Pembangunan Gapura Selamat Datang Berbasis Kearifan Lokal sebagai Penguatan Identitas Nagari Guguak VIII Koto

Pengabdian

Authors

  • Hermansyah Universitas Negeri Padang
  • Hikmahtul Indra Universitas Negeri Padang
  • Dea Nabilah Universitas Negeri Padang
  • Rani Khairunnisa Universitas Negeri Padang
  • Alya Resti Andesva Universitas Negeri Padang
  • Zahir Fikri Rashief Azwar Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6402

Keywords:

Gapura Selamat Datang, Identitas Nagari, Kearifan Lokal, Bambu, Gotong Royong

Abstract

Program KKN Universitas Negeri Padang tahun 2026 di Nagari Guguak VIII Koto dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan nagari terhadap gapura selamat datang sebagai penanda kawasan. Kegiatan ini bertujuan membangun gapura berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan bambu sebagai material utama dan melibatkan masyarakat melalui gotong royong. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), meliputi observasi kebutuhan, diskusi desain, pengadaan material, perakitan, pengecatan, pemasangan, dan evaluasi bersama mitra. Kegiatan berlangsung selama delapan hari, pada 28 Januari sampai 4 Februari 2026. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa satu unit gapura berhasil dibangun di pintu masuk Nagari Guguak VIII Koto. Gapura tersebut berfungsi sebagai penanda wilayah, memperbaiki tampilan ruang masuk nagari, serta memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas bersama. Proses pembangunan juga menjadi ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa dan warga melalui pemanfaatan material lokal dan kerja kolektif. Keberlanjutan manfaat gapura memerlukan perawatan berkala dan penambahan elemen informasi sebagai penguat identitas visual nagari.

References

Abdu, M., Hajia, M. C., Farji, L., & Amsyal, A. (2022). Perencanaan pembangunan gapura tempat wisata di Desa Lamaninggara Kecamatan Siompu Barat Kabupaten Buton Selatan. MANGENTE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 182–186. https://doi.org/10.33477/mangente.v1i2.2721

Ahdiati, T., & Kusumanegara, S. (2020). Kearifan lokal dan pengembangan identitas untuk promosi wisata budaya di Kabupaten Banyumas. Jurnal Pariwisata Terapan, 4(1), 25–34. https://doi.org/10.22146/jpt.50417

Angga, P. D., Kardiyanto, D. W., & Herlambang, D. (2023). Pembuatan desain gapura sebagai unsur pembentuk identitas desa. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 7(1), 100–108. https://doi.org/10.31764/jpmb.v7i1.12982

Baum, F., MacDougall, C., & Smith, D. (2006). Participatory action research. Journal of Epidemiology & Community Health, 60(10), 854–857. https://doi.org/10.1136/jech.2004.028662

Bredenoord, J. (2024). Bamboo as a sustainable building material for innovative, low-cost housing construction. Sustainability, 16(6), 2347. https://doi.org/10.3390/su16062347

Effendi, T. N. (2016). Budaya gotong royong masyarakat dalam perubahan sosial saat ini. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 2(1), 1–18. https://doi.org/10.22146/jps.v2i1.23403

Hiranteeyakul, M., & Thungsakul, N. (2021). The study of place identity in built environment. Journal of Architectural/Planning Research and Studies (JARS), 19(1), 99–114. https://doi.org/10.56261/jars.v19i1.240870

Khafsoh, N. A., & Riani, N. (2024). Implementation of Participatory Action Research (PAR) in community service program. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 237–253. https://doi.org/10.32815/jpm.v5i1.2034

Komariyah, K., Ramanda, C., Komala, O. T., Zulfikar, R., Wahyuni, A., Sari, M. P., Finayunita, E., Riyansyah, K., & Valoga, R. (2024). Bersama membangun gapura desa: Gotong royong mewujudkan ikon baru Desa Kota Guring, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Karya Nyata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 62–69. https://doi.org/10.62951/karyanyata.v1i3.496

Kusuma, N. I. P. R., Asriel, E. M., Prabowo, S. P. P., Addany, A. S., Muddin, I. N., & Turmudi, H. (2023). Peran mahasiswa dalam pembangunan desa melalui kuliah kerja nyata tematik di Desa Gentan Sukoharjo. SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 292–300. https://doi.org/10.55681/swarna.v2i3.411

Lewicka, M. (2011). Place attachment: How far have we come in the last 40 years? Journal of Environmental Psychology, 31(3), 207–230. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2010.10.001

Marhayati, N. (2021). Internalisasi budaya gotong royong sebagai identitas nasional. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 8(1), 21–42. https://doi.org/10.22146/jps.v8i1.68407

Satria, D., & Sahayu, W. (2022). Alam takambang jadi guru: Menelisik falsafah pendidikan berbasis kearifan lokal di Minangkabau. VOKAL: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 75–82. https://doi.org/10.33830/vokal.v1i2.3160

Scannell, L., & Gifford, R. (2010). Defining place attachment: A tripartite organizing framework. Journal of Environmental Psychology, 30(1), 1–10. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2009.09.006

Sharma, B., Gatóo, A., Bock, M., & Ramage, M. (2015). Engineered bamboo for structural applications. Construction and Building Materials, 81, 66–73. https://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2015.01.077

Downloads

Published

15-06-2026

How to Cite

Hermansyah, Hikmahtul Indra, Dea Nabilah, Rani Khairunnisa, Alya Resti Andesva, & Zahir Fikri Rashief Azwar. (2026). Pembangunan Gapura Selamat Datang Berbasis Kearifan Lokal sebagai Penguatan Identitas Nagari Guguak VIII Koto : Pengabdian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 27270–27276. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6402