Peran Guru BK dalam Mengatasi Dampak Broken Home Terhadap Motivasi Belajar Siswa Melalui Konseling Individu Kelas VIII di SMP N 16 Palembang

Penelitian

Authors

  • Rizqi Maulana Universitas PGRI Palembang
  • Sindi Aulia Universitas PGRI Palembang
  • Tri Ayu Ulandari Universitas PGRI Palembang
  • Endang Surtiyoni Universitas PGRI Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6528

Keywords:

Broken Home, Motivasi Belajar, Konseling Individu, Bimbingan Dan Konseling, Siswa SMP

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran layanan konseling individu dalam membantu mengatasi dampak broken home terhadap motivasi belajar siswa di SMP Negeri 16 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pelaksanaan konseling individu. Subjek penelitian adalah seorang siswa berinisial M kelas X (E3) yang mengalami penurunan motivasi belajar akibat kondisi keluarga yang tidak harmonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi broken home berdampak pada menurunnya semangat belajar, kurangnya fokus dalam pembelajaran, serta rendahnya interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah. Melalui layanan konseling individu, siswa mulai menunjukkan perubahan positif seperti lebih terbuka dalam berkomunikasi, meningkatnya kepercayaan diri, dan munculnya kembali motivasi belajar. Selain itu, dukungan guru BK, wali kelas, dan lingkungan sekolah yang kondusif turut membantu proses penyesuaian diri siswa. Dengan demikian, layanan konseling individu dapat membantu siswa broken home dalam meningkatkan motivasi belajar dan penyesuaian sosial di sekolah.

References

Akbar, R. (2015). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

Aziz, A. (2015). Perilaku Anak Broken Home. Jurnal Psikologi Pendidikan, 3(2), 45–53.

Boekaerts, M. (2002). Motivation to Learn. International Academy of Education, 1(1), 5–21.

F. Safitri, & Yuniwati. (2019). Dukungan Keluarga terhadap Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan, 7(1), 55–63.

Hadianti, N., dkk. (2017). Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Psikologis Anak. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 5(2), 88–95.

Listyowati. (2018). Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Motivasi Belajar Anak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 6(1), 32–40.

Madisa. (2017). Keharmonisan Keluarga dalam Perspektif Pendidikan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(2), 78–85.

Nurmasari, dkk. (2018). Kasih Sayang dalam Hubungan Keluarga terhadap Perkembangan Anak. Jurnal Pendidikan Anak, 5(1), 20–29.

Rosdeanti. (2021). Ketahanan Keluarga dalam Menghadapi Konflik Rumah Tangga. Jurnal Sosial Humaniora, 8(1), 44–52.

Saptono. (2016). Motivasi Belajar dalam Pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(1), 11–18.

Sardiman. (2018). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sefrina. (2016). Dukungan Keluarga terhadap Prestasi Belajar Anak. Jurnal Psikologi Pendidikan, 2(1), 67–75.

Siregar. (2018). Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak. Jurnal Pendidikan Sosial, 5(2), 98–105.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Tan, J., Ismanto, & Babakal. (2013). Hubungan Dukungan Orang Tua dengan Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Keperawatan, 1(1), 1–7.

Uno, H. B. (2006). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Yusuf, S. (2008). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

19-06-2026

How to Cite

Rizqi Maulana, Sindi Aulia, Tri Ayu Ulandari, & Endang Surtiyoni. (2026). Peran Guru BK dalam Mengatasi Dampak Broken Home Terhadap Motivasi Belajar Siswa Melalui Konseling Individu Kelas VIII di SMP N 16 Palembang: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 27693–27698. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6528