Penulisan Skenario Dengan Teknik Struktur Tiga Babak Dalam Membangun Perspektif Pada Karakter Utama Pada Film “Trah “

Penelitian

Authors

  • Devi Anggriani Universitas Potensi Utama
  • Triadi Sya’dian Universitas Potensi Utama

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3911

Keywords:

Screenwriting, three-act structure, unreliable narrator, horror films, TRAH

Abstract

Penelitian dan penciptaan karya ini membahas penulisan skenario film TRAH dengan menggunakan teknik struktur tiga babak sebagai kerangka dramatik dalam membangun perspektif pada tokoh utama yang berfungsi sebagai unreliable narrator. Struktur tiga babak dipilih karena mampu menyusun perjalanan emosional tokoh secara progresif, mulai dari tahap pengenalan (setup), konfrontasi (confrontation), hingga penyelesaian (resolution). Sementara itu, penerapan teknik unreliable narrator dimanfaatkan untuk membatasi sudut pandang penonton hanya pada persepsi tokoh utama, Laras, sehingga realitas yang ditampilkan menjadi subjektif, ambigu, dan menyesatkan. Film TRAH mengisahkan Laras Saraspati, seorang mahasiswi yang pulang kampung setelah lulus, namun tanpa disadari terjebak dalam ritual pesugihan keluarga yang menargetkannya sebagai inang roh jahat. Sepanjang cerita, penonton hanya mengetahui peristiwa dari perspektif Laras, yang ternyata tidak sepenuhnya dapat dipercaya. Teknik ini menghasilkan efek dramatik berupa kejutan (twist), suspense, dan keterlibatan emosional yang lebih kuat ketika kebenaran terungkap pada klimaks cerita. Metode penciptaan dilakukan melalui tahap pra-produksi, produksi, hingga pascaproduksi, dengan landasan teori dari Robert McKee, Wayne C. Booth, David Bordwell, dan Himawan Pratista. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur tiga babak dan teknik unreliable narrator dapat saling melengkapi, sehingga bukan hanya memperkuat ketegangan naratif dalam genre horor psikologis, tetapi juga membangun pengalaman menonton yang reflektif dan menggugah. Dengan demikian, karya ini membuktikan bahwa penggabungan dua pendekatan naratif tersebut efektif dalam memperdalam makna tematik, memperkuat suspense, dan menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih kompleks.

References

Booth, W. C. (1983). The Rhetoric of Fiction. Chicago: University of Chicago Press.

Bordwell, D., & Thompson, K. (2008). Film Art: An Introduction (8th ed.). New York: McGraw- Hill.

Cron, L. (2012). Wired for Story: The Writer's Guide to Using Brain Science to Hook Readers from the Very First Sentence. New York: Ten Speed Press.

Himawan Prastista, 2017,h.129 Sinematografi didalam film pada buku “Memahami Film”

McKee, R. (1997). Story: Substance, Structure, Style and the Principles of Screenwriting. New York: HarperCollins.

Field, Syd. (2005). Screenplay: The Foundations of Screenwriting. New York: Delta Publishing. Buku teori penulisan skenario.

Truby, John. (2007). The Anatomy of Story: 22 Steps to Becoming a Master Storyteller. New York: Faber and Faber, Buku teori naratif dan karakter

Rimmon-Kenan, Shlomith. (1983). Narrative Fiction: Contemporary Poetics. London: Methuen, Buku teori naratif sastra

JURNAL

Ade, Puspayanti Aprilia, “Penulisan Naskah Film Fiksi “Bunga Natah” Institut Seni Indonesia

Denpasar, 2018.

Lutters, Elizabeth, Kunci Sukses Menulis Skenario, Jakarta : Gtramedia Widiasarana Indonesia, 2005.

Downloads

Published

18-12-2025

How to Cite

Devi Anggriani, & Triadi Sya’dian. (2025). Penulisan Skenario Dengan Teknik Struktur Tiga Babak Dalam Membangun Perspektif Pada Karakter Utama Pada Film “Trah “: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(2), 13744–13754. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3911