Kekerasan dalam Novel Sharp Objects Karya Gillian Flynn dan Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4630Keywords:
Kekerasan, Sastra Bandingan, Johan Galtung, Sharp Objects, Laut BerceritaAbstract
Penelitian ini mengeksplorasi jenis-jenis kekerasan yang terdapat dalam novel Sharp Objects oleh Gillian Flynn dan Laut Bercerita oleh Leila S. Chudori dengan memanfaatkan teori kekerasan yang dikemukakan oleh Johan Galtung, yang mencakup kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Metode kualitatif diambil untuk mengenali, mengelompokan dan menganalisis berbagai bentuk kekerasan yang dialami oleh karakter melalui analisis mendalam dan pencatatan teks. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Laut Bercerita menampilkan kekerasan langsung berupa penyiksaan fisik, penangkapan ilegal, penghilangan paksa, serta teror psikologis yang dilakukan secara sistematis oleh negara terhadap aktivis. Kekerasan struktural hadir melalui kebijakan represif, penggunaan ruang-ruang penyiksaan, dan intimidasi terhadap keluarga korban. Kekerasan kultural muncul melalui ideologi anti-aktivis dan dehumanisasi yang melegitimasi tindakan represif negara. Sementara itu, Sharp Objects menggambarkan kekerasan dalam lingkup domestik, termasuk kekerasan fisik, emosional, dan psikologis yang dilakukan oleh anggota keluarga melalui pola relasi yang toksik. Kekerasan struktural tercermin dari kegagalan institusi sosial dalam melindungi korban, serta budaya patriarki dan kelas sosial yang menjaga posisi berkuasa keluarga Crellin. Kekerasan kultural diwujudkan melalui norma kota kecil Wind Gap yang menormalisasi misogini, kompetisi antarsesama perempuan, serta tuntutan peran gender yang kaku. Perbandingan kedua novel menunjukkan bahwa meskipun muncul dalam konteks sosial yang berbeda, kekerasan meninggalkan dampak psikologis jangka panjang dan menghadirkan kritik terhadap struktur kekuasaan yang menopang praktik kekerasan. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra memiliki peran penting dalam mengungkap realitas kekerasan dan menghadirkan suara bagi para korban.
References
Alfin, J. (2014). Apresiasi Sasra Indonesia. UIN Sunan Ampel Press.
Al-Ma’ruf, A. I., & Nugrahani, F. (2017). Pengkajian sastra. Surakarta: CV. Djiwa Amarta.
Anjari, Warih. "Fenomena kekerasan sebagai bentuk kejahatan (violence)." Jurnal WIDYA yustisia 1.2 (2014): 246968.
Chudori, L. S. (2017). Laut bercerita. Kepustakaan Populer Gramedia.
Flynn, G. (2018). Sharp objects: A novel. Broadway Books.
Nafi’ah Al-Ma’rab: Perspektif Sosiologi Sastra." Jurnal LITERA 20.3 (2021): 464-479.
Puspita Sari, Suci, and Sugiarti Sugiarti. "Kekerasan Simbolik Dalam Novel Luka Perempuan Asap Karya
Sita, F. N., Jamal, H. S., & Hartati, D. (2021). Kajian Sastra Bandingan Novel Salah Asuhan Dengan Novel Layla Majnun: Pendekatan Psikologi Sastra. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 5(2), 131-148.
Sujarwa. (2019). Model & Paradigma Teori Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Wahyudi, Tri. "Sosiologi sastra alan swingewood sebuah teori." Jurnal Poetika 1.1 (2013).
Wellek, Rene dan Austin Warren (1989). Teori Kesusastraan. Terjemahan Melani Rudianta. Jakarta: Gramedia.
Widaswari, Ni Made, I. Nyoman Adi Susrawan, and Dewa Gede Bambang Erawan. "Analisis
Zahro, A. (2021). Perbandingan Ekokritik pada Puisi" Pesan dari Situ" karya Muhammad Bintang Yanita Putra dengan Cerpen" Situ Gintung" karya Putu Wijaya (Kajian Sastra Bandingan). Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics, 7(1), 67-78.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Herson Kadir, Niranda Oki, Destilawati Noho, Nur Fadila Kueno, Yulinda Otoluwa, Inayah Nuraulia Mokodongan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












