyarakat rentan, 2023.
Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK). Kajian Regulasi Fintech Lending di Indonesia. Jakarta: PSHK, 2020.
Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK). Kajian Rentenir dan Pinjaman Informal di Indonesia. Jakarta: PSHK, 2019.
Ralf Dahrendorf. Class and Class Conflict in Industrial Society. Stanford: Stanford University Press, 1959.
Sulistyowati Irianto (ed.). Hukum dan Masyarakat. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2009.
Undang-Undang Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999, Pasal 4-5.
Undang-Undang Perbankan No. 10 Tahun 1998.
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Pasal 1754–1769; Pasal 1765.
Kementerian Keuangan RI. Panduan Mekanisme Penyelesaian Sengketa Konsumen, 2024.
Hasil observasi praktik pinjaman informal dan rentenir, 2024.
Studi literatur terkait mekanisme penentuan bunga dan tenor pinjaman, 2024.
Survei literasi keuangan masyarakat rentan, OJK, 2023.
Wawancara dengan peminjam berpenghasilan rendah, Jakarta, 2025.
Diskusi dengan praktisi hukum dan keuangan, 2025.
Rekomendasi praktisi hukum dan regulator OJK, 2025
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Herianto Sihombing, Rosmalinda Rosmalinda, Agusmidah Agusmidah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












