Penyutradaraan Film Dokumenter Legacy Of Tabacco Deli : Sejarah Tembakau Deli dalam Kabut Waktu Menggunakan Gaya Ekspository
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3915Keywords:
Penyutradaraan, Dokumenter, Expository.Abstract
Film dokumenter merupakan salah satu media penting dalam menyampaikan fakta sejarah sekaligus melestarikan memori kolektif masyarakat. Penelitian ini berfokus pada penyutradaraan film dokumenter Legacy of Tobacco Deli yang mengangkat perjalanan sejarah Tembakau Deli di Sumatera Utara dengan menggunakan gaya expository. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, wawancara mendalam, observasi lapangan, serta analisis arsip visual. Proses produksi dokumenter mencakup tiga tahap, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Tahap pra-produksi menekankan pada riset sejarah dan penulisan naskah, tahap produksi melibatkan pengambilan gambar di lokasi bersejarah dan wawancara ahli, sedangkan pasca-produksi berfokus pada penyusunan narasi voice-over, editing, serta penambahan musik latar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya expository mampu menyajikan fakta secara runtut dan kredibel melalui kombinasi narasi, arsip visual, dan wawancara. Estetika visual berupa pencahayaan natural, tone warna hangat, serta dukungan musik tradisional memperkuat daya tarik emosional film. Kesimpulannya, dokumenter ini tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pelestarian sejarah lokal.
References
Pratiwi, Dwi., & Nurjannah, Fitri. (2021). Film dokumenter sebagai media pembelajaran sejarah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(1), 55–67. https://doi.org/10.24832/jpk.v11i1.3089
Lestari, Anisa. (2020). Eksplorasi gaya ekspositori dalam film dokumenter edukasi sejarah. Jurnal Seni dan Desain, 8(1), 33–44. https://doi.org/10.24821/jsd.v8i1.2030
Suryani, Nurul., & Nugroho, Roni. (2022). Representasi kolonialisme dalam film dokumenter Indonesia. Jurnal Perfilman Nusantara, 4(1), 55–70. https://doi.org/10.24821/jpn.v4i1.3321
Nasution, Rahmat. (2021). Tembakau Deli: Warisan kolonial dalam perspektif ekonomi lokal. Jurnal Sejarah dan Budaya, 15(2), 77–89. https://doi.org/10.24821/jsb.v15i2.2111
Siregar, Muhammad., & Harahap, Linda. (2021). Transformasi perkebunan tembakau ke tebu di Sumatera Utara. Jurnal Agraria Indonesia, 9(2), 89–103. https://doi.org/10.24832/jai.v9i2.2761
Wulandari, Maya. (2019). Penyutradaraan film dokumenter berbasis sejarah lokal. Jurnal Komunikasi Visual, 10(2), 45–59. https://doi.org/10.24821/jkv.v10i2.2122
Arifin, Muhammad. (2020). Dokumenter sejarah kolonial: Relevansi dan tantangannya. Jurnal Sejarah Indonesia, 9(1), 65–78. https://doi.org/10.24821/jsi.v9i1.2245
Andika, Rian. (2021). Narasi visual dalam film dokumenter sejarah: Analisis gaya expository. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 145–160. https://doi.org/10.25077/jik.192.145-160.2021
Yunita, Eka. (2019). Estetika sinematik dalam dokumenter sejarah. Jurnal Estetika Nusantara, 5(2), 140–155. https://doi.org/10.24821/jen.v5i2.1880
Mulyani, Tia. (2023). Peran sutradara dalam membangun narasi film dokumenter. Jurnal Kajian Media, 15(1), 11–25. https://doi.org/10.24821/jkm.v15i1.3421
Kurnia, Sinta. (2025). Pendekatan naratif dalam dokumenter ekspositori. Jurnal Ilmu Komunikasi Kontemporer, 12(1), 21–35. https://doi.org/10.24832/jikk.v12i1.4102
Putra, Ahmad., & Kurniawan, Fajar. (2020). Efektivitas gaya ekspositori dalam film dokumenter sejarah. Jurnal Komunikasi Massa, 13(2), 120–134. https://doi.org/10.20885/jkm.vol13.iss2.art5
Rahmadani, Intan., & Yusuf, Hasan. (2022). Dokumenter sejarah sebagai arsip visual: Studi kasus film kolonial. Jurnal Ilmu Sejarah Indonesia, 6(2), 200–214. https://doi.org/10.24821/jisi.v6i2.2901
Utami, Sri. (2024). Dokumenter sejarah dan identitas budaya lokal di era globalisasi. Jurnal Humaniora Digital, 7(1), 88–101. https://doi.org/10.24832/jhd.v7i1.3991
Hidayat, Bambang. (2018). Film dokumenter sebagai media kritik sosial. Jurnal Media dan Masyarakat, 7(2), 99–113. https://doi.org/10.24821/jmm.v7i2.1678
Darmawan, Yoga. (2021). Peran sutradara dalam membangun narasi dokumenter sejarah. Jurnal Perfilman Indonesia, 3(2), 77–89. https://doi.org/10.24821/jpi.v3i2.3110
Halim, Farhan. (2020). Penyutradaraan film dokumenter: Studi kasus gaya ekspositori. Jurnal Ilmu Komunikasi Visual, 12(1), 22–35. https://doi.org/10.24821/jkv.v12i1.2544
Nabila, Sarah. (2022). Dokumenter sejarah sebagai literasi visual masyarakat. Jurnal Komunikasi Sosial Budaya, 14(2), 145–158. https://doi.org/10.24821/jksb.v14i2.3650
Wijaya, Andri. (2023). Efektivitas gaya ekspositori dalam dokumenter kolonial. Jurnal Kajian Media dan Budaya, 9(1), 33–47. https://doi.org/10.24821/jkmb.v9i1.4022
Hasanah, Ratna. (2019). Narasi dan kredibilitas dalam dokumenter expository. Jurnal Media Komunikasi, 7(2), 101–115. https://doi.org/10.24821/jmk.v7i2.1988
Fauzi, Ahmad. (2021). Metodologi penelitian kualitatif dalam kajian media. Jurnal Penelitian Komunikasi, 24(1), 33–45. https://doi.org/10.24821/jpk.v24i1.3111
Gunawan, Dedi. (2020). Tahapan produksi film dokumenter sejarah: Studi kasus dokumenter lokal. Jurnal Perfilman Nusantara, 5(2), 115–128. https://doi.org/10.24821/jpn.v5i2.2781
Khairunnisa, Laila. (2019). Validitas data dalam penelitian kualitatif komunikasi. Jurnal Ilmu Komunikasi Sosial, 8(2), 99–112. https://doi.org/10.24821/jiks.v8i2.1999
Sari, Dewi. (2021). Narasi voice-over dalam dokumenter sejarah Indonesia. Jurnal Kajian Film dan Media, 6(1), 55–69. https://doi.org/10.24821/jkfm.v6i1.3115
Mahendra, Rizki. (2020). Peran musik latar dalam memperkuat emosi dokumenter. Jurnal Audio Visual Nusantara, 8(2), 101–115. https://doi.org/10.24821/javn.v8i2.2890
Putri, Nanda. (2022). Dokumenter expository sebagai media pelestarian sejarah lokal. Jurnal Humaniora dan Seni, 12(2), 144–158. https://doi.org/10.24821/jhs.v12i2.3677
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rizki Rahmadi, Dani Manesah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












