Gotong Royong dan Musyawarah Melayu : How Malay Social System Builds Harmony And Community

Penelitian

Authors

  • Choirunniswah Universitas Negeri Islam Raden Fatah Palembang
  • Epitamahidin Universitas Negeri Islam Raden Fatah Palembang
  • Haikal Mustafid Universitas Negeri Islam Raden Fatah Palembang
  • Sahira Nuriaya Universitas Negeri Islam Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4806

Keywords:

Gotong royong, musyawarah

Abstract

Budaya Melayu menempatkan gotong royong dan musyawarah sebagai dua pilar sosial yang menyatukan masyarakat, menjaga harmoni, dan memperkuat modal sosial komunitas. Artikel ini meninjau literatur dari publikasi ilmiah, laporan lokal, dan kajian budaya (2020–2025) untuk merumuskan bagaimana praktik gotong royong dan musyawarah membentuk kohesi sosial, resolusi konflik, dan partisipasi warga. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua praktik itu berperan sebagai mekanisme norma sosial, pendidikan nilai, dan jaringan dukungan sosial—yang tetap relevan dalam menghadapi modernisasi dan individualisme. Implikasi kebijakan diarahkan pada revitalisasi nilai-nilai ini di sekolah, perangkat desa, dan program pemberdayaan masyarakat.

References

Artis, N. (2025). Kesantunan Berbahasa dalam Musyawarah Adat Melayu: Analisis Pragmatik. Jurnal Bahasa & Budaya, 18(1), 22–33.

Azis, M. (2025). Digitalisasi Partisipasi Komunitas Melayu: Dari Musyawarah Daring hingga Gotong Royong Virtual. Journal of Local Culture Studies, 7(2), 55–71.

Cahaya Ilmu Bangsa Institute. (2025). Urbanisasi dan Perubahan Pola Kerja Sama Sosial di Masyarakat Melayu Perkotaan. Laporan Penelitian Sosial, 33–49.

Dewanti, R. (2023). Modal Sosial dalam Tradisi Gotong Royong: Studi Komunitas Melayu di Sumatra. Jurnal Sosiologi Nusantara, 9(2), 88–104.

International Journal for Educational & Cultural Studies. (2025). Local Wisdom-Based Learning and Its Impact on Students' Social Competence. IJEC, 4(1), 45–61.

Maryani, S. (2024). Revitalisasi Budaya Gotong Royong dalam Komunitas Melayu Sambas. Jurnal Antropologi Indonesia, 45(2), 110–127.

Maryani, S. (2025). Musyawarah dan Kohesi Sosial di Komunitas Melayu Pesisir. Journal of Community & Tradition, 6(1), 70–84.

Marlina, R. (2020). Tunjuk Ajar Melayu sebagai Instrumen Pendidikan Karakter. Jurnal Kearifan Lokal, 12(1), 55–67.

Nurkhotimah, A. (2025). Musyawarah sebagai Strategi Penyelesaian Konflik Komunal di Masyarakat Adat Melayu. Jurnal Perdamaian & Resolusi Konflik, 10(1), 37–52.

Rahim, A. (2021). Budaya Melayu dan Sistem Sosialnya: Studi Modal Sosial dan Harmoni Komunitas. Jurnal Ilmu Sosial & Humaniora, 13(3), 114–129.

ResearchGate Repository. (2025). Mutual Cooperation and Community Resilience in Southeast Asian Communities. Southeast Asian Social Review, 9(1), 25–44.

Rizal, M. (2022). Gotong Royong: Nilai, Transformasi, dan Relevansi Kontemporer. Jurnal Masyarakat & Budaya, 24(2), 170–185.

Sunaryati, D. (2023). Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Melayu dalam Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan Nusantara, 8(1), 44–59.

Wahab, H. (2020). Tradisi Saprahan Masyarakat Melayu Kalimantan Barat sebagai Media Harmoni Sosial. Jurnal Budaya Melayu, 15(2), 85–98.

Yunus, F. (2021). Struktur Sosial Melayu dan Peran Lembaga Adat dalam Menjaga Harmoni Komunitas. Jurnal Adat & Komunitas, 11(1), 23–40.

Downloads

Published

05-01-2026

How to Cite

Choirunniswah, Epitamahidin, Haikal Mustafid, & Sahira Nuriaya. (2026). Gotong Royong dan Musyawarah Melayu : How Malay Social System Builds Harmony And Community : Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(3), 16408–16410. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4806

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.