Makna Perlawanan dalam Puisi Sajak Matahari Karya W.S. Rendra
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4190Keywords:
Makna perlawanan, Puisi Sajak Matahari, W.S. Rendra, Kajian SemiotikaAbstract
Penelitian ini bertujuan menelaah makna perlawanan dalam puisi Sajak Matahari karya W.S. Rendra melalui pendekatan semiotika. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan fokus pada analisis tanda, simbol, dan citra puitik yang membentuk pesan ideologis penyair. Data dianalisis dengan mengidentifikasi sistem penanda yang terkait dengan figur rakyat kecil, perempuan miskin, matahari, elemen alam, serta elemen budaya dan historis, kemudian menafsirkan hubungan antara tanda dan petandanya dalam konteks sosial-politik yang lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol tersebut merepresentasikan perlawanan terhadap ketidakadilan struktural, mengekspresikan kritik sosial, dan menyoroti kesadaran politik penyair. Puisi ini tidak hanya menampilkan keindahan bahasa dan estetika puitik, tetapi juga mengandung refleksi sosial, nilai kemanusiaan, serta dorongan untuk perubahan moral dan kolektif. Temuan ini menegaskan bahwa puisi dapat menjadi medium efektif dalam menyampaikan pesan ideologis dan perlawanan sosial secara simbolik, di mana pengalaman konkret masyarakat tertindas dipadukan dengan simbol yang sarat makna. Penelitian ini sekaligus menunjukkan bahwa analisis semiotik mampu mengungkap lapisan makna tersembunyi yang memperkaya pemahaman pembaca tentang kritik sosial yang dibawa Rendra melalui puisinya.
References
Andriani, S., & Marsela, E. (2025). Representasi nilai-nilai kehidupan dalam puisi Sajak Matahari oleh W.S. Rendra. Jurnal Sastra Indonesia (SASINDO), 14(1), 112–122.
Contohnya, S. P. D. (2022). Pemikiran filsafat semiotika dalam pemahaman Charles. Jurnal Semiotika.
Ginting, A. G., Sipayung, D. E., Sinaga, S. H., & Sari, Y. (2024). Analisis semantik pada puisi Sajak Matahari karya W.S. Rendra. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 2(2), 254–263.
Ifnaldi, R., & Carolina, R. (2023). Kajian semiotika Roland Barthes dalam puisi Sajak Matahari dan Sajak Burung-Burung Kondor karya W.S. Rendra. Jurnal Kredo, 6(1), 45–58.
Kartika, E. W., & Supema, A. (2024). Analisis semiotika Charles Sanders Peirce dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Jurnal Pendidikan dan Sastra Indonesia, 4(1), 1–10.
Lubis, A. A. (2021). Analisis semiotika Charles Sanders Peirce pada sampul annual report Bank BCA. IKRA-ITH Humaniora: Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(1), 1–10.
Maulana, S. F. (2023). Apresiasi dan proses kreatif menulis puisi. Nuansa Cendekia.
Naililhaq, F. N. (2020). Semiotika Peirce dalam Sajak Putih dan Sia-sia karya Chairil Anwar. Pena Literasi, 3(2), 70–78.
Patriansyah, M. (2014). Analisis semiotika Charles Sanders Peirce karya patung Rajudin berjudul Manyeso Diri. Ekspresi Seni, 16(2), 90–85.
Shofiani, A. K. A. (2021). Kajian semiotik Charles Sanders Peirce pada kumpulan puisi Kita Pernah Saling Mencinta karya Felix K. Nesi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(2), 3934–3939.
Siagian, R. L. S. S. P., & Sari, J. N. Y. (2025). Analisis semantik pada puisi Sajak Matahari karya W.S. Rendra. Jurnal Hukum Pendidikan, Motivasi dan Bahasa Harapan, 3(4), 1–12.
Sulistiyo, A. T., & Syihabuddin, S. (2023). Cinta: Objek dan puisi (Konsep cinta Erich Fromm dalam puisi-puisi karya W.S. Rendra). Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 2(1), 1–12.
Sumardi, A., & Suryawati, I. (2021). Representasi ketidakadilan dalam film Samin vs Semen. Pantarei, 5(3), 1–10.
Zahra, A. A., Aprilia, D., Prayoga, R. A., & Asropah, A. (2025). Representasi cinta dalam puisi karya Sapardi Djoko Damono: Analisis semiotika Charles Peirce. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 15(2), 203–211.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Herson Kadir, Fatmawati Mobiliu, Rahmatia Arjoyo, Ayu Ismail, Miranda I. Zain, Iskar Abas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












